
Hari-hari bintang lewati dengan penuh rasa sakit yang semakin menggunung di hati nya,di dalam rumah itu diri nya selalu di sakiti baik secara fisik maupun psikis nya.
Flashback
Suatu hari bintang di pukuli ayah nya lagi hanya karena dia mengambil uang ayah nya yang cukup lumayan banyak,kalau kalian pikir bintang ingin kabur dengan uang itu tentu saja tidak dia mengambil itu hanya karena ingin mendapatkan perhatian ayah nya walau hanya sedetik saja.
"Siapa yang sudah mengajari kamu untuk menjadi seorang pencuri"kata Hendra dengan melayangkan tangan nya lagi hingga membuat bintang terjatuh
"Dasar anak sialan, bisa-bisa nya kau mencuri uang sebanyak itu.katakan mau kau apakan uang itu ,,huh."bentak Tante Dian
Semua orang yang berada di tempat itu melihat nya penuh rasa kasihan apa lagi mbak indah yang sudah menangis dari tadi.tidak ada yang percaya kalau gadis malang itu akan menghabiskan uang itu.
"Katakan jangan menjadi bisu seperti ini,atau kau ingin aku membunuh mu sekarang."teriak Hendra lagi
Fika yang melihat ayah nya membuka ikat pinggang nya pun langsung memeluk adik nya yang masih membungkam.
"Ayah jangan pukul lagi ,bukan kah uang ayah masih utuh."seru Fika dengan air mata nya yang bercucuran
"Fika jangan ikut campur dan jangan kau bela terus pencuri itu,"ucap Dian menarik tangan Fika dengan paksa
Slakkk
__ADS_1
Satu cambukan sudah mendarat di tubuh bintang seolah dia tidak merasakan sakit lagi.
"Katakan mengapa kau mengambil uang sebanyak itu"ucap Hendra yang ingin memukul bintang lagi tapi tangan kecil itu menyentuh kaki nya
"Ayah ingin tau mengapa aku mengambil uang ayah,itu karena aku ingin mendapatkan perhatian ayah walaupun hanya sedetik.bintang tidak punya uang yang banyak untuk bisa membeli Waktu ayah yang berharga itu. Bintang tidak punya uang yang banyak agar ayah mau memberikan bintang sedikit kasih sayang ayah, Bintang salah apa sama ayah hingga ayah selalu memukul bintang. ucap nya dengan suara bergetar
Orang-orang yang mendengar itu tentu saja sudah menutup mulutnya agar tangis mereka tidak terdengar.
"Kalau memang kehadiran bintang tidak pernah ayah ingin kan mengapa ayah tidak bunuh bintang saja sebelum bintang lahir, mengapa bintang harus hidup kalau akhirnya di siksa seperti ini,apa ayah tau sakit yang ayah berikan pada bintang sudah terlalu banyak."ucap bintang
Hendra tertegun mendengar penuturan Gadis kecil yang tengah menyentuh kaki nya itu, bagaimana mungkin anak sekecil itu bisa bicara seperti orang dewasa.
Dian yang melihat suami nya ingin menyentuh kepala Bintang pun langsung menarik bintang begitu keras.
Hendra yang mendengar itu pun langsung sadar, karena beberapa hari yang lalu orang suruhan nya mengabari nya kalau saat ini Martin sudah siuman.
"Oh jadi kau ingin kabur,baik lah tapi sebelum kau pergi maka rasakan ini ."ucap Hendra sambil menarik tangan kecil itu dengan kuat dan membawa nya ke gudang.
Bintang beberapa kali terjatuh karena ayah nya yang menarik tangan nya dengan kencang,Fika tidak bisa menghentikan ayah nya untuk tidak menyakiti adik nya lagi.karena tidak tahan melihat adik nya yang memanggil nama nya tubuh nya pun seketika merasa lemas dan detik kemudian dia sudah tidak sadarkan diri.
Bintang tidak menangis walaupun sekujur tubuhnya penuh luka,hati nya sudah mati untuk ayah nya. Kini dia berada di dalam gudang yang gelap tanpa sedikitpun cahaya yang bisa masuk kedalam. Takut bercampur sesak itu lah yang dirasakan nya, gadis kecil itu begitu ketakutan di dalam.hingga suara orang yang selalu menyayangi nya terdengar dari luar
__ADS_1
"Bintang sayang apa kau mendengar suara mbak?ucap mbak indah dengan suara bergetar
"Mbak bintang takut,disini tidak ada cahaya disini sangat gelap."jawab bintang dengan suara bergetar
"Sayang jangan takut ya ,mbak ada di sini.maafin mbak tidak bisa membantu mu keluar."kata mbak indah sambil menyenderkan tubuhnya di pintu yang terkunci tersebut
Indah begitu takut karena bintang sudah tidak menjawab perkataan nya, beberapa kali dia mengetok pintu tapi tetap tidak ada jawaban.
"Ya Allah hamba mohon lindungi lah Bintang, berikan anak itu kekuatan."batin mbak indah tanpa bergeser dari duduk nya,mau minta tolong pun percuma karena tidak akan ada yang menolong nya.
Hendra saat ini sedang berada di dalam kamar putri nya Fika ditemani sang istri. Hendra membeli pipi putri nya dengan penuh cinta hingga membuat Dian kesal karena suami nya itu lebih mencintai Fika dari pada putri nya sendiri.
"Seperti nya aku harus menyuruh mas Hendra mengirim Fika keluar negeri agar rencana aku berjalan dengan lancar.karena kalau Fika masih disini mas Hendra akan menuruti semua keinginan nya."batin Dian dengan senyum licik nya karena dia sudah memiliki ide untuk menyingkirkan Fika
"Sayang bangun maafin ayah karena sudah membuat mu takut,ayah janji akan menuruti semua keinginan mu nanti kalau kau mah maafin ayah."ucap Hendra merasa menyesal karena membuat putri tercinta nya itu takut
Flashback off
oh Iyah teman-teman
doa in aku ya soalnya lagi sakit
__ADS_1
semoga sakit aku ini cepat sembuh dan dapat segera melanjutkan aktivitas seperti biasa nya.aamiin