
Tidak ada siapapun yang tau apa yang akan terjadi kedepannya, begitu juga dengan Martin dia tidak memiliki firasat apa pun saat meninggalkan gadis malang itu tadi.kepergian nya di iringi dengan sejuta harapan oleh anak kecil yang melambaikan tangan nya.
"Tunggu lah sebentar lagi nak,paman akan membawa mu pergi setelah pekerjaan paman selesai."batin Martin karena dia memang harus menemui pengacara keluarga tuan Dinata untuk mengambil surat-surat penting yang di berikan kepada Bintang. karena sebelum kepergian atasan nya itu dia diminta untuk segera mengurus nya.
Di tengah-tengah perjalanan nya Martin merasa kalau mobil yang berada di belakang nya mengikuti nya.karena perasaan nya yang sudah tidak tenang Martin menambah laju kecepatan mobil nya hingga hal yang tidak diinginkan nya terjadi. Ternyata di persimpangan jalan sudah ada mobil yang menunggu nya,mobil dengan kecepatan tinggi itu pun tidak bisa dia kendalikan hingga kecelakaan pun terjadi.
.................
Sesampainya Hendra di dalam rumah nya orang yang pertama kali dia cari adalah Bintang,dia begitu bahagia setelah mendapat laporan dari anak buah nya tadi.
"Bintang"teriaknya begitu menggema di seluruh ruangan itu
Fika yang melihat ayah nya semakin menakutkan itu pun langsung berlari untuk memanggil adik nya ,karena kalau terlambat maka akan hukuman lah yang akan diterima nya.
"Bintang bangun dek ayah memanggil mu."ucap Fika sambil menggoyang tubuh adik nya
__ADS_1
Bintang yang merasa terganggu pun akhirnya membuka mata nya,
"Ada apa kak?"tanya nya yang masih terlihat begitu lelah
"Ayo cepat turun ayah dari tadi memanggil mu."jawab Fika
Tidak menunggu lama akhirnya mereka berdua turun dan menemui sang ayah yang lagi menggendong sang adik.
"Ayah ada apa"?tanya nya menatap penuh kecemburuan melihat ayah nya memanjakan sodari nya yang lain
"Tapi Bintang masih kecil yah,lagi pula disini kan banyak orang."jawab nya
"Kau pikir kau ini siapa hah,kalau kau tidak mau silahkan pergi dari rumah ini."ucap Hendra yang kini sudah berdiri di depan gadis kecil itu
"Ayah mengapa kau selalu marah pada Bintang, mengapa ayah tidak perlu menyayangi bintan.bintang juga kan anak nya ayah, lalu mengapa ayah selalu membeda-bedakan kami.bunda pergi bukan karena bintang ayah tapi karena memang bunda sudah harus pergi."ucap nya panjang lebar tanpa air mata tentu nya
__ADS_1
Hendra yang semakin geram akan ucap anak kecil dihadapan nya ini langsung menampar nya hingga membuat pipi bintang bengkak, bagaimana tidak anak sekecil dirinya sudah mendapatkan kekerasan dari ayah nya.
Fika langsung memeluk adik nya sambil memohon pada ayah nya untuk tidak menyakiti adik nya lagi.dia merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi adik nya dari amukan ayah nya.
"Kalau ayah masih menyakiti bintang maka jangan salahkan kalau aku akan pergi dari rumah ini."ancam Fika karena Dia tidak tau lagi apa yang harus dia ucapkan
"Kau sudah mulai berani ya melawan ayah"ucap Hendra menarik kakak beradik yang sedang berpelukan itu
"Ayah dulu mungkin aku akan selalu menuruti keinginan ayah tapi untuk saat ini aku tidak akan membiarkan ayah menyakiti adik aku lagu."ucap bintang Fika
Dian langsung membawa putri nya masuk ke kamarnya karena Dia tidak ingin kalau putri nya ikut imbasnya.dia membiarkan ayah dan anak itu bertengkar karena memang dia tidak perduli
Dia hanya menginginkan suami nya itu cepat-cepat mengurus semua harta peninggalan dari mendiang istri suaminya itu cepat beralih nama.
jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan Vote dan jangan lupa Bintang lima juga
__ADS_1
terimakasih