AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
episode 88


__ADS_3

Belum sempat Ria menjawab tapi Fika sudah terlelap dalam tidurnya, karena tidak ingin membuat orang-orang curiga Heni langsung membantu anak nya untuk menggotong tubuh Fika masuk kedalam mobil.


"Yang satu sudah kita dapatkan sekarang giliran rencana berikut nya, Mama sudah tidak sabar melihat puncak drama nya nanti."ucap Heni bahagia


Brian sudah bersiap hendak menemui bintang karena dia juga tau kalau hari ini gadis kecil nya itu akan sangat sibuk dan tidak bisa di ganggu karena jadwal operasi yang akan dia lakukan nanti.Di tengah perjalanan ponsel Brian bergetar yang pertanda ada pesan masuk.brian menepikan mobil nya sebentar karena ingin membuka pesan yang dia terima,tapi saat membaca pesan tersebut Brian langsung memutar balik arah mobil nya.


Iyah ,,yang mengirim pesan tersebut adalah Fika yang meminta nya untuk menjemput nya ke apartemen pribadinya.


"Mah apa dia akan datang?"tanya Ria sedikit ragu


"Tentu saja dia akan datang Mama jamin itu"jawab Heni sambil tersenyum


"Sebenarnya apa sih rencana Mama kenapa tidak memberi tahu aku"kata Ria dengan nada kesal


"Nanti juga kau akan tau kalau laki-laki itu sudah datang "Heni hanya menjawab sekenanya saja


"Baiklah lalu apa guna laki-laki yang Mama bawa itu?"tanya Ria lagi


"Dengar dan jangan potong pembicaraan Mama dulu, nanti saat pria itu sibuk membantu Fika maka kewaspadaan nya pun akan berkurang nah di saat itu kita bisa memanfaatkan keadaan dengan membuat dia tidak sadar.dan itu akan bisa terlaksana dengan bantuan para lelaki yang Mama bayar."jelas Heni


"Mama ingin menjebak kak Fika dengan kak Brian?"tanya Ria yang sudah mengerti arah pembicaraan sang Mama

__ADS_1


"Tumben sekarang kau bisa benar biasanya juga bikin Mama kesal."oceh Heni


"Aku tidak akan melarang apapun yang ingin Mama lakukan tapi jangan pernah biarkan laki-laki bayaran Mama itu melecehkan kakak."jawab Ria dengan nada suara tinggi karena bagaimanapun mereka membenci Hendra Ria masih punya hati baik untuk kakak nya itu


Tidak lama kemudian Brian sudah sampai di depan apartemen Fika, karena rasa khawatirnya begitu besar Brian tidak menyadari kalau ada orang yang mengikuti nya dari belakang. Brian langsung menuju kamar Fika untuk mencari nya karena sudah beberapa kali Brian memanggil nya tapi tidak ada jawaban.


Brian mencoba membangun kan Fika yang sudah tidak sadarkan diri, beberapa kali Brian menepuk pipi Fika tapi hasilnya masih sama Fika tidak kunjung bangun.


"Apa yang terjadi padamu"batin Brian yang hendak menggendong Fika karena takut terjadi sesuatu,tapi belum sempat Brian mengangkat nya tiba-tiba seseorang sudah memukul tengkuk leher nya dengan keras hingga membuat Brian pingsan.


Heni yang mendapat laporan dari anak buah nya kalau pekerjaan nya sudah selesai langsung masuk kedalam kamar dan tertawa terbahak-bahak.


"Kau buka baju nya semua nya "titah Heni pada anak buah nya yang langsung di turuti oleh laki-laki bayaran tersebut hingga kini Brian sudah tidak mengenakan pakaian sehelai benang pun.


"Bagiamana dengan yang wanita bos"tanya sang pria dengan wajah mesum nya yang mungkin sudah membayangkan bagaimana keindahan tubuh Fika


"Dasar laki-laki brengsek,jangan pernah menyentuh kakak aku"jawab Ria langsung menjauhkan tangan laki-laki tersebut dari tubuh kakak nya


"Adik apa an yang tega berbuat seperti ini pada kakak nya "gumam laki-laki tersebut yang masih dapat di dengar oleh Ria


"Itu bukan urusan mu, sekarang kau boleh pergi karena tugas mu sudah selesai."ucap Ria , laki-laki bayaran sang Mama nampak enggan untuk disuruh pergi karena dia begitu ingin menikmati keindahan tubuh wanita yang masih tertidur itu.

__ADS_1


"Kalau kau menyuruh nya pergi siapa yang akan membuka baju wanita itu"kata Heni kesal melihat tingkah laku putri nya


"Biar aku ajah yang buka baju Kakak mah,"jawab Ria dengan tangan yang bergetar membuka kancing baju sang kakak satu persatu


"Heh anak bodoh apa yang kau tangisi sekarang"?tanya Heni yang sudah muak melihat anak nya yang masih sayang pada Fika


Ria tidak menjawab pertanyaan dari Mama nya hingga kini tubuh sang kakak sudah tidak terpakai kain apa pun.


"Maafin aku kak karena melakukan ini padamu"batin Ria


Heni yang melihat Fika yang sudah tidak memakai baju apa pun langsung mendekatkan tubuh kedua nya seolah-olah sedang berpelukan.


"Sekarang apa lagi yang ingin Mama lakukan"?tanya Ria yang masih bingung


"Apa lagi kalau bukan menyuruh semua keluarga mereka datang, terutama Hendra dan adik tercinta nya itu."jawab Heni yang sudah mulai mengutak-atik ponsel keduanya


"Apa Mama tidak takut nanti terkena masalah"ucap Ria yang sedikit tersadarkan


"Mama tidak akan takut apa pun karena setelah ini kita sudah tidak tinggal di negara ini lagi,"jawab Heni santai sambil membayangkan bagaimana kekacauan yang akan terjadi nanti


Setelah mengatakan itu Heni sibuk dengan ponsel kedua orang yang sudah tidak sadarkan diri itu.enatah apa yang kini dia lakukan pada ponsel tersebut.

__ADS_1


__ADS_2