
Insting orang tua memang begitu kuat saat melihat mata putri nya yang terpejam membuat pak Dinata meminta Hendra membelikan nya minuman.karena dia tau kalau saat ini putri nya butuh waktu berdua dengan nya.
"Hendra tolong belikan ayah minuman,karena tenggorokan ayah gatal."ucap pak Dinata
"Baiklah kalau begitu saya tinggalkan sebentar."jawab Hendra yang langsung keluar
Setelah kepergian sang menantu nya kini tangan lembut sang ayah mengusap kepala putri nya, begitu banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan nya tapi untuk saat ini hanya bisa di pendam nya.
"Nak disini sudah tidak ada siapa-siapa lagi jadi kau boleh membuka matamu"ucap ayah Dinata dengan lembut
Syifa langsung membuka mata nya dengan air mata yang langsung membanjiri pipi nya.rasa sakit di hati nya seolah dia curahkan dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Katakan ada apa nak?mengapa kau tidak ingin melihat suami mu."kata ayah Dinata
"Ayah apa yang harus aku lakukan sekarang"ucap Syifa dengan tangisan yang begitu pilu tak kala perkataan suami nya masih terngiang di telinga nya
"Apa yang terjadi sebenarnya nak, katakan lah ayah selalu ada untuk tetap berada di dekat mu."kata ayah Dinata sebisa mungkin mencoba menenangkan putri yang begitu dicintai nya
Akhirnya Syifa pun menceritakan tentang keadaan nya yang tengah hamil ,dan juga menceritakan bagaimana suami nya tidak menginginkan calon anak mereka.tentu saja mendengar itu amarah ayah Dinata sudah berada di ubun-ubun.
__ADS_1
"Ayah seperti nya sudah terlalu baik pada nya hingga dia besar kepada seperti ini,"kata ayah Dinata dengan geram
"Ayah tenang lah untuk saat ini biar Syifa yang bicarakan dengan mas Hendra ."ujar Syifa yang khawatir dengan kesehatan ayah nya
"Kalau dia masih ingin mencelakai calon cucu ayah lebih baik kau untuk sementara tinggalkan dia."kata ayah Dinata
Belum sempat Syifa menjawab perkataan dari sang ayah tiba-tiba pintu sudah terbuka dan terlihat suami nya menenteng sebuah plastik berisi minuman.
"Sayang kau sudah sadar"kata Hendra yang langsung memeluk erat tubuh yang masih lemah itu
Ayah Dinata yang melihat itu rasa nya ingin melayangkan bogem mentah pada laki-laki yang kini sudah menantu nya itu.
Syifa tidak menjawab perkataan dari suami nya karena hati nya masih begitu sakit, tidak pernah dia bayangkan kalau suami nya akan seperti ini.
"Nak ayah pulang dulu ya, kasihan cucu ayah menunggu terlalu lama"kata ayah Dinata karena kalau dia masih berada di tempat yang sama dengan Hendra mungkin kesabaran nya akan habis.
"Ayah mau kemana"?tanya Syifa
"Tadi ayah sudah janji untuk bermain dengan Fika sebelum tau kondisi mu."jawab ayah
__ADS_1
"Ayah ini minuman nya"kata Hendra saat mengingat kalau tadi mertua nya itu meminta nya untuk membelikan nya minuman
"Saya sudah tidak haus."ucap ayah dengan nada suara yang tidak bersahabat dan langsung mencium kening putri nya sebelum pergi
Hendra yang melihat hal itu tentu saja heran karena seingat nya tadi ayah mertua nya baik-baik saja sebelum diri nya pergi.tapi Hendra tidak terlalu memikirkan nya karena kini dia sibuk meminta maaf kepada istri nya.
"Sayang apa kau masih marah pada aku"? tanya Hendra
Syifa hanya tersenyum getir melihat suami yang sama sekali tidak merasa bersalah atas apa yang sudah dia katakan tadi.
"Aku mau pulang mas"kata Syifa tanpa menjawab perkataan dari Hendra
"Iyah kita akan pulang besok untuk malam ini biar kamu dirawat disini ya"jawab Hendra
Syifa sudah tidak memperdulikan lagi suami nya yang masih mengajak nya bicara, Syifa memejamkan mata nya dengan rasa sakit dihatinya.berharap besok pagi saat dia membuka mata nya rasa sakit nya sudah berkurang.
Melihat istri nya yang mengabaikan nya membuat Hendra heran,tapi dia tidak ingat mengganggu tidur istri nya dan mengubur pertanyaan yang ingin di ucapkan nya.
bersambung....
__ADS_1
jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan vote, terimakasih