AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
27


__ADS_3

Matahari sudah memancarkan cahaya nya yang begitu cerah untuk menerangi seluruh alam semesta,tapi tidak dengan Syifa karena saat ini dia merasa dunia nya gelap. Cahaya matahari yang masuk melalui celah pintu kamar Hendra membuat nya terganggu.


Hendra membuka mata nya dengan malas sambil mengedarkan pandangannya.


"Sayang kamu dimana"ucap nya karena tidak menemukan sang istri


Karena tidak menemukan yang dia cari akhirnya Hendra turun tanpa memperdulikan penampilan nya yang masih menggunakan baju tidur nya.


"Ayah apa akan pergi memakai baju ini"ucap sang putri saat melihat penampilan ayah nya


"Wah putri ayah sudah cantik gini emang mau kemana!"tanya Hendra bingung


"Ayah lupa kalau hari ini kita akan jalan-jalan, bahkan bunda sudah dari tadi menyiapkan keperluan kita nanti."jawab Fika dengan cemberut


"Mas apa kau lupakan janji mu hari ini"kata Syifa sambil memeluk putri nya yang Hendak menangis


Saat melihat wajah putri cantik nya yang ingin menangis Hendra langsung menarik nya kedalaman pelukannya sambil minta maaf.


"Putri ayah yang cantik maafkan ayah ya,karena lupa kalau hari ini kita akan liburan.maafin ayah ya karena sudah salah."ucap nya sambil mencium kening putri nya


"Iyah tapi ayah segera bersiap karena Ade gak mau terlambat."jawab sang putri yang sudah luluh


Syifa yang melihat interaksi antara suami dan putri nya itu hanya bisa tersenyum sambil mengelus dadanya.dia hanya bisa berharap kalau saat anak nya lahir suami dan putri nya itu akan menyayangi juga.


"Mengapa kau tidak bisa sedikit pun untuk mencoba menerima kehadiran putri kita ini mas,apa yang salah dengan kehadiran nya.bahkan kau begitu takut saat mengecewakan putri kita ini, padahal hanya liburan"batin Syifa


"Sayang apa kau sudah mempersiapkan keperluan aku?"tanya Hendra yang melihat istri nya hanya memandang diri nya dan juga sang anak


"Ah ,,Iyah mas sudah kok.cepat mandi agar kita bisa segera pergi."kata Syifa sambil tersenyum


"Iyah sudah aku siap-siap sebentar ya."kata nya sambil memberikan ciuman di kening istrinya


Setelah kepergian suami nya kini Syifa duduk di ruang tamu sambil sesekali mengajak bayi yang belum lahir itu berbicara.

__ADS_1


"Bunda kenapa bicara sendiri?"tanya Fika yang merasa aneh pada bunda nya


"Bunda tidak bicara sendiri baik,tapi saat ini bunda lagi bicara sama Ade yang ada dalam perut bunda.kakak mau ngajak Ade bicara juga?"tanya Syifa sambil tersenyum hangat


Fika yang tertarik dengan perkataan sang bunda pun mulai mendekati nya,dan meletakkan tangan nya di perut bunda nya yang sudah mulai membuncit.


"Apa di dalam sini ada Dede bayi nya Bun?"tanya nya yang berhasil membuat Syifa terharu, karena ini pertama kali nya putri nya itu bertanya mengenai Ade nya.


"Iyah sayang di dalam perut bunda ada Ade nya kakak,nanti kalau Ade udah lahir janji sama bunda ya akan selalu menjaga dan menyayangi Ade."jawab Syifa yang sudah tidak tahan menahan air matanya


"Kok bunda nangis sih,apa bunda sakit?ucap nya yang kini sudah menghapus air mata Bunda nya


"Bunda hanya bahagia punya putri cantik seperti kamu nak,bunda yakin kalau putri bunda juga akan jadi seorang kakak yang baik nanti nya."Syifa memeluk erat tubuh mungil itu


"Apa kakak boleh cium Perut bunda"tanya nya sambil tersenyum


"Tentu boleh sayang"kata Syifa dengan hati bahagia jauh di lubuk hati nya dia mengucapkan banyak syukur kepada Allah.mungkin ini awal dari kebahagiaan nya perlahan suami nya juga akan luluh


Tanpa mereka sadari dari tadi Hendra sudah memperhatikan dan mendengar obrolan dua wanita yang di cintai nya itu.dengan senyum yang aneh. entah lah apa arti dari senyuman nya itu hanya dia yang tau dan para setan-setan nya.


"Lagi pada ngomongin apa sih kaya nya seru banget"ucap Hendra yang kini sudah berada di samping putri nya


"Ayah tangan nya sini deh"kata Fika semangat


"Untuk apa nak"?tanya Hendra


"Ayah coba pegang perut bunda kaya squishi"kata nya penuh semangat


Hendra yang tadi memberikan tangan nya pun langsung menarik nya dengan cepat,karena dia tidak akan pernah menyentuh anak yang tidak diinginkan nya itu.lagi dan lagi dia dengan sengaja menambah luka di hati Syifa. tadi senyum yang menghiasi wajah sang istri langsung berubah dengan wajah yang begitu muram.


"Ayah kok gak mau pegang perut bunda sih"?tanya Fika karena terkejut dengan tindakan sang ayah tadi


"Nak kita pergi sekarang aja ya,takut semakin siang."ucap nya untuk mengalihkan perhatian putri Nya dan benar saja itu berhasil

__ADS_1


"Ayah benar hampir saja kita kesiangan."jawab nya dengan riang


Hendra langsung menggendong putri nya sambil sesekali menggelitik sang putri agar tertawa.


"Aku tidak tau akan sampai mana batas kesabaran aku ini mas,tapi di saat aku sudah lelah jangan salahkan aku kalau pergi untuk selamanya."batin Syifa yang mengikuti langkah suami nya


Sepanjang perjalanan Syifa hanya mendengar suara suami dan putri nya yang saling bernyanyi, hingga tanpa disadari nya mereka sudah sampai di salah satu depan vila yang begitu mewah dan indah.pantai biru dan pemandangan yang begitu indah menambah suasana sekitar vila semakin menarik untuk di kunjungi


"Wah pantai nya sangat bagus yah,"kata Fika yang kini sudah mulai berlari menyusuri setiap tepian pantai


"Nak jangan jauh-jauh ya"ucap Syifa yang ikut tersenyum melihat tingkah putri nya


"Iyah Bun."jawab nya


"Kenapa dari tadi diam?"tanya Hendra yang kini ikut di samping sang istri


"Aku tidak apa-apa kok, sebaiknya mas temani Fika bermain."jawab nya tanpa menoleh sedikit pun pada suami nya


"Apa kau masih marah atas kejadian semalam,aku kan sudah minta maaf sayang."kata Hendra sambil menggenggam tangan istri nya


"Sudah lah mas kita kesini untuk liburan, bukan untuk bertengkar lagi.kau pergi lah temani putri kita kasihan dia main sendirian."jawab Syifa cuek


Hendra pun langsung melangkah menuju Dimana putri nya kini sedang membangun istana pasir nya.mereka tertawa dan bermain bersama-sama,itu semua tidak luput dari pandangan Syifa dengan air mata yang setia menemani nya.


"Tuhan hanya satu yang aku inginkan saat ini,tolong kau jadikan putri aku yang belum melihat dunia ini mempunyai kelebihan. agar dia bisa membanggakan diri nya suatu saat nanti di depan ayah nya."batin Syifa dan sedetik kemudian suara petir terdengar begitu menakutkan hingga membuat anak dan suami nya menghentikan permainan mereka.


bersambung


jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan vote terimakasih 😊


Ig.pejuang garis dua


kali ajah ada yang mau mampir 😊

__ADS_1


__ADS_2