
Setelah mengetahui apa yang terjadi pada sang mertua Hendra terlihat begitu bahagia, karena dengan begitu dia akan lebih mudah untuk mendapatkan harta yang di berikan pada anak-anak Nya.karena Hendra merasa kalau pembagian harta nya tidak adil.
Sudah satu Minggu anak yang tidak pernah di inginkan nya itu tinggal bersama nya dan dia harus menahan diri agar tidak segera menyingkirkan anak kecil yang selalu mengundang Amarah nya. Pagi ini dia akan mengajak anak-anak nya untuk bermain menghabiskan akhir pekan.
"Ayah apa kita jadi jalan-jalan nya"?tanya Ria penuh semangat
"Tentu saja sayang hari ini ayah akan menuruti semua keinginan putri-putri ayah."jawab Hendra sambil tersenyum
Bintang tentu saja bahagia mendengar perkataan sang ayah karena dia merasa kalau ayah nya sudah mulai menerima kehadiran nya. Setelah selesai sarapan mereka langsung berjalan keluar rumah begitu juga dengan adik kakak yang saling bergandengan itu.
"Kau mau kemana?"tanya Dian saat melihat anak tiri nya itu mengikuti langkah mereka
"Kan kita mau jalan-jalan Tante."jawab Bintang
"Kata siapa kau ikut,kau tinggal dirumah saja karena tidak ada yang menginginkan kehadiran mu."ucap nya dengan menyunggingkan senyum
Fika tentu saja tidak terima dengan perkataan ibu tiri nya itu, "Tante tidak bisa ngomong seperti itu,karena yang berhak memutuskan adalah ayah nya.lagi pula bukan kah tadi ayah yang mengatakan ingin menghabiskan akhir pekan ini bersama putri-putri,dan Bintang juga putri ayah."ucap Fika kesal
"Mau sampai kapan kau akan bersikap bodoh seperti ini,tidak kah kau takut akan perkataan ayah mu tempo hari."jawab Dian mengingatkan Fika akan ancaman ayah Nya
Hendra yang sudah berada di dalam mobil duluan menjadi kesal karena istri dan putri nya belum juga masuk mobil hingga membuat nya menghampiri mereka.
"Apa yang kalian akan lakukan disini"? tanya Hendra kesal
"Maaf sayang tadi anak pembawa sia* ini membuat masalah lagi."ucap Dian berbohong
"Ayah itu tidak benar,tadi Tante tidak mengijinkan Bintang ikut."jawab Fika cepat
"Dan kau siapa yang memintamu untuk ikut, sekarang kau cepat masuk."kata Hendar tanpa memperdulikan Perkataan putri nya
"Ayah apa Bintang tidak akan ikut bersama kalian"tanya nya dengan tersenyum
"Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain melihat mu berada di samping aku, karena dunia hanya akan tau kalau saya memiliki dua putri saja Fika dan adik nya Ria."jawab Hendra yang lagi membuat hati gadis kecil itu semakin hancur
__ADS_1
"Baiklah Bintang akan di rumah saja,ayah hati-hati ya bawa mobil nya."jawab nya yang lagi memberikan senyuman yang menyakitkan bagi kakak nya
Fika hanya menyaksikan adik nya masuk kedalam rumah bersama Mbak indah,dia tidak ingin ikut tapi karena tidak ingin melihat adik kecil nya semakin terisakit dia dengan terpaksa ikut bersama ayah nya.
Tak lama setelah kepergian ayah dan kakak nya ,Mbak indah langsung menghampiri Bintang yang sedang duduk di atas tempat tidur nya.sambil membawa alat main dokter-dokter an.
"Apa calon dokter kecil ini sedang bersedih"tanya Mbak indah sambil tersenyum dan tidak lupa stetoskop yang menggantung di leher nya
"Iyah mbak Bintang lagi sakit"jawab nya yang kini tengah memperhatikan mbak indah lagi memeriksa boneka yang dibawa nya
"Oh ya,sakit nya Dimana biar mbak periksa dulu."hibur nya
"Sakit nya disini mbak"jawab Bintang menunjuk dada nya
"Baiklah sini biar mbak obati"ucap mbak indah sambil menggelitik Perut Bintang hingga Gadis kecil itu tertawa bahagia
Setelah merasa anak yang di anggap nya dewasa sebelum waktunya itu tidak bersedih lagi mbak indah mengajak nya bermain.
"Mbak tau tidak kenapa kakek akhir-akhir ini tidak menemui Bintang"tanya nya sambil menatap lurus pada bingkai foto kakek nya
"Saat ini kakek sedang berada di luar negeri sayang, Bintang kan tau kalau kakek harus melakukan pengobatan serius."jawab indah
"Apa sakit nya kakek kambuh lagi mbak?"tanya nya lagi
"Tidak sayang kakek hanya ingin agar cepat pulih dan bisa bersama bintang lagi."bohong nya karena dia tidak tega mengatakan yang sebenarnya pada anak kecil ini.
Setelah beberapa jam kemudian akhirnya Bintang bangkit dari duduknya saat mendengar suara mobil sang ayah.bintang berjalan menuruni anak tangga berharap ada yang belikan untuk nya.hanya itu yang di harapkan nya.senyum di wajah nya begitu merekah sambil membuka pintu tapi seketika senyum itu menghilang saat ria mengadukan nya pada sang ayah sudah mendorong nya.
Plak
Ini pertama kali nya Bintang menangis, rasa sakit yang diberikan oleh ayah nya sudah menggunung di hati nya.tanpa menanyakan yang sebenarnya terjadi tapi ayah nya dengan mudah nya memberikan nya hukuman.
"Ayah Bintang tidak bersalah"ucap nya dengan suara tangisan nya
__ADS_1
"Aku tidak perlu tau kau salah atau tidak, sekarang menyingkir lah dari hadapan aku."bentak Hendra langsung masuk kedalam kamar nya
Fika langsung memeluk adik nya dan minta maaf karena tidak bisa membela nya, karena kalau itu dia lakukan adik nya akan bertambah di siksa ayah nya.
"Maafin kakak dek karena tidak bisa menjaga mu dengan baik, maafin kakak."ucap nya sambil menangis sementara orang yang membuat ulah tersebut lagi tersenyum bahagia
"Kakak tidak salah apa-apa jadi jangan minta maaf,"jawab Bintang sambil tersenyum
"Jagan pernah tersenyum kalau hati mu sakit, menangis lah ada kakak disini."ucap nya yang merasa begitu sakit setiap kali adik nya selalu tersenyum membalas perlakuan ayah Nya
"Apa tadi menyenangkan kak?"tanya nya penasaran
"Tidak karena kau tidak ikut, tapi kakak janji besok sepulang sekolah akan mengajakmu bermain."kata Fika sambil memberikan boneka pada adik nya
Indah hanya bisa menangis melihat kejadian tadi,rasa nya dia ingin melenyapkan Majikannya itu.bagaimana mungkin ada seorang ayah yang begitu kejam pada anak seusianya Bintang.
"Apa yang akan terjadi pada anak itu kalau tuan Dinata benar-benar pergi,siapa yang akan menjaga dan melindungi nya.saat ini saja tuan Hendra sudah menyakiti nya apa lagi nanti."batin indah yang segera menyiapkan makan malam untuk majikannya
Fika yang tidak menyukai sifat adik nya Ria langsung menegur nya, karena dengan kebohongan yang di ciptakan nya itu bisa membuat orang lain rugi.
"Apa kakak boleh bicara sama kamu dek"?tanya nya saat mendapati adik nya membuka mainan baru nya
"Kakak bicara aja "jawab nya yang masih fokus pada benda yang di tangan nya
"Tadi kenapa bohong sama ayah, Kakak tidak suka punya adik pembohong."ucap Fika
"Aku benci sama anak itu karena sejak dia datang kakak tidak pernah lagi bermain bersama aku."jawab nya kesal
Fika tau sekarang mengapa Adik nya yang dulu lucu dan manis berubah, dan dia pun menyadari itu karena sudah mengabaikan nya.
"Baiklah kakak minta maaf tapi jangan ulangi lagi untuk berbohong."kata Fika yang di angguki adik nya walaupun itu hanya perubahan sesaat
bersambung
__ADS_1
teman-teman boleh kan aku minta pengertian nya sedikit saja 😊,pliss berikan aku dukungan kalian