
Hari telah berlalu terasa begitu cepat,suka duka tangis dan bahagia bintang lalui di negeri orang lain hanya untuk meraih impian nya.banyak yang harus dikorbankan nya untuk mendapatkan itu semua, termasuk dengan mengikhlaskan kepergian sang ibu tercinta. Saat mendengar kepergian sang ibu, untuk sesaat dunia bintang seolah berhenti berputar.tekad nya untuk menjadi seorang dokter adalah karena dia ingin merawat dan mengobati sakit sang ibu,tapi apa mau dikata jika sang pencipta sudah berkehendak dia tidak bisa untuk melawan nya.hanya dengan cara mengikhlaskan lah agar jalan ibu nya menuju surga di permudah Tuhan.
Flashback
Di rumah sakit pasangan suami dan istri itu sedang saling menguatkan, walaupun pak Desta sudah menguatkan hati nya untuk hari buruk ini tapi tetap saja rasa nya sakit sekali. wanita yang menemani nya dari muda hingga tua akhirnya harus berpisah karena takdir juga.
"Mas di saat aku sudah pergi nanti jangan menangis ya"ucap Bu Nilam dengan suara lemah nya
"Jangan bicara seperti itu sayang,apa kamu tidak ingat beberapa hari yang lalu putri cantik mu berkata apa."kata sang suami ingin mengalihkan pembicaraan mereka
"Iyah tentu saja masih ingat mas, bagaimana mungkin putri kita sudah di ajak untuk melakukan operasi.bahkan masih terbilang dia baru masuk."ucap sang istri mengingat bagaimana putri nya memberitahu tentang operasi pertama nya
"Tentu saja bisa istri mas yang cantik,kamu lupa kalau putrimu itu begitu pintar."kata pak Desta lagi
"Mas aku ingin bicara pada putri kita, mungkin ini akan obrolan terakhir kami."mohon Bu Nilam
Lagi dan lagi pak Desta harus menahan sesak di dadanya mendengar perkataan sang istri, mungkin ini akan jadi pertemuan terakhir ibu dan anak itu sebelumnya melakukan operasi besok.jauh di lubuk hati nya dia berharap operasi nya akan berjalan dengan lancar walaupun dokter mengatakan kalau keberhasilan nya hanya 10% saja.
Tidak menunggu lama panggilan nya pun sudah tersambung dan memperlihatkan wajah cantik putri nya.
"Assalamualaikum ayah"sapa bintang dengan riang
"Walaikumsalam nak"jawab pak Desta sambil membalas senyuman sang putri
"Ini ibu mau bicara kata nya kangen"sambung pak Desta menghadapkan kamera ponsel nya pada sang istri
"Halo sayang"ucap Bu Nilam dengan mata yang berembun
"Ibu bintang mau cerita"jawab Bintang dengan semangat walau pun hati nya ingin menangis
"Putri ibu mau cerita apa?"tanya Bu Nilam Penasaran
"Ibu, Bintang menjadi Asisten dosen disini"ucap nya bangga
"Alhamdulillah putri ibu memang selalu membanggakan,"jawab sang ibu sesekali mengelus perut nya saat sakit dan tentunya bintang melihat perubahan raut wajah sang ibu
__ADS_1
"Ibu harus sehat ya biar bisa nemenin ayah kesini, bintang janji akan menyelesaikan pendidikan bintang dengan cepat."kata Bintang
"Iyah sayang, berjanji sama ibu dulu apa pun yang terjadi nanti jangan kembali ke sini sebelum putri ibu jadi dokter hebat ."ucap Bu Nilam
"Iya Bu, bintang janji akan jadi dokter bedah yang hebat agar bisa mengobati sakit nya ibu.jadi sebelum itu terjadi ibu harus menunggu bintang."jawab nya sambil tersenyum
"Wah sepertinya ayah di lupakan"kata ayah pura-pura merajuk
"Ayah harus jagain ibu sampai bintang pulang ya."sahut bintang
"Pasti nak,ayah bakal jagain ibu kamu dengan baik dan belajar lah yang rajin ."jawab sang ayah
Setelah melepas rindu dengan sang putri kini wajah Bu Nilam terlihat lebih tenang dari tadi, tinggal beberapa jam lagi jadwal operasi nya akan di lakukan tentu saja itu membuat ayah dan anak itu khawatir, walaupun di depan sang istri mereka masih bisa tersenyum dan tertawa tapi sebenarnya itu hanya topeng.
"Mas ingat lah Jagan tangisi kepergian aku nanti, hiduplah dengan bahagia bersama putri kita.jika suatu saat nanti putri kita sudah menemukan pendamping nya katakan padanya kalau putri kita memiliki ibu yang sangat menyayangi nya."ucap Bu Nilam dengan tersenyum
"Sayang kau akan sembuh dan kita akan melihat putri kita menikah dengan lelaki pilihan nya,"jawab sang suami sambil menggenggam tangan sang istri begitu erat
Bintang yang mendengar obrolan orang tua nya hanya bisa menahan tangisnya,tadi dia meminta sang ayah untuk melakukan panggilan telepon kepada Nya, karena dia ingin menemani sang ayah walaupun tidak bisa berdekatan.
"Sayang ketahui lah kalau mas dan putrimu begitu mencintai mu,jadi bertahan lah untuk kami."kata pak Desta dengan suara bergetar
"Maaf pak kami akan membawa nyonya Nilam masuk"ucap salah'satu perawat yang mendorong brankar sang istri
"Tunggu sebentar sus"kata pak Desta sambil memeluk erat tubuh lemah sang istri, diciumnya wajah pucat itu dengan air mata.mungkin ini akan pertemuan terakhir mereka,jika Allah mengijinkan kan lagi maka operasi sang istri akan di mudahkan.
"Mas Jagan menangis lagi dan katakan pada putri kita kalau ibu nya ini begitu mencintai nya , kalian harus hidup bahagia."ucap Bu Nilam sambil mengecup kening sang suami
Pak Desta hanya bisa melihat kepergian sang istri dengan wajah yang tersenyum,kini dia hanya bisa memohon kepada Allah agar operasi istri nya berjalan dengan lancar.
Menit demi menit berlalu hingga tidak terasa sudah hampir 5 jam pak Desta menunggu seorang diri, hanya ditemani suara sang putri karena kalau melihat wajah nya dia tidak sanggup.
Operasi yang seharusnya 12 jam tapi lampu merah berubah hijau tepat di 7 jam.tentu saja hal itu membuat pak Desta takut tapi sebelum dokter keluar dia hanya bisa berpikir positif.
"Ayah ada apa"?tanya bintang saat sang ayah tiba-tiba menghentikan sholawat yang terus-menerus di ucapkan sang ayah
__ADS_1
"Ayah belum tau nak,tapi lampu ruang operasi ibumu sudah berubah hijau."jawab sang ayah
Bintang menutup mulutnya dengan kuat agar tangis nya tidak terdengar, kenangan dengan sang ibu melintas di bayangan nya.
Bintang sadar betul kalau penyakit sang ibu sudah sangat parah tapi dia masih berharap dengan ada nya keajaiban dunia menghampiri sang ibu.
"Dokter apa yang terjadi,apa operasi nya sudah selesai"?tanya pak Desta saat melihat sosok sang dokter menghampiri nya
"Maaf pak kami sudah melakukan yang terbaik,tapi Allah berkehendak lain.Bapak yang sabar ya,saya dan rekan-rekan yang lain minta maaf dan turut berdukacita."jawab sang dokter dengan menundukkan kepalanya di ikuti beberapa perawat yang ikut dalam melakukan operasi
Pak Desta hanya bisa tersenyum mendengar perkataan sang dokter,dia sudah berjanji pada sang istri agar tidak menangis lagi.dan janji nya itu benar-benar dia tepati, bukti nya dia menerima dengan lapang dada. Saat ini yang ada di pikiran nya adalah menenangkan putri nya agar tidak terlalu larut dalam kesedihan.
Setelah selesai mengurus kepulangan jenazah sang istri,pak Desta langsung melakukan penguburan nya karena tidak baik membuat mayat istri nya terlalu lama dibiarkan.
Bintang hanya dapat menyaksikan pemakaman sang ibu lewat sambungan telepon Vidio,ini kedua kali nya dia menyaksikan pemakaman setelah Kakek nya dulu.
Setelah proses pemakaman selesai pak Desta pulang kerumahnya, Untung saja para tetangga banyak yang membantu nya . saat menyadari kalau sambungan telepon dengan sang putri belum terputus pak Dinata langsung mengubah wajah sedih nya dengan tersenyum
"Sayang jangan terlalu lama bersedih nya kasihan ibu kalau melihat anak kesayangan nya menangis."ucap pak Dinata
"Ayah Bintang anak yang kuat jadi bintang tidak apa-apa"jawab bintang membalas senyuman sang ayah
"Ayah tau jadi cepatlah selesai kan sekolah nya dan buat ibu bangga."kata pak Desta
Bintang hanya mengangguk saja karena dia tidak ingin menangis di depan sang ayah.
Setelah panggilan telepon berakhir baru lah bintang menangis seorang diri ,bahkan bintang mengabaikan orang-orang yang memanggil nama nya. bintang memang tidak pernah membagi kesedihan nya pada orang lain,yang bintang tunjukkan adalah bintang yang selalu bahagia dan ceria.
flashback off
Hingga saat ini aku masih belum percaya kalau ibu sudah tidak ada.dan detik ini aku sangat merindukan ibu.
Ibu Pernah berkata"bila aku mati nanti,barulah kau akan sadar betapa tingginya langit itu."
**JADI BUAT TEMAN-TEMAN YANG MASIH MEMILIKI ORANG TUA, SAYANGI MEREKA DENGAN TULUS SEBELUM ALLAH MEMISAHKAN KALIAN.
__ADS_1
I LOVE YOU ALL**