AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
25


__ADS_3

Pagi ini Hendra terlihat begitu bahagia karena akhirnya dia bisa meluluhkan hati istri nya yang sudah meninggal kan nya satu Minggu lalu.walaupun dia harus memakai topeng dibalik perubahan sikap nya itu.


"Ayah apa kita akan menjemput Bunda"tanya Fika yang memang sengaja di bawa oleh Hendra tadi


"Iyah sayang kita akan berkumpul lagi,Ade senang kan"jawab Hendra sambil mengelus rambut putri nya


"Tentu saja Ade senang yah,tapi apa nanti bunda gak marah kalau Ade tidak sekolah"ucap nya lagi


"Bunda tidak akan marah nak,kan libur nya cuma sehari ajah."jawab Hendra sesekali melirik kearah putri nya


Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai oleh Hendra sudah tiba di rumah sang mertua.


Syifa yang memang sengaja menunggu kedatangan suami nya pun di buat terkejut karena putri nya ikut menjemput nya.


"Bunda"teriak Fika


"Putri bunda jangan lari nak"ucap Syifa sambil tersenyum


"Bunda Ade kangen"kata nya dengan mengerucutkan bibirnya


"Maafin bunda ya nak,tapi sekarang kakek udah sembuh jadi kita bisa berkumpul lagi."jawab Syifa


Hendra mendekati dua wanita yang begitu dicintai nya itu,rasa nya dia ingin langsung memeluk nya dan mencurahkan kerinduan nya.


"Sayang apa kau tidak merindukan aku"ucap Hendra yang kini sudah merentangkan kedua tangannya


"Aku rindu kamu yang dulu mas"jawab Syifa sambil masuk ke dalam pelukan suaminya


"Maafkan aku karena sudah menyakiti mu,mas janji tidak akan mengulangi nya lagi.kamu tau kan kalau mas begitu mencintai mu."ucap Hendra sambil mencium kening istrinya


"Kita masuk dulu yuk pamit sama ayah"ajak Syifa pada suami dan anak nya


Hendra melihat mertua nya yang lagi duduk di ruang tamu langsung menghampiri nya dengan canggung,


FLASHBACK


"Maaf ayah saya terlambat datang"ucap Hendra sambil mencium tangan mertua nya

__ADS_1


"Tidak apa-apa santai saja"jawab pak Dinata


Hendra yang merasa canggung dengan suasana hening seperti ini pun memberanikan diri untuk bicara.


"Apa ada yang ingin ayah katakan"?tanya Hendra


"Tentu saja ada yang ingin aku sampaikan,kalau tidak untuk apa aku memintamu untuk menemui ku"jawab pak Dinata dengan menekan setiap perkataan nya


gleg


Hendra mulai panas dingin karena dia takut kalau ayah mertua nya ini akan memisahkan diri nya dan istri nya.


"Apa kau tau saat ini rasa kecewaku terhadapmu sudah begitu besar, bagaimana mungkin ada seorang ayah yang menginginkan kematian anak nya sendiri sepertimu.saya tidak pernah berfikir kalau laki-laki yang saya pilihkan untuk menemani putri aku ternyata lelaki jahat seperti mu"ucap pak Dinata


"Ayah saya bisa menjelaskan ini semua dan saya rasa ayah tidak bisa menghakimi apa yang saya lakukan."jawab Hendra kesal


"Sungguh saya menyesal karena baru mengetahui sifat kamu yang tidak terpuji seperti ini,apa pun alasan yang kamu miliki itu tetap tidak benar.ayah mana yang tega melihat anak nya menangis, tetapi kau malah ingin membunuh anak yang tidak berdosa itu.kata pak Dinata


Tentu saja mendengar itu Hendra begitu tersinggung, mungkin kalau laki-laki yang dihadapan nya ini bukankah mertua nya mungkin sedari tadi Hendra sudah menghajar nya karena sudah ikut campur masalah rumah tangga nya.


"Aku minta maaf yah,karena sudah dibutakan dengan ketakutan yang tidak berdasar ini.aku hanya takut kehilangan istri aku,sekali lagi aku minta maaf."ucap Hendra yang akhirnya memilih mengalah demi kelangsungan rumah tangga nya.


Flashback off


"Ayah Syifa pulang dulu ya jangan lupa obat nya diminum teratur,kalau ada apa-apa langsung telfon Syifa."kata Syifa sambil memeluk ayah nya


"Iyah nak pulang lah dan jadilah ibu yang baik buat anak-anak mu,kalau terjadi sesuatu langsung kabarin ayah."jawab pak Dinata


"Syifa tidak akan kenapa-kenapa yah,"ucap Syifa sambil menyuruh putri nya untuk berpamitan


"Kek Ade pulang ya, besok-besok kita main lagi ya"ucap nya dengan mencium pipi sang kakek


"Janji sama kakek harus jagain Bunda ya nak"jawab pak Dinata seolah belum percaya akan perubahan sikap menantu nya


"Ayah kami pamit pulang dulu"kata Hendra sambil mencium tangan mertua nya


"Ingat apa yang ayah katakan, jangan sampai kau melupakan itu.jadilah ayah dan suami yang baik untuk anak dan istri mu."ujar pak Dinata

__ADS_1


Mereka melakukan perjalanan dengan penuh candaan, hingga tidak terasa kini mereka sudah sampai.


"Sayang sekarang main sama mbak Tami dulu ya"ucap Hendra pada sang putri dan langsung di angguki oleh Fika


Setelah putri nya masuk ke dalam kamarnya kini Hendra mengajak istrinya untuk masuk kedalam kamar mereka.


"Sayang terimakasih karena sudah memaafkan aku"ucap Hendra sambil memeluk Syifa dengan erat


"Sebenarnya jauh di lubuk hati aku masih belum bisa memaafkan kesalahan yang kau lakukan mas,luka yang kau torehkan begitu dalam.aku kembali kerumah ini hanya karena aku tidak ingin putri aku tumbuh dengan kekurangan kasih sayang dari aku".batin Syifa


"Aku memaafkan mu mas ,tapi berjanji lah untuk tidak melakukan kesalahan lagi."jawab Syifa


"Aku janji akan membahagiakan mu dan tidak akan melukai hati mu lagi."kata Hendra yang kini sudah menatap wajah istri nya ,dan perlahan Hendra mencium kening Syifa dan turun ke bibir nya.


Syifa ingin menolak nya karena takut akan melukai bayi nya,tapi dia juga tidak tega melihat suami nya yang menatap nya penuh harap.


"Aku akan melakukan nya dengan lembut, aku tidak akan melukai nya."ucap Hendra yang seakan tau apa yang ada dalam pikiran istri nya walaupun sempat kesal sih tapi dia masih tahan.


Akhirnya Syifa memberikan suami nya ijin untuk melakukan yang dia inginkan, selagi itu tidak akan melukai bayi nya.


Suara aneh-aneh dari dalam kamar itu seperti irama dangdut buat Hendra,sudah satu Minggu dia tidak melakukan bercocok tanam hingga membuat nya kalap seperti ini.


"Mas sudah aku sudah lelah,"ucap Syifa berusaha menghentikan permainan suami nya karena dia takut akan mencelakai calon anak nya


"Sebentar lagi sayang"jawab Hendra yang masih bergoyang


"Kita bisa melakukan nya lagi besok-besok tapi untuk saat ini sudah ,aku takut akan melukai bayi kita."kata Syifa


Hendra begitu kesal saat bayi yang kini tengah tumbuh di dalam rahim istrinya itu,tapi karena mereka baru baikan Hendra akhirnya mengalah dan menyudahi permainan mereka.


"Maaf sayang tadi aku lupa karena kau sudah mengabaikan nya selama satu Minggu ini."ucap Hendra yang kini memeluk erat tubuh istri nya


Karena merasa kelelahan akhirnya Syifa tertidur tanpa membersihkan dirinya dulu.


"Bahkan kau belum lahir ke dunia ini sudah membuat aku kesal seperti ini, akan jadi seperti apa kau kalau sudah lahir."batin Hendra kesal sambil memandang perut istri nya yang masih rata


bersambung

__ADS_1


satu kata buat Hendra teman-teman


jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan vote terimakasih 😊


__ADS_2