
Jakarta.Indonesia
Setelah bertahun-tahun di asing kan akhirnya kini Fika kembali ke negeri nya. Rasa rindu nya pada sang adik sudah menggunung,dia ingin cepat-cepat segera sampai agar bisa memeluk adik kecil nya. dan juga Fika begitu penasaran bagaimana rupa Sang adik sekarang,pasti adik nya tumbuh menjadi gadis yang begitu cantik dan pintar.
Flashback
Fika selalu meminta pada ayah nya untuk menunjukkan wajah adik nya setiap kali mereka berkunjung menemui dirinya, tetapi ayah tidak pernah menunjukkan bagaimana rupa adik nya bintang.sedih tentu saja tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena ibu tirinya selalu mengancam akan menyakiti adik nya kalau masih meminta ayah nya menunjukkan foto adik nya.
"Ayah sekali ini saja tolong kabulkan permintaan Fika"ucap Fika sambil menangis
Hendra hanya diam saja tanpa tau harus Ngomong apa,sebab dia sendiri tidak tau apa anak itu masih hidup atau sudah mati.
"Ayah bicaralah katakan bagaimana rupa adik aku"rengek Fika lagi
Dian yang mendengar rengekan anak tiri nya itu begitu kesal bisa-bisa suami nya itu akan kelepasan bicara.
"Mas makan siang sudah siap kita makan dulu"ucap nya sambil menarik tangan suami nya
"Ayo sayang kita makan dulu"ajak Hendra tapi Fika menolaknya karena dia tidak berselera makan
Sesampainya di meja makan Dian mengatai Fika yang tidak punya sopan santun dan tentunya itu membuat Hendra kesal, karena baginya tidak ada yang boleh mengatai putri nya seperti itu.
"Seharusnya kau berkaca pada dirimu dulu,apa kau pikir kau sudah sukses menjadi seorang ibu?Tidak kau gagal besar.apa kau tidak ingat putri mu itu sudah dua kali tidak naik kelas,kalau saja sekolah itu bukan yayasan keluarga kita maka dia tidak akan pernah naik kelas karena kelakuan nya."ucap Hendra kesal
"Kau pikir putri kita Ria hanya anak aku saja,dia juga putrimu mas.jadi apa yang dilakukan nya kesalahan kamu juga."jawab Dian terlihat murka
"Kalau saja kau tidak selalu memanjakan nya dan menuruti semua keinginan nya,maka dia tidak akan jadi anak yang manja dan membangkang.kau hanya untuk mengurus dirinya pun tidak mampu dan hanya menghambur kan uang"kata Hendra tidak kalah kesal
"Iyah karena kau hanya memperhatikan putrimu itu dan tidak pernah memperhatikan putri aku,jadi apa salahnya aku memanjakan diri nya."jawab Dian
Fika yang mendengar perdebatan keduanya pun langsung turun kebawah.
"Kalau kalian kesini untuk berdebat lebih baik kalian kembali Saja karena aku tidak ingin mendengar pertengkaran kalian."kata Fika
__ADS_1
Hendra melihat mata putri nya yang sembab membuat hati nya sakit, karena dia sudah melukai hati gadis nya.
"Kau lihat itu mas,kita jauh-jauh ke sini untuk melihat nya tapi malah di usir."decak Dian sambil tersenyum sinis
"Aku tidak pernah mengharapkan kehadiran kalian datang menemui aku Tante, karena beberapa tahun ini aku sudah bisa hidup sendiri."jawab Fika yang terlihat begitu kesal kepada istri ayah nya itu
"Baiklah kalau itu yang kau inginkan kami tidak akan pernah datang menemui mu lagi."kata Dian
"Tidak masalah jadi jika kalian ingin kembali maka aku akan sangat bahagia,dah ayah jika ayah ingin menemui aku lagi maka aku sangat memohon pada ayah untuk membawa adik aku bintang,jika tidak maka ayah tidak perlu datang menemui aku lagi."ucap fika
"Jagan bicara seperti itu nak, bagaimana bisa ayah tidak mengunjungi mu."jawab Hendra
"Tidak perlu khawatir karena aku bukan anak kecil lagi,Jika besok pagi kalian akan kembali maka tidak perlu berpamitan kepada aku."ucap Fika meninggalkan sang ayah yang hanya diam
Benar saja pagi itu ayah nya kembali ke Indonesia tanpa berpamitan kepada nya,itu lebih baik dari pada harus melihat sang ayah.
Fika sudah terlihat begitu putus asa untuk mencari tau tentang adik nya,dia sudah mencari di situs internet tapi tetap tidak menemukan nya.
"Maaf kan kakak dek karena belum bisa menemui mu.kakak harap kau baik-baik saja dan tunggu kakak kembali,agar kita bisa bersama lagi hanya kita berdua."batin Fika
Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan Hendra di buat kesal karena mendapati putri nya sedang melakukan pesta dirumah nya . tentu saja sang istri tidak bisa melakukan pembelaan lagi karena dia juga lupa untuk mengabari putri nya tadi
"Apa yang kalian lakukan di rumah saya"kata Hendra dengan marah
Mendengar suara yang begitu dikenal oleh Ria tentu saja sangat takut.karena dia tau akan kena hukuman setelah ini
Sementara teman-teman Ria yang tadi asik berjoget langsung berlarian pulang karena mereka tidak mau jadi ikut sasaran amukan sang tuan rumah.
"Ayah Ria bisa jelas.."belum sempat ria menyelesaikan omongan nya tapi Hendra sudah melayangkan tangannya
Plakkk
"Mas apa yang sudah kau lakukan"teriak Dian yang melihat putri tercinta nya di tampar
__ADS_1
"Kalau kau tidak ingin pernikahan kita berakhir saat ini maka jangan ikut campur"ancam Hendra dan tentunya Dian langsung diam karena dia tidak ingin menjadi gelandangan nanti kalau suaminya menceraikan dirinya
Hendra langsung menarik tangan Ria dan membawa nya ke gudang dimana dulu bintang sering di kurung.
"Ayah Ria minta maaf"rengek ria yang terlihat takut
"Diam kau sudah terlalu di manjakan jadi terimalah hukuman mu ini Agar kau sadar."bentak Hendra
"Ayah Ria tidak mau di kurung,ria takut gelap."ucap ria dengan air mata nya
Dian hanya diam saja tanpa bisa membela putri nya kali ini, karena dia tidak tau harus melakukan apa.
"Mah jangan diam saja,tolong Ria. ria takut ria tidak mau di masukkan dalam gudang."ucap ria Yang begitu kesal kepada wanita yang melahirkan nya itu
Hendra langsung memasukkan putri nya kedalam gudang yang gelap itu,sekelibat ingatan nya mengingat kepada anak yang tidak di inginkan nya itu. Hendra meninggalkan putri nya setelah memastikan sudah mengunci nya, tiba-tiba saja hati nya tidak tenang.
Bagaimana mungkin setelah sekian lama dia baru mengingat anak yang juga putri nya itu.bayangan gadis kecil itu yang selalu tersenyum kepada nya bermunculan di ingatan nya
"Tidak pergi dari sini"teriak Hendra yang merasa kalau gadis kecil itu sedang menatap nya dengan tatapan yang tajam,sudah tidak ada lagi senyum di wajah gadis itu
Dian yang ingin menenangkan putri nya itulah terkejut mendengar teriakkan suami nya.dia langsung berlari ke lantai atas untuk menemui suaminya.
"Mas buka pintu nya ada apa? mengapa kau berteriak."tanya Dian
"Aku hanya ingin sendiri jadi jangan ganggu aku."jawab Hendra setelah sadar saat mendengar istri nya
"Kau memang anak sialan, setelah sekian lama mengapa kau datang."batin Hendra
bersambung
"Jika kamu menghakimi orang
kamu tidak akan punya waktu untuk mencintai mereka" (bunda tere)
__ADS_1
jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan Vote juga kasih bintang Lima ya TERIMAKASIH