AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
episode 82


__ADS_3

Bintang dapat melihat banyak nya orang-orang hebat yang berada di dalam gedung tersebut,bahkan dia sempat tidak percaya diri tadi.tapi setelah bintang tidak sengaja melihat orang-orang dari masa lalu nya ikut hadir dalam acara tersebut dia meyakini dirinya sendiri kalau dia akan baik-baik saja.


Tidak lama kemudian seseorang sudah membuka acara tersebut dengan memperkenalkan alat-alat yang canggih untuk kebutuhan medis, beserta obat-obatan. Dan kini giliran dirinya yang di persilahkan untuk memperkenalkan dirinya selaku dokter muda yang berprestasi.


Bintang berdiri di podium sembari tersenyum walaupun hati nya sedang tidak baik-baik saja, karena melihat tatapan yang begitu hangat dan penuh cinta dari kursi yang tidak jauh dari tempat nya berdiri. Mungkin dulu bintang begitu menginginkan tatapan seperti itu tapi tidak untuk sekarang,rasa nya bintang ingin menangis tapi tidak bisa.


Bintang memperkenalkan dirinya dan juga nama kedua orang tua nya.bibir nya selalu tersenyum saat menyebut sosok ayah nya yang begitu hebat di mata nya.


"Baiklah teman-teman apa ada yang ingin bertanya dengan dokter bintang?"tanya pembawa acara tersebut sesaat bintang selesai berbicara


Para wartawan yang turut hadir pun tidak ingin menunda waktu untuk melontarkan beberapa pertanyaan yang sudah ada di benak masing-masing.


"Dokter tolong katakan bagaimana bisa di usia dokter yang masih sangat muda sudah menjadi seorang dokter yang hebat"?tanya salah wartawan


"Itu sudah takdir yang diberikan oleh yang maha kuasa,agar aku bisa membantu orang-orang yang sakit"jawab bintang sekenanya


"Tapi apa dokter tidak merasa kehilangan masa remaja dokter karena harus menanggung tanggung jawab di umur yang masih sangat muda"


"Tentu rasa itu dulu pernah aku rasakan, rasa ingin menikmati waktu bersama keluarga.di ajak bermain dan sebagainya,tapi setelah saya melihat perjuangan ayah dan ibu saya bagaimana mereka bekerja keras untuk bisa memberikan aku yang terbaik saat itu juga aku berjanji akan membuat mereka bangga dengan prestasi aku,dan akhirnya aku bisa sampai berdiri disini."Jawab Bintang dengan mata yang sudah memerah menahan air matanya agar tidak jatuh,

__ADS_1


"Dokter apa benar kalau dokter anak yang tidak di inginkan oleh kedua orang tua dokter hingga dokter di asuh oleh orang tua dokter yang sekarang?"tanya salah wartawan yang sudah di bayar oleh seseorang yang saat ini sedang bahagia.


Mendengar pertanyaan seperti ini tentu saja membuat bintang tidak kuasa menahan air matanya,bayangan dirinya waktu kecil yang selalu disiksa pun berputar di benak nya.


Semua orang yang berada di dalam acara tersebut seketika terdiam mendengar kenyataan tersebut tapi yang paling membuat mereka bungkam adalah jawaban dari mulut kecil nya bintang.


"Mungkin saya memang tidak di inginkan oleh keluarga aku dulu,tapi aku bukan anak yang tidak di inginkan. Kedua orang tua aku begitu menginginkan kehadiran aku di dalam keluarga nya. aku memang bukan anak kandung mereka tapi kasih sayang yang mereka berikan sudah lebih dari yang aku inginkan.orang tua aku begitu menyayangi aku hingga aku bisa seperti ini." Bintang menjawab pertanyaan tersebut dengan air mata nya yang sudah tidak bisa dia bendung lagi


Banyak orang yang menatap bintang dengan penuh kekaguman,mungkin kalau mereka di posisi bintang belum tentu mereka akan sekuat dirinya.orang-orang yang hadir saat ini Bintang lah yang paling muda,tapi pemikiran nya lebih dewasa.


Bastian yang mendengar jawaban dari anak yang dulu dia sia-siakan merasa dada nya semakin sesak karena di hantui rasa bersalah.dia tau kalau orang tua yang dibicarakan oleh anak nya itu pasti orang yang telah membesarkan putrinya.


Setelah sesi tanya-jawab nya selesai banyak dari rumah sakit besar yang menginginkan Bintang untuk bergabung dengan mereka,tapi bintang hanya menanggapi hal itu dengan tersenyum.


Sesuai dengan janji Brian yang ingin mempertemukan keluarga yang sudah lama tidak bertemu itu pun akhirnya bertemu juga, disinilah mereka sekarang disalah satu ruangan yang di hadiri oleh beberapa orang saja.


Flashback


Brian tidak tega melihat keadaan Fika yang begitu menyedihkan saat mereka bertemu,dia juga ikut andil dalam rasa sakit yang dirasakan nya karena sudah tidak jujur.

__ADS_1


"Jangan siksa dirimu seperti ini"ucap Brian tak tega melihat wajah pucat Fika


Fika yang mendengar perkataan Brian pun hanya bisa tersenyum,apa lagi yang harus dia lakukan.mungkin adik nya juga bahkan sudah tidak Sudi lagi bertemu dengan nya


"Lantas aku harus bagaimana Brian, seandainya kau mengatakan sedari awal kalau sudah menemukan adik aku, mungkin keadaan nya tidak begini."jawab Fika dengan nada getir


"Aku minta maaf,apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkan aku"? tanya Brian sembari merapikan rambut Fika yang berantakan.


Dengan sikap Brian yang seperti ini gadis mana pun akan merasa kalau dirinya dicintai.harua nya Brian tidak bersikap seperti ini kalau pada akhirnya akan meninggalkan dirinya.


"Aku hanya ingin bertemu dengan adik aku Brian, apa kau bisa membantu aku agar dia mau bertemu dengan aku"


Brian sebenarnya tidak bisa menjanjikan hal itu tapi dia akan berusaha agar kedua Kakak beradik itu bisa bertemu.


"Baiklah aku janji akan membujuk bintang agar mau bertemu dengan mu"jawab Brian meyakinkan


Tanpa mereka sadari kalau sedari tadi obrolan mereka didengar oleh seseorang yang duduk tepat di belakang meja mereka, hingga ide licik itu pun sudah tersemat di kepalanya.


jangan lupa tinggalkan pesan ya kak😘dan saran juga aku terima kok bila ada yang ingin memberi saran.

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2