
Lampu yang tadi nya berwarna merah kini sudah berubah jadi hijau,itu tanda nya operasi nya sudah selesai.melihat orang yang berjubah putih keluar membuat jantung mereka tidak tentu arah. pak Dinata langsung berjalan menghampiri nya , padahal tanpa di hampiri pun Dokter Richard akan menemui nya.
"Dokter bagaimana keadaan putri saya"?tanya pak Dinata dengan raut wajah yang begitu khawatir
"Kami sudah berhasil menyelamatkan bayi nyonya Syifa pak,dan saat ini bayi nya sedang berada di dalam inkubator karena dia terlahir prematur.dan untuk saat ini kita hanya bisa berdoa kepada sang pencipta agar nyonya Syifa bisa melewati masa kritis nya,"jawab dokter Richard yang berhasil membuat pak Dinata langsung terjatuh
Martin langsung menopang tubuh yang sudah tidak muda itu lagi, dan membawa nya duduk
"Katakan mengapa istri aku bisa kritis seperti itu?"tanya Hendra sambil mencengkram erat bahu dokter Richard
"Kami sudah melakukan hal yang terbaik untuk menyelamatkan nyonya Syifa,tapi satu hal yang harus kalian tau hal ini terjadi karena nyonya Syifa mengalami pendarahan yang begitu hebat ditambah lagi itu terjadi karena dia terjatuh.dan yang paling membahayakan nyawa nya adalah karena nyonya Syifa terlalu banyak pikiran semasa kehamilan nya."jawab dokter Richard
Hendra hanya bisa terdiam mendengar penuturan Dokter Richard,semua itu benar dan lagi dia lah penyebab istri nya terjatuh.rasa bersalah di hati nya kini dia tujukan pada bayi yang baru lahir itu
"Tidak itu bukanlah kesalahan aku,ini semua kesalahan bayi sialan itu."batin Hendra
"Dokter apa saya bisa melihat putri saya"tanya pak Dinata
"Tentu saja bisa pak,"jawab dokter Richard
Setelah di berikan ijin pak Dinata kini sudah memasuki dimana ruangan yang tidak pernah di inginkan setiap orang.karena ruangan ini hanya untuk manusia-manusia yang memiliki hati yang kuat.iyah disini lah kini diri nya berdiri di ruangan ICU atau kata banyak orang ruangan yang BERJUANG MENJEMPUT TAKDIR.
Pak Dinata tidak bisa menahan dirinya untuk tidak meneteskan air mata,dia tau kalaupun saat ini putri nya tidak sadar tapi putri nya ada di dekat nya.
"Nak bangunlah, ayah tau kalau putri ayah ini adalah wanita yang paling kuat.kamu tidak boleh tidur terlalu lama sayang,apa putri ayah ini tidak ingin melihat cucu cantik nya ayah."ucap pak Dinata sambil mengelus tangan yang kaku itu
__ADS_1
Air mata pak Dinata semakin deras,hati nya sakit.bahkan dunia nya seakan berhenti saat melihat wajah putri nya sudah tidak lagi pucat,tapi sudah sedikit menguning.tentu saja dia sadar apa yang akan terjadi setelah ini,harapan nya untuk melihat putri nya untuk kembali bersama nya hanya sepuluh persen saja atau mungkin kurang dari itu .
"Sayang kalau ada yang ingin kamu katakan sebelum pergi pada putri-putri mu maka bangun lah nak, ucapkan salam perpisahan mu pada bayi mungil itu."kata pak Dinata yang kini sudah bersimpuh di samping Syifa
Sementara Hendra yang berada di luar sudah tidak sabar ingin masuk juga,tapi karena mertua nya belum keluar dia hanya bisa menunggu dengan kesal.
Saat larut dalam kesedihan nya pak Dinata merasa ada yang bergerak dan menyentuh kulit nya.hal itu membuat diri nya bahagia karena merasa putri nya sudah sadar,tapi detik itu juga dia kembali merasa jantungnya seakan berhenti berdetak.wajah yang dia lihat sudah bukan wajah putri nya lagi,hati nya ingin menjerit karena ini kedua kali nya dia melihat wajah seperti itu.dulu sebelum kepergian sang istri dia juga melihat perubahan wajah istri nya dan kini dia juga melihat itu pada wajah putri nya .
"Putri ayah sudah bangun"ucap pak Dinata Sambil menahan tangisnya setelah tadi dia menekan tombol untuk memanggil dokter Richard
Hendra yang melihat dokter Richard yang berlari ke arah nya pun heran karena dia juga melihat bayi yang tak di inginkan nya itu dibawa.
"Dokter apa yang terjadi pada istri aku"tanya Hendra penasaran
"Maaf tuan kami tidak bisa menjelaskan nya sekarang,yang penting saat ini nyonya Syifa sudah sadar."jawab dokter Richard
"Dokter apa saya bisa ikut masuk?"tanya Hendra lagi
Karena tidak ingin ada penyesalan di hati nya akhirnya dokter Richard pun mengiyakan perkataan Hendra tadi.
Dokter Richard pun hanya bisa menggelengkan kepalanya saat memeriksa keadaan Syifa.
"Kalau ada yang ingin kalian ucapkan maka katakanlah,"kata dokter Richard dengan wajah nya yang ikut sedih
Hendra bisa melihat mertua nya yang kini seperti mengatakan sesuatu di telinga sang istri.tanpa menghiraukan apa yang di ucapkan oleh dokter tadi
__ADS_1
"Sayang kau sudah sadar"ucap Hendra yang merasa sakit melihat kondisi sang istri
Syifa tidak merespon perkataan suami nya mata nya kini tertuju pada bayi mungil itu,mata nya berair melihat putri nya yang akan di tinggalkan nya itu.
"Nak apa yang ingin kau sampaikan"ucap pak Dinata sambil tersenyum
"Ayah aku ingin kau memberikan nama putri aku BINTANG"jawab Syifa dengan sangat pelan bahkan Hendra pun tidak bisa mendengar apa yang dikatakan istri nya
"Ayah akan melakukan apa pun yang kau katakan nak,jadi jangan takut kalau putri mu itu akan menderita karena ayah akan menjaga nya sepenuh jiwa ayah."kata pak Dinata
"Ayah katakan pada putri-putri aku kalau bunda nya sangat menyayangi mereka,dan sampai kan maaf pada mereka juga karena aku tidak bisa menemani mereka hingga dewasa."ucap Syifa sambil tersenyum seolah rasa sakit di hati nya berangsur pulih
"Sayang katakan apa maksud perkataan mu itu"ucap Hendra saat mendengar apa yang di katakan sang istri
"Ayah aku sudah lelah dan ingin tidur lagi dan ayah berjanji lah saat aku tutup mata nanti ayah tidak boleh bersedih terlalu lama,karena kalau ayah sakit tidak akan ada orang yang menjaga putri aku."kata Syifa sambil tersenyum
Hati pak Dinata tidak bisa di Bohongi,air mata nya lagi dan lagi mengkhianati nya.dia harus melihat dengan mata nya sendiri kepergian putri nya.
"Ayah tidak akan menangis sayang jadi kalau putri cantik ayah ini ingin pergi maka ayah sudah ikhlas, pergi lah nak dengan hati yang damai."jawab pak Dinata
Hendra hanya bisa menjadi saksi bisu karena dirinya seperti tidak di anggap kehadiran nya oleh sang istri, mungkin ini adalah hukuman untuk nya.
"Asyhaduallah ilaha illalah Wa asyhaduanna Muhammadar Rasulullah."bisik pak Dinata di telinga putri nya
bersambung
__ADS_1
jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya teman-teman 😊