
Tidak lama kemudian Brian melihat dua gadis cantik yang berjalan kearah mobil nya,dan lagi-lagi hati nya berdetak tak karuan saat melihat senyuman yang menghiasi wajah gadis kecil itu. Tapi ketika pandangan mata mereka bertemu Brian merasa kalau senyum indah itu sengaja gadis kecil itu ciptakan untuk menutupi rasa sakit hati nya.
"Apa kalian pikir aku ini sopir pribadi kalian hah."kata Brian saat mendapati kedua nya duduk di kursi belakang
"Kak sudah lah kita sudah di tungguin nih."jawab Mila yang sengaja membuat kakak nya kesal
"Kalau salah satu dari kalian tidak ada yang pindah ke depan maka kakak tidak akan mau menjalankan mobilnya."jawab Brian
"Ah baiklah aku akan pindah."jawab Mila akhirnya mengalah
Bintang hanya memperhatikan kakak beradik itu berdebat,
Sepanjang perjalanan Mila tidak henti-hentinya berbicara hingga membuat Brian terusik karena suara adik nya yang berisik, sesekali Brian mencuri pandang pada gadis yang tengah melamun itu dari kaca spion nya .
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai dan langsung meninggalkan Brian yang tengah memarkirkan mobilnya,
"Kak apa nanti kak Brian tidak marah kita pergi begitu saja"ucap Bintang sedikit tidak enak hati
"Sudah Jagan di pikirkan "jawab Mila entengnya
Mereka sudah tiba di ruangan yang sudah di pesan oleh keluarga nya Mila, bintang bisa melihat diruangan itu juga ternyata ada orang tua Max dan Harry yang sengaja di undang. tentu saja hal itu membuat bintang merasa sedikit tidak nyaman.
"Wah ternyata anak-anak Mama sudah sampai"ucap Bu Leni dengan senyum indah nya
"Maaf Ma membuat menunggu lama"jawab bintang sedikit kikuk
"Tidak masalah sayang,sini duduk dekat Mama"kata Bu Leni setelah melihat putri nya Mila sudah sibuk mengobrol dengan Max dan Harry
Bintang menyapa orang tua Harry dan Max terlebih dahulu karena mereka sudah lama tidak bertemu.
Di tengah-tengah obrolan mereka yang hangat tiba-tiba orang yang terlupakan kehadiran nya masuk,Iyah Brian baru masuk .
"Loh nak kamu dari mana saja?"tanya sang Mama baru sadar akan kehadiran putra tampan nya itu
"Tadi ada panggilan dari stiv ma"jawab Brian yang merasa pusing berada di dalam ini
"Sudah duduk lah acara nya belum di mulai kok"kata sang papa
__ADS_1
Brian duduk bersebelahan dengan bintang,di tengah keramaian ini Brian bisa melihat kalau wajah gadis kecil itu tidak bahagia sama sekali.apa lagi saat mendapati informasi yang sudah di berikan oleh Asisten nya tadi.
"Sebenarnya apa yang membuat mu seperti ini, seharusnya gadis seumuran seperti mu masih sibuk dengan kenakalan nya.tapi kau sudah tumbuh menjadi dewasa sebelum waktunya."batin Brian
"Kakak kau harus menepati janji kakak tadi"ucap Mila yang membuat Brian sadar dari lamunannya
"Iya katakan apa yang kau inginkan"jawab Brian
"Baiklah Mila hanya ingin kakak menerima aku dan teman-teman Mila bekerja di rumah sakit kakak"ucap Mila penuh semangat
"Apa kau yakin teman-teman mu ini ingin ikut ke Indonesia"?tanya Brian
"Tentu saja yakin bahkan Max dan Harry sudah mengurus surat-surat mereka sebelum wisuda."kata Mila sambil menatap sahabatnya dan langsung di angguki oleh kedua nya
"Baiklah akan kakak pertimbangkan tapi kalau kalian melakukan kesalahan maka kakak tidak akan segan-segan memberikan hukuman."ucap Brian
"Alhamdulillah akhirnya keinginan kita untuk kerja bersama akhirnya tercapai"kata Mila bahagia
Orang-orang yang berada di dalam ikut bahagia kecuali si gadis kecil yang terlihat ingin mengatakan sesuatu.
"Maksud nya gimana"?tanya Mila
"Iyah maafin Bintang kak, karena Bintang sudah terlanjur menerima kerja sama dengan rumah sakit XX."jawab Bintang
Iyah semua orang tau kalau rumah sakit yang bintang sebutkan adalah salah satu rumah sakit terbaik di dunia,dan dia berhasil masuk ke sana dengan mudah nya.
Mendengar hal itu Brian bertambah kagum pada sosok gadis yang ada di samping nya itu,kalau orang lain yang baru melihat bintang maka tidak akan pernah percaya akan hal ini.
"Baiklah tapi kalau kau sudah bosan bekerja disitu maka pulang lah,kak Brian pasti langsung menerima mu."ucap Mila yang sedikit kecewa
"Bintang minta tolong sama kakak buat sering-sering buat jenguk ayah ya"mohon bintang
"Kamu tidak perlu khawatir sayang kami akan sering menemui ayah mu."ucap Bu Leni
Setelah acara perayaan kelulusan mereka selesai,Brian ijin untuk keluar sebentar karena ponsel nya berbunyi lagi.
"Halo."ucap Brian setelah melihat nama siapa yang tertera di layar ponsel nya
__ADS_1
"Bri kamu lagi dimana?tanya nya
"Aku lagi menghadiri acara wisuda adik aku"jawab Brian
"Jadi kau lagi di Inggris!trus kenapa tidak memberi tahu aku dulu"ucap nya kesal
"Seperti nya aku tidak harus melaporkan setiap kegiatan aku padamu'"jawab Brian
"Maksud aku tidak seperti itu Brian,kau tau kan kalau aku menyayangimu jadi aku mohon jangan buat aku khawatir"ucap nya menahan tangisnya
Brian tentu saja tau kalau wanita yang saat ini menghubungi nya sedang menangis dan hal itu lah yang membuat nya selalu merasa bersalah karena dia tidak tega melihat wanita menangis karena dirinya.
"Sudah jangan menangis lagi kau akan sakit nanti,aku minta maaf karena sudah tidak membalas pesan darimu."kata Brian
"Lain kali kalau kau ingin bepergian jangan lupa untuk mengabari aku"ucap nya dengan suara yang lebih tenang
Setelah panggilan nya terputus Brian memijat kepalanya yang terasa sakit, sebenarnya Dia ingin menghindari wanita itu tapi setelah mendengar ceritanya dan mendapati wanita itu beberapa kali berkunjung ke salah satu psikiater membuat Brian tidak tega.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, jujur saja aku tidak ingin membuat nya kembali terpuruk lagi.tapi aku juga tidak bisa membalas cinta nya."gumam Brian putus asa
Setelah merasa lebih baik Brian mengirim pesan pada stiv untuk mencari informasi lebih dalam lagi mengenai gadis kecil yang sudah mengusik ketenangan hati nya.
"Kakak kapan kalian akan kembali ke Indonesia"?tanya Bintang pada Mila
"Mungkin dua hari lagi karena kak Brian dan papa tidak bisa menginggalkan pekerjaan nya terlalu lama"jawab Mila
"Kenapa kakak tidak bilang dari tadi,kan bintang belum beli oleh-oleh buat ayah"ucap bintang sambil cemberut
"Jangan pasang wajah menggemaskan ini baby kalau tidak ,orang-orang tidak akan pernah percaya kalau gadis kecil aku ini adalah dokter hebat."ucap Max sambil mengacak rambut bintang
"Kakak jangan bicara seperti itu "jawab bintang yang langsung menggandeng tangan Harry dan meninggalkan max dan Mila yang masih tertawa
Tentu saja kejadian itu tidak luput dari pandangan Brian yang sedikit kesal melihat teman-teman adik nya bisa sedekat itu dengan gadis kecil nya.tunggu- tunggu sejak kapan Brian mengakuisisi bintang sebagai milik nya 😊
bersambung
jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan Vote juga kasih bintang Lima ya TERIMAKASIH 😘
__ADS_1