
Setelah kepergian Brian kini gadis yang berparas cantik itu masih duduk sendirian di bandara, penampilan nya terlihat menyedihkan.mata nya yang bengkak karena kebanyakan nangis begitu terlihat,dia bahkan tidak memperdulikan lagi mata orang yang melihat nya aneh.
Kini hatinya begitu sakit setelah apa yang telah terjadi tadi, cinta nya pada laki-laki yang selama ini dia cintai harus patas sepatah patah nya.dirinya sudah mempersiapkan hati nya jika kejadian seperti ini akan terjadi,tapi kenyataannya sakit nya tidak dapat dia tahan.
Fika tersadar dari lamunannya saat ponsel yang ada di dalam tas nya berdering,
"Mengapa mencintai itu semenyakitkan ini, mengapa hati aku harus berlabuh pada orang yang tak akan pernah mencintaiku."batin Fika
......................
Di kediaman Hendra kini sepasang suami istri itu tengah bertengkar hebat,bahkan kini sang istri terlihat begitu menghawatirkan karena Amarah dari Hendra.
"Jadi katakan sudah berapa lama kau selingkuh di belakang aku"teriak Hendra dengan wajah yang memerah
"Aku tidak pernah selingkuh dari kamu mas"elak Heni yang begitu takut melihat suami nya
"Kau pikir aku bodoh dan akan tutup mata setelah apa yang kau lakukan"kata Hendra sambil tersenyum mengejek
Ria yang melihat kondisi ibu nya tidak baik-baik saja langsung memeluk kaki sang ayah agar berhenti memukul sang ibu
"Yah hentikan jangan pukul ibu lagi."ucap ria yang ikut menangis
__ADS_1
"Diam dan jangan ikut campur"kata Hendra datar
"Ibu apa yang terjadi, mengapa ayah memukuli ibu"tanya ria pada ibu nya yang kini masih terduduk di lantai
"Sayang masuk lah kedalam kamar mu dan jangan pernah keluar."jawab Heni
"Apa kau takut jika putri kesayangan mu ini mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."kata Hendra dengan senyum sinis nya.
"Mas aku mohon jangan katakan apa pun di hadapan putri kita"ucap Heni memohon
Haha ha ha
Hendra tertawa penuh dengan kekecewaan, bagaimana mungkin selama puluhan tahun dia tidak tau kalau dia hanya di manfaatkan.bagaimana mungkin selama ini dia begitu memanjakan dan menyayangi putri yang bahkan bukan darah daging nya itu.
"Tidak jangan katakan apa pun pada putri aku,aku yang akan menjelaskan nya nanti pada nya."ucap Heni
"Ibu sebenarnya apa yang terjadi?apa yang tidak aku ketahui."?tanya ria penasaran
"Tidak ada apa-apa sayang sekarang dengarkan kata-kata ibu,masuk kedalam kamar mu."kata Heni sedikit meninggikan suaranya
Saat tiba di dalam rumah nya Fika dapat mendengar isak tangisan, sebenarnya dia enggan untuk mencampuri urusan dan permasalahan yang ada di dalam rumah nya tapi rasa penasaran nya semakin menjadi saat mendengar tawa sang ayah.
__ADS_1
"Ada apa ini"tanya Fika saat melihat adik dan ibu tiri nya tengah menangis dan duduk di lantai
"Kakak katakan pada ayah untuk tidak memukul ibu lagi."ucap ria yang kini sudah berada dalam pelukan sang kakak
"Ayah ada apa ini"tanya Fika yang dapat melihat kekecewaan di mata sang ayah
"Maafin ayah sayang Karena sudah membuat kesalahan yang begitu besar "ucap Hendra
"Ayah bicara apa dan kesalahan apa yang ayah katakan"jawab Fika
Hendra menceritakan semua apa yang terjadi dan kebohongan yang selama ini di tutupi oleh Heni,ria yang mendengar kalau dia bukan anak kandung dari sang ayah hanya bisa menangis, sementara Fika hanya diam saja mengingat bagaimana dulu waktu kecil sang ayah begitu menyayangi adik nya Ria dan selalu menyakiti adik nya bintang.
"Apa kah ini karma dari kelakuan sang ayah dulu,lalu dimana adik aku sekarang.apa dia baik-baik saja sekarang."batin Fika yang tidak begitu perduli akan kenyataan yang baru di dengar nya.
Akhirnya dengan segala pertimbangan Hendra menceraikan Heni dan mengusir nya dari rumah yang sudah mereka tempati puluhan tahun.
"Mas aku minta maaf,aku mohon jangan ceraikan aku."kata Heni yang kini bersujud di kaki Hendra
"Kesalahanmu sudah tidak dapat aku maafkan,jadi sekarang kalian pergi dari rumah aku ini."ucap Hendra
"Ayah apa ayah tidak sayang pada aku."kata ria yang tak ingin keluar dari rumah yang begitu nyaman itu
__ADS_1
Hendra tidak menjawab perkataan dari gadis itu, kini dia masuk kedalam kamar nya.rasa sakit dan kecewa di hati nya begitu besar.
"Tuhan apa ini karma bagiku,dulu aku begitu menyia-nyiakan darah daging aku sendiri.dan memanjakan anak dari orang lain.mengapa mata aku begitu tertutup dengan kenyataan Yang ada. Apa dia masih hidup sekarang, maafkan aku ."batin Hendra menyesali apa yang sudah dia lakukan