
Fika meminta ayahnya untuk beristirahat karena setelah berkunjung ke makam sang bunda Fika dapat melihat begitu dalam penyesalan sang ayah.
"Ayah sekarang istrhat ya dan Fika mohon ayah jangan mikirin apa-apa yang akan membuat kesehatan ayah berkurang."ucap Fika sambil menuntun nya masuk ke dalam kamarnya
"Dosa ayah begitu banyak pada kalian"kata Hendra lirih
"Ayah setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, sekarang bukan saat nya untuk menyesali nya tapi memperbaiki nya."jawab Fika menguatkan hati nya agar tidak menangis
"Bagaimana kabar nya sekarang,apa dia baik-baik saja."ucap Hendra
"Fika janji akan segera menemukan bintang ayah, Karena Fika yakin Allah akan segera mempertemukan kami."kata Fika yang kini sudah memeluk ayah nya yang terlihat begitu menyedihkan
Setelah memastikan sang ayah sudah tidur Fika Langsung menghubungi seseorang dan mengajak nya untuk bertemu, walaupun apa yang dipikirkan nya belum tentu benar.
Sepanjang perjalanan menuju tempat dimana dirinya akan bertemu dengan seseorang tadi hanya ditemani dengan derasnya hujan, bahkan Fika tidak menyadari kalau dirinya sedang berjalan di bawah derasnya hujan.yang ada di dalam pikiran nya adalah ingin segera mengetahui kebenaran nya.
Baju yang dikenakan nya sudah basah tapi Fika masih tetap melangkahkan kakinya menuju orang yang sudah menunggu nya dari tadi tanpa memperdulikan orang lain yang menatapnya.
"Maaf sedikit terlambat"kata Fika menatap orang yang kini ada di depannya
Brian yang melihat tatapan orang-orang pada Fika Langsung membuka jas yang dikenakan nya dan memakannya pada Fika.
__ADS_1
"Mengapa kau bisa seperti ini"ucap Brian
"Apa kau perduli pada aku"jawab Fika datar
"Tentu saja aku perduli Karena kau adalah sahabat aku."Brian menyadari ada perubahan pada gadis yang ada di hadapannya ini
Fika yang mendengar kata sahabat dari laki-laki yang di cintai nya itu hanya bisa menguatkan hati nya agar tidak terluka terlalu dalam.
"Kalau kau menganggap aku sebagai sahabat mu maka kau akan menjawab jujur bukan apa yang akan aku tanyakan"? kata Fika sambil menekan kata jujur
"Apa yang ingin kau tanyakan"ucap Brian sambil memberikan segelas susu hangat pada Fika yang terlihat kedinginan
"Siapa gadis yang bersamamu saat di pemakaman keluarga aku"?tanya Fika sambil menatap wajah Brian yang terlihat tiba-tiba tegang
"Jawablah mengapa diam saja"desak Fika
"Tadi aku tidak sengaja melintas di daerah situ bersama adik aku."jawab Brian dengan gugup karena dia bingung harus mengatakan apa hanya itu yang terlintas di benak nya
Fika yang mendengar Jawaban dari Brian pun tertawa di iringi dengan cairan yang keluar dari matanya yang terlihat begitu sayu.
"Kau tau kan bagaimana hancur nya aku setelah kepergian adik aku,kau tau bagaimana sakitnya aku karena belum bisa menemukan adik aku,kau juga tau bagaimana usaha aku untuk bisa menemukan nya bahkan aku tidak perduli berapa banyak dan berapa lama aku mengeluarkan biaya untuk mencari nya."kata Fika sambil tersenyum dengan bibir yang bergetar
__ADS_1
Brian yang melihat Fika seperti ini pun tidak tega,dia betul tau bagaimana wanita ini selalu berusaha untuk mencari keberadaan sang adik tapi dengan teganya dia menutupi kebenaran besar seperti ini.
"Aku mohon katakan padaku apa wanita yang bersamamu saat di pemakaman keluarga aku adalah adik aku"kata Fika yang kini sudah menggenggam gelas yang di depannya begitu kuat
Brian sadar dari lamunannya saat mendengar suara dari salah satu pelayan yang membersihkan meja yang sudah penuh dengan darah.
"Nona tangan anda berdarah biar saya bersihkan dulu"
"Apa yang terjadi"?tanya Brian begitu kaget saat melihat tangan Fika yang masih memegang pecahan kaca
"Aku tidak apa-apa"jawab Fika sambil menatap Brian dengan begitu dalam
"Tanganmu terluka ayo kita kerumah sakit"ajak Brian yang ingin beranjak dari duduknya
"Luka ini tidak sakit sama sekali dari pada luka yang kau berikan"jawab Fika yang masih bisa mengembangkan senyumnya
Brian tidak tega melihat Fika yang seperti ini lagi,dan dia juga andil dalam menambah rasa sakit itu.
"Maafkan aku"ucap Brian sambil membersihkan tangan Fika yang masih berdarah
"Kau minta maaf kenapa"kata fika tanpa memperdulikan rasa sakit di tangannya
__ADS_1
"Maafkan aku karena aku sudah menutupi kebenaran nya padamu,aku melakukan itu karena aku ingin melindungi nya dari orang-orang yang ingin melukai nya."ucap Brian
Fika yang mendengar perkataan dari Brian bingung harus melakukan apa,apa dia harus bahagia atau bersedih.seseorang yang mengetahui betapa hancur nya dia ternyata dengan tega nya membohongi nya.