
Brian tidak dapat mengatakan apa-apa lagi,di saat ini hati nya sedang gundah.apa dia harus mempertahankan cinta nya atau memulai cinta yang baru untuk mempertanggungjawabkan apa yang terjadi sekarang.
"Aku harus pergi sekarang kak soal nya ayah sedang kritis"ucap Bintang sambil menahan air mata nya perasaan nya semakin kacau sekarang
"Biar aku yang anterin"ajak Mila sambil mengajak sang Mama sekalian
Akhirnya mereka pergi berempat kecuali Brian karena dia masih berada dalam mode lamunan nya,hingga saat dia tersadar Brian kaget karena sudah tidak menemukan siapa pun.
Bintang tidak henti-hentinya merapalkan doa dalam hati nya agar sang pencipta memberikan dia sekali lagi kesempatan untuk menyembuhkan sang ayah,bintang belum siap jika ayah nya akan pergi meninggalkan dirinya sendiri.
"Tenang lah Bintang,kakak yankin kalau semua nya akan baik-baik saja "ucap Fika menguatkan sang adik
"Bagaimana bisa aku tenang kalau orang yang paling penting dalam hidup ku sedang berjuang untuk hidup."jawab Bintang yang kini bingung pada siapa dia melupakan emosi nya
Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh Mila Tiba dirumah sakit, Bintang langsung berlari sekencang yang dia bisa tanpa menghiraukan orang-orang yang melihat nya aneh. Setiba nya diruang sang ayah kekuatan Bintang seketika hilang seperti di tarik dari jiwa nya saat melihat dokter Adam sedang memompa jantung sang ayah(pacemaker dalam dunia medis).
Bintang masuk kedalam ruangan sang ayah dengan wajah datar nya,dan mendorong tubuh dokter Adam meskipun dorongan nya hanya membuat dokter Adam bergeser satu langkah saja.
__ADS_1
"Apa yang akan membangunkan ayah"ucap Bintang yang kini mulai naik ke atas ranjang sang ayah dan menekan tepat di tengah-tengah dada sang ayah.
Adam yang melihat Bintang seperti menggila pada tubuh yang sudah kaku itu akhirnya memeluk Bintang dengan kencang, meskipun beberapa kali mendapat penolakan dari Bintang.
"Lepas apa kau akan bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu pada ayah aku"ucap Bintang dengan membentak dokter Adam
"Ayah kamu akan bersedih jika dia melihat anak kesayangan nya seperti ini."jawab dokter Adam
"Ayah masih hidup jadi jangan katakan seperti itu,siapa kamu yang berhak untuk menentukan kematian ayah aku "teriak Bintang semakin menjadi saat wajah pucat sang ayah semakin dingin
Bintang sekali lagi melihat wajah yang selalu tersenyum hangat pada nya ,wajah yang selalu memberikan nya cinta. saat anak kecil yang dulu hampir mati dia temukan wajah itulah yang mengajarkan nya tentang segala segala yang ada dunia ini.tapi kini wajah yang selalu tersenyum itu kini hanya terkaku dan pucat .
"Ayah mengapa ayah pergi meninggalkan Bintang sendiri,siapa lagi yang akan memberikan Bintang kasih sayang seperti yang ayah berikan.pada siapa lagi Bintang akan mengadu kalau ada yang jahat pada Bintang."Raung Bintang seperti anak kecil yang membuat orang-orang di sana ikut menetes kan air mata nya termasuk Hendra yang melihat putri nya
"Apakah jika ayah yang berada di posisi itu kau akan menangis juga nak,apa kau akan bersedih kalau ayah yang tiada."batin Hendra ikut merasakan sakit melihat Bintang menangis seperti itu
Adam langsung membopong tubuh Bintang yang sudah tidak sadar kan diri, sementara Fika dan yang lain nya mengurus jenazah sang ayah.
__ADS_1
Di tempat lain tepat nya di Bandara Soekarno-Hatta,dua wanita yang hendak melakukan penerbangan akhirnya terhenti saat ada orang-orang yang mencegah kepergian mereka.
"Hei lepaskan siapa kalian berani-beraninya menyentuh saya"teriak Heni saat salah satu laki-laki bertubuh besar memegang lengan nya dengan kencang
"Lebih baik anda diam saja jika tidak ingin disakiti disini"jawab orang tersebut
Tentu saja heni tidak terima dan malah berteriak minta tolong pada orang-orang yang berlalu-lalang Di sana.
Karena tidak ingin membuat keributan terpaksa laki-laki tersebut memukul tengkuk leher nya Heni hingga pingsan, sementara Ria hanya diam saja karena dia tau kalau orang-orang ini mungkin orang suruhan dari kakak nya atau dari Brian ,itu sebab nya ria hanya mengikuti langkah mereka tanpa melakukan perlawanan seperti yang di lakukan sang Mama.
hai sebelum nya saya mau ngucapin banyak terimakasih karena sudah membaca cerita aku.meskipun yang memberikan like pada tiap cerita aku hanya sedikit tapi aku tetap melanjutkan nya hingga benar-benar tamat.
Walaupun jauh dari yang aku harapkan,jadi kali ini aku minta jangan jadi pembaca yang diam saja,tolong berikan aku apresiasi meskipun hanya sekedar like saja.itu sudah membuat aku bertambah semangat.
Maaf bukan nya mengeluh tapi hanya ingin menyampaikan perasaan aku saja.
terimakasih
__ADS_1