AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
,35


__ADS_3

Fika yang memang sudah beberapa kali di kirim sang kakek foto sang adik pun, langsung berdiri dengan tatapan sendu bercampur kerinduan.gadis yang beranjak remaja itu pun tidak sadar sudah meneteskan air mata nya karena ini pertama kali nya dia akan bertemu adik nya setelah tujuh tahun. Fika bahkan tidak memperdulikan larangan dari sang ayah yang menyuruh nya untuk tidak mendekati gadis kecil yang tengah berdiri itu.


Apa ayah nya sama sekali tidak melihat wajah sang adik yang mirip dengan almarhum Bunda nya, kecewa tentu saja dirasakan nya.bagaimana dulu dia selalu merengek ingin bertemu dengan adik nya tapi ayah nya tidak pernah mengijinkan nya.ini adalah hari yang begitu di nanti oleh nya walaupun setelah ini dia tau akan mendapatkan hukuman dari sang ayah.


Fika berlari kearah dimana adik nya kini berdiri,mata indah itu terpancar banyak kesedihan dan kerinduan.fika menjatuhkan diri di depan adik nya sambil memeluk nya dengan begitu erat.rasa rindu yang di tahan nya selama ini dia lepaskan dengan pelukan hangat itu.


"Terimakasih sudah datang untuk menemui kakak,maafin kakak karena baru bisa melihat mu sekarang"hiks hiks hiks


Bintang masih saja terdiam tanpa mengeluarkan sepatah katapun,dia senang karena ternyata kakak nya menginginkan kehadiran nya.tapi bagaimana dengan ayah nya yang sedari tadi sudah ingin menelan nya hidup-hidup, ditambah lagi seorang wanita seumuran ayah nya menatap nya dengan kebencian.


"Fika apa yang kau lakukan? mengapa kau memeluk anak kotor ini"ucap sang ayah sambil menarik Fika yang masih duduk di lantai


"Ayah apa ayah tidak tau siapa yang saat ini berdiri di depan ayah?apa di hati ayah tidak merasakan kalau anak yang saat ini ayah hina begitu mirip dengan bunda.apa jantung ayah tidak berdetak saat pertama kali menatap mata nya."jawab Fika dengan menaikkan Suara nya,ini pertama kali nya dia berani mengatakan apa yang ada dalam hati nya karena selama ini dia selalu menuruti keinginan ayah nya.


Hendra sebenarnya menyadari apa yang dikatakan oleh putri nya itu semuanya benar. tapi dia membohongi dirinya sendiri, bagaimana mungkin dia melupakan mata yang indah itu adalah duplikat dari mata mendiang istrinya.


"Ini Bintang anak ayah juga,dan adik aku yang selama ini aku rindukan.tidak kah ayah merindukan nya juga."ucap Fika


Dian mendekati kearah suami nya dan meminta Fika untuk minta maaf, karena kalau suaminya marah maka dia juga yang kena imbasnya.


"Fika cepat minta maaf pada ayah mu."ucap Dian


"Tante tidak perlu ikut campur karena ini bukan urusan Tante."jawab Fika dengan marah karena sebetulnya hubungan mereka pun tidak seperti anak dan ibu sambung karena Dian hanya menyayangi anak yang dilahirkan nya saja

__ADS_1


Hendra yang melihat putri kesayangannya itu jadi brutal seperti itu pun tanpa sadar ingin melayangkan tamparan kalau saja sang kakek tidak menahan tangan itu.


"Kau jangan berani untuk melakukan kekerasan di depan cucuku,dan lagi kau tidak berhak melayangkan tangan mu ini di wajah cucuku."ucap tuan Dinata dengan marah


"Kakek Fika sangat merindukan kakek"ucap Fika dengan memeluk laki-laki paruh baya itu


"Kakek juga merindukan mu nak,apa kau senang sudah melihat adik mu."jawab sang kakek


Dian merasa tidak berguna di antara mereka hingga memutuskan untuk pergi,lagi pula dia lebih baik menjemput putri nya ke sekolah dari pada harus menyaksikan drama yang tidak penting baginya.


"Kau bawa lah adik mu sebentar karena masih ada yang perlu kakek bicarakan dengan ayahmu."ucap kakek Dinata


"Kek apa Bintang bisa bicara sebentar saja pada A..ayah"kata nya dengan penuh wajah tersenyum walaupun selama yang dia dengar tadi tidak ada kata yang menyenangkan dari ayah nya


"Ayah Bintang datang setelah lama berpisah dari ayah, Bintang tau kok kalau ayah sebenernya sayang sama Bintang kan? Bintang juga sayang sama ayah,tapi kalau ayah belum bisa menerima kehadiran Bintang untuk saat ini,tidak apa-apa. ayah tidak perlu cemas karena Bintang akan menunggu berapa lama waktu yang ayah butuh kan,"ucap nya sambil memeluk kaki ayah nya berharap dia pun mendapat sambutan tapi apa Hendra dengan tega nya menarik kaki nya dengan kuat hingga Bintang terjatuh


"Dengarkan aku baik-baik,saya tidak akan pernah menerima kehadiran mu.karena kau akan menjadi anak yang membawa kesialan dalam hidupku.aku hanya memiliki dua anak saja FIKA DAN RIANA."jawab nya tanpa memperdulikan perasaan gadis kecil yang kini berada dalam dekapan kakek nya,Hendra tidak tau kalau ingatan gadis kecil ini begitu kuat


Sang kakek yang sudah tidak kuat mendengar hinaan yang diberikan pada cucu nya pun langsung memberikan nya tamparan hingga membuat Hendra terhuyung ke belakang karena belum siap dengan kejadian barusan.


"Fika bawa adik mu masuk kedalam kamar nya"perintah sang kakek dan langsung menarik tangan adik nya


Setelah kepergian cucu-cucu nya dia meminta Martin untuk masuk.

__ADS_1


"Ini tuan"ucap Martin yang kini sudah memberikan tumpukan kertas pada atasan nya itu


"Bukan kah aku sudah pernah bilang kalau kau tidak akan mendapatkan apa-apa kalau kau berani menyakiti cucu-cucu aku."ucap tuan Dinata


"Itu tidak adil karena aku yang sudah membuat perusahaan anda menjadi seperti ini."jawab Hendra garam


"Seharusnya kau sadar diri sebelum angkuh seperti ini,bukan kah dulu kau itu hanya seorang manusia yang tidak memiliki apa-apa sebelum menikah dengan putri aku.aku sudah membuat bagian harta yang aku punya dan aku pun tidak perlu ijin dari mu."ucap tuan Dinata sambil menyodorkan lembaran kertas yang di berikan Martin tadi


Hendar membulatkan mata nya saat melihat pembagian harta yang tertera di kertas tersebut, bagaimana mungkin diri nya hanya mendapatkan 20% saja dari seluruh kekayaan yang di miliki ayah mertua nya itu.sementara selama ini dia merasa kalau ini semua adalah jernih payah nya.


"Bagaimana mungkin anak sialan itu mendapat warisan lebih besar dari pada diri aku"tanya nya penuh amarah


"Aku melakukan nya agar kehidupan cucu aku terjamin bahagia,bukan kah itu adil kedua cucu aku mendapat bagian yang sama yaitu 30/30."jawab tuan Dinata santai


"Tetapi aku juga memiliki putri satu lagi mengapa nama nya tidak tertera disini"tanya Hendra


"Itu adalah putrimu sendiri dan bukan cucu aku jadi aku tidak berhak memberikan nya harta aku,"


"Lalu siapa yang mendapat 20% nya yang lain"?tanya nya yang sudah tidak sabar ingin mengusir laki-laki yang di hadapan nya ini karena dia juga harus menghubungi pengacara nya karena bagaimanapun dia tidak terima ini semua


"Dan untuk yang 20% nya lagi aku berikan pada Martin"jawaban itu membuat Hendra semakin marah dan tentunya membuat Martin tidak percaya karena nama nya disebut kan juga.


bersambung

__ADS_1


jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan vote terimakasih dan jangan lupa juga Bintang 5 nya agar Bintang semangat juga.vote nya juga ya.


__ADS_2