
Bintang kini tengah duduk dekat pusaran sang Ayah,rumah terakhir sang ayah.Bintang hanya terdiam dengan air mata nya yang masih membasahi pipinya.bayangan bagaimana dulu sang ayah bekerja keras untuk membahagiakan dirinya, bagaimana besar nya cinta dan kasih sayang yang ayah nya berikan.tubuh nya yang dulu kecil seperti anak terkena penyakitan saat pertama kali mereka bertemu, berangsur membaik saat sepasang suami istri yang baik hati itu merawat nya penuh dengan cinta.
"Bintang kita pulang yuk dek"ucap Fika yang tidak tega melihat penampilan sang adik sekarang. sosok dokter yang hebat itu akhirnya kembali seperti anak kecil
Bintang tidak menyahut perkataan Fika dan yang lain nya,yang masih menemaninya.
"Bintang ayo pulang nak hari sudah mulai gelap"ucap Hendra yang berhasil menarik jiwa Bintang yang entah dari mana
"Mau pulang kemana?apa kau akan menyiksa aku lagi jika aku ikut pulang dengan mu."tanya Bintang sambil tersenyum dengan mata yang semakin memerah
"Ayah minta maaf nak,ayah janji tidak akan pernah menyakiti mu lagi."kata Hendra yang merasa dada nya begitu sakit mendapatkan pertanyaan seperti itu
"Benarkah kau tidak akan menyakiti aku lagi,kau tau tubuh aku sangat sakit setiap kali mendapat pukulan dari tangan mu yang besar itu, kepala aku juga sakit saat rambut aku di tarik ke sana kemari oleh anak dan istrimu itu ."jawab Bintang sambil sesekali memegang kepala nya seolah masih merasakan sakit, Bintang tidak pandai untuk menyembunyikan rasa sakit nya dan saat ini dia ingin semua orang tau kalau Bintang itu sudah mulai redup dari cahayanya
Hendra terdiam seperti melihat tubuh kecil Bintang yang dulu selalu dia siksa bersama Heni,meski tidak melakukan kesalahan Bintang selalu mendapat siksaan dari nya maupun Mantan istrinya
Hiks hiks
Tangis Bintang pecah di iringi dengan suara ketawa keras dari nya.
"Mengapa bukan kau saja yang mati ,mengapa harus ayah aku yang harus mati sekarang.seharus nya kau lah yang pantas karena kau adalah laki-laki jahat.bagaiman ada seorang ayah begitu tega menyiksa anak nya sendiri,tidak pernah sekalipun saya membuat kesalahan tapi tubuh kecil saya selalu anda siksa."teriak Bintang sejadi-jadinya,rasa nya penderitaan nya sejak kecil masih membekas di hati dan ingatan nya.
__ADS_1
Hendra tidak dapat menjawab perkataan dari Bintang lagi, karena mulut nya sudah tidak dapat lagi untuk merangkai kata lagi,hanya air mata lah yang dapat menggambarkan bahwa hati nya juga sakit.
Brian ingin mendekat dan ingin memeluk gadis pujaan hati nya,tapi langkah nya terhenti saat melihat sosok laki-laki yang beberapa hari ini berada di dekat Bintang sudah merengkuh tubuh kecil Bintang.
"Sekarang kita pulang yuk"ajak Adam yang masih memeluk erat tubuh Bintang
"Aku akan pulang kemana lagi,rumah yang selama ini aku tuju sudah pergi meninggalkan aku sendirian"jawab Bintang yang makin menenggelamkan wajahnya di pelukan Adam
"Kau masih punya aku Bintang,kau juga masih punya kakak dan yang lain nya."ujar Adam sembari mengelus kepala Bintang berharap gadis nya itu berhenti menangis karena dia juga ikut merasakan sakit hati tiap melihat tetesan air mata yang jatuh di pipih pucat Bintang
"Jangan pernah tinggalkan aku sendiri tolong bawa aku pergi bersama mu."ucap Bintang dengan suara yang semakin lemah dan pada akhirnya Bintang tidak sadarkan diri
Adam langsung membawa tubuh Bintang dalam gendongan nya ,dan berjanji dalam hati nya kalau dia tidak akan membiarkan siapa pun akan menyakiti hati gadis yang dicintainya itu.
Hari sudah semakin gelap orang-orang yang mengantarkan almarhum pak Desta tadi sudah pergi ketempat masing-masing.
Niat Brian yang tadi ingin ikut menemani Bintang menjadi tidak jadi saat anak buah yang dia suruh untuk mencari keberadaan Heni menghubungi nya, bahwa orang yang dia cari sudah mereka temukan dan kini sudah berada di salah satu tempat yang sudah Brian siapkan sebelum nya.
"Kau akan mendapatkan ganjaran dengan apa yang sudah kau lakukan selama ini,tidak akan pernah aku biarkan kau lolos dengan mudah "batin Brian yang kini sudah di selimuti dengan amarahnya
Di lain tempat
__ADS_1
Heni masih tidak mau diam meski tadi sudah diberikan tamparan keras di wajah nya,dia masih memberontak dan minta untuk di lepaskan.
"Heh nenek tua sebaiknya kau simpan saja energi mu itu untuk berhadapan dengan tuan aku,kau hanya bikin pusing saja dengan suara jelek mu itu"ucap salah satu bawahan Brian
"Dasar kurang ajar kau,awas saja jika nanti aku bisa bebas maka kau orang pertama yang akan aku bunuh"Heni begitu geram dah marah mendengar dirinya disebut dengan nenek tua
"Sebaiknya kau diam seperti putrimu itu dan tidak banyak omong atau kau mau kalau mulut busuk mu itu aku sumpel pakai kaus kaki aku ini."ucap yang lain nya
Heni sudah mulai menggila dan memaki semua orang yang ada disitu,Bahkan Ria pun ikut terkena amukan sang Mama
"Ini semua karena kebodohan mu,dasar anak sial "ucap Heni sambil berteriak-teriak andai saja tangan nya tidak di ikat sudah bisa di pastikan kalau Ria sudah menjadi sasaran amarah nya
"Kenapa Mama menyalahkan Ria sekarang, Ria sudah melakukan apa yang Mama suruh semua nya"jawab Ria tidak terima dengan perkataan sang Mama
"Jika saja kau tidak meninggalkan tiket pesawat tadi maka kita tidak akan terlambat untuk pergi,tapi karena kebodohan mu itu kita jadi berakhir disini "Heni tidak mau kalau usaha nya untuk menghancurkan orang-orang yang terlibat di masa lalu nya hidup bahagia
Ria hanya diam karena memang itu kesalahan nya, sebelum mereka akan pergi sang mantan sudah menyuruh nya untuk memeriksa kembali semua keperluan mereka tapi sial nya ria malah lupa memasukkan tiket kedalam tas nya.hingga akhirnya mereka berada di sini sekarang.
hai sebelum nya saya mau ngucapin banyak terimakasih karena sudah membaca cerita aku.meskipun yang memberikan like pada tiap cerita aku hanya sedikit tapi aku tetap melanjutkan nya hingga benar-benar tamat.
Walaupun jauh dari yang aku harapkan,jadi kali ini aku minta jangan jadi pembaca yang diam saja,tolong berikan aku apresiasi meskipun hanya sekedar like saja.itu sudah membuat aku bertambah semangat.
__ADS_1
Maaf bukan nya mengeluh tapi hanya ingin menyampaikan perasaan aku saja.
terimakasih.