
Sepanjang perjalanan Bintang masih memikirkan pertemuan dengan laki-laki yang statusnya sebagai ayah biologis nya itu setelah sekian tahun. Bintang tidak tau kejutan apa lagi yang akan Tuhan persiapan untuk dirinya,jujur saja bintang belum siap jika harus di pertemuan dengan orang-orang dari masa lalunya.
Setelah beberapa saat kemudian Bintang tiba di apartemen nya dengan hati yang sudah kembali bahagia lagi,rasa nya dia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan kasus empuk nya untuk menyelam kedalam mimpi indah nya.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga bintang terbangun dari tidurnya karena ponsel nya yang sedari tadi berbunyi.bintang melihat jam yang ada di ponselnya masih menunjukkan pukul tiga dini hari
"Halo ada apa Gwen"?tanya bintang dengan suara parau nya
"Dokter ada pasien darurat yang harus segera di operasi,tapi Dokter Adam tidak bisa di hubungi"ucap Gwen Panik karena malam ini dia jaga malam
"Baiklah aku akan segera ke sana dan persiapkan tempat nya."bintang langsung mematikan panggilan nya dan langsung memakai sendal nya tanpa sadar kalau dia masih mengenakan gaun tidur yang begitu lucu
Tidak lama kemudian bintang sudah tiba di rumah sakit dan langsung berlari tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang melihat nya lucu sekaligus aneh.
"Dimana pasien nya sekarang"?tanya bintang sesaat setelah sampai
"Dokter apa kau baik-baik saja"?tanya suster Vili
__ADS_1
"Iyah aku baik-baik saja apa dokter Gwen sudah mempersiapkan tempat nya"?tanya nya lagi
"Aku sudah mempersiapkan tempat nya dok tapi dokter tidak akan melakukan operasi dengan seperti ini kan"?tanya Gwen yang melihat bintang begitu cantik dan lucu
Bintang seakan sadar melihat arah mata Gwen yang memandang diri nya, seketika bintang berteriak meminta Gwen untuk keluar sementara dirinya Langsung memakai seragam khusus melakukan operasi.
Orang-orang sekitar nya hanya bisa tersenyum melihat tingkah bintang yang masih memperlihatkan sisi kekanakan nya.
Bintang memulai operasi nya di bantu oleh Gwen dan beberapa yang lain nya, hampir tiga puluh menit operasi berjalan baru dokter Adam datang. Sebenarnya dokter Adam tadi mengalami kesulitan di jalan dan ponsel nya tertinggal di rumah nya setelah mendapat panggilan dari Gwen.
Sesampainya di rumah sakit dokter Adam langsung berlari menuju ruangan operasi,dan saat melihat layar yang tertera kalau dokter bintang yang melakukan operasi dia semakin khawatir. tapi rasa khawatirnya perlahan menghilang saat melihat prof Michael sedang memantau dari atas.
"Tadi aku ada kendala di jalan paman"jawab Adam sambil memperhatikan bintang yang tengah melakukan operasi nya
"Kau tau gadis kecil yang kau ragukan itu bahkan bisa menyelesaikan operasi sulit ini hanya satu jam saja."kata prof Michael
"Apa paman yakin saat pasien sadar akan baik-baik saja"?tanya Adam yang masih kurang percaya akan kemampuan Bintang
__ADS_1
"Jangan katakan itu di depan nya dam,kalau tidak dokter bintang akan marah padamu,dia bahkan tidak memperdulikan penampilan nya saat mendapat panggilan dari asisten nya padahal ini bukan lah jadwal nya dia."jelas prof Michael
Setelah melakukan operasi kini bintang harus berfikir bagaimana cara nya dia harus pulang karena tidak mungkin dia memakai gaun tidurnya itu lagi.
"Dokter apa yang sedang kau pikirkan"?tanya Gwen yang ingin menggoda bintang
"Bagaimana nanti aku akan pulang"ucap bintang lesu seakan dia amnesia kalau dia masih memiliki baju ganti di dalam loker nya
"Apa dokter mau saya pinjam kan baju"?tanya Gwen sambil tersenyum
Di tengah-tengah perdebatan mereka tiba-tiba Adam melemparkan kemeja yang lumayan besar kepada Bintang dan langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. tentu saja hal itu membuat perbincangan hangat di dalam rumah sakit.
"Dokter apa kau punya hubungan dengan dokter Adam?"tanya Gwen sedikit kecewa
"Iya dok jawab lah"timpal suster Vili
"Kalian ini ngomong apa sih saya dan dokter Adam tidak punya hubungan apa pun,dan satu lagi saya tidak ingin mendengar gosip apa pun."ucap Bintang pergi sambil mengenakan kemeja yang di berikan Adam
__ADS_1
Mereka tidak tau kalau ada seseorang yang mendengar dan ingin membuat dokter yang selalu di puja-puji itu segera menghilang dari hadapannya.