AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
29


__ADS_3

Sepulang dari mall Syifa Langsung masuk kedalam kamar tanpa mengantarkan putri nya beristirahat karena dia merasa perut nya sedang sakit. Hendra yang melihat itu pun langsung menyuruh Mbak Marni untuk membantu putri nya Mengganti pakaiannya dan langsung menyusul sang istri.


Saat Hendra masuk ke dalam kamarnya dia bisa melihat sang istri sedang memejamkan mata nya dan sesekali mengerutkan keningnya.


"Sayang ada apa?"tanya Hendra kini menghampiri Syifa


Mendengar suara suami nya Syifa membuka mata nya,andai Hendra bisa melihat arti tatapan mata Syifa kini mungkin dia tidak akan menyakiti hati nya lagi.di dalam mata itu tersirat rasa sedih dan sakit yang mendalam.


"Aku tidak apa-apa mas, mungkin hanya kelelahan."jawab Syifa sambil mengelus perut nya


"Apa aku yakin"tanya nya memastikan lagi


"Mas aku boleh minta sesuatu sama mas"?ucap Syifa


"Memang nya kamu mau minta apa sayang,selagi aku mampu pasti akan aku lakukan"jawab Hendra yang menerbitkan senyum tipis di bibir Syifa


"Mas aku tidak minta yang akan memberatkan mu,aku hanya ingin kau mengelus perut aku sebentar saja.hanya itu yang aku inginkan saat ini."ucap Syifa penuh harap sambil meneteskan air mata nya


Hendra yang melihat Syifa menangis pun tanpa sadar langsung mengelus perut buncit nya itu,dan ajaib nya lagi respon dari sang bayi begitu mengejutkan nya karena tendangan nya yang begitu kencang dari dalam.mungkin momen seperti ini sudah lama di tunggu bayi nya.


"Mas lihatlah betapa bayi kita sangat bahagia karena kau menyapa nya"ucap Syifa dengan bahagia. Mendengar perkataan Syifa membuat Hendra langsung sadar dan langsung menarik tangan nya dengan cepat.


"Mas ada apa?"tanya Syifa yang begitu terkejut akan reaksi suaminya


"Kau jangan senang dulu karena aku melakukan nya hanya karena kau.sampai kapan pun aku tidak akan pernah menerima kehadiran nya."ucap Hendra menahan kesal nya


Plak


Satu tamparan kini sudah melayangkan sempurna di pipi Hendra yang membuat nya bertambah murka.

__ADS_1


"Sebenarnya apa kesalahan anak ini mas hingga kau begitu membenci nya,dia hadir karena benihmu juga laku mengapa kau begitu membenci nya.ini anak kamu juga mas darah daging mu,bukan anak orang lain hingga kau membenci nya seperti ini."kata Syifa dengan penuh amarah


"Berani sekali kau menampar aku hanya karena anak sialan itu"bentak Hendra


"Kau tau mas selama ini aku bertahan berada di samping mu bukan karena aku menginginkan nya,aku melakukan itu hanya karena putri aku Fika. andai kau tau perasaan aku terhadap mu sudah lama mati."jawab Syifa yang sudah tidak memperdulikan lagi apa yang akan terjadi nanti


Hendra tentu saja sudah tidak bisa menahan amarahnya, sedetik kemudian dia mendorong Syifa hingga terduduk di lantai ,dan meninggalkan nya begitu saja tanpa perduli saat ini Syifa yang mengadu kesakitan.


Hiks hiks hiks


"Kau jahat mas,kau sungguh bukan lagi Manusia."Isak Syifa sambil mencoba bangun dari duduknya


"Nak yang kuat ya,bunda tau kalau anak bunda pasti kuat.kita berjuang bersama-sama ya.jagan biarin bunda sakit seperti ini."kata Syifa sambil mengelus perut nya yang terasa sakit.


Malam sudah bertambah larut tapi sosok suami nya tidak kunjung terlihat,rasa nya Syifa sudah ingin menyerah kalau tidak melihat Perut nya yang masih bergerak.kalau anak nya saja masih berjuang bagaimana mungkin dia bisa menyerah.


"Ayah, ibu perut aku sakit sekali"gumam Syifa sambil mencari Dimana ponsel nya berada.saat sudah menemukan benda pipih itu Syifa Langsung menghubungi sang ayah.butuh beberapa kali Syifa mencoba menghubungi ayah nya hingga percobaan kelima ayah nya pun mengangkat panggilan nya.


hiks hiks hiks


"Ayah perut aku sakit"jawab Syifa dengan tangisan nya


Tuan Dinata yang mendengar tangisan kesakitan dari putri nya pun langsung bangun sempurna ,sambil menuruni anak tangga rumah nya. dan beruntung malam itu aisten nya menginap di rumah nya hingga dia bisa langsung pergi menemui Syifa.


"Sayang tenang lah jangan menangis lagi ,kau harus tetap bisa menguasai dirimu ingat kalau anak mu masih membutuhkan mu."ucap sang ayah yang masih mencoba menenangkan putri nya


"Ayah ini sungguh sakit aku sudah tidak kuat lagi"ucap Syifa dengan suara nya yang semakin melemah hingga tidak terdengar lagi di pendengaran tuan Dinata


"Martin apa kau tidak bisa menambah kecepatan mobil ini"ucap pak Dinata dengan raut wajah yang begitu cemas

__ADS_1


"Ini sudah sangat cepat tuan"jawab Martin karena dia sudah mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh


"Apa kau tau dimana laki-laki bajingan itu sekarang"? tanya pak Dinata dengan aura nya yang begitu seram


"Maaf tuan saya tidak tau."jawab Martin jujur karena dia sudah satu Minggu ini tidak bertemu dengan Hendra


"Aku tidak akan pernah memaafkan nya kalau sampai terjadi sesuatu pada putri aku,"ucap pak Dinata yang kembali teringat suara tangisan putri nya


Martin kembali fokus mengemudikan mobilnya walaupun sebenarnya dia juga khawatir,"Apa yang sudah kau lakukan hen,hingga pagi-pagi buta seperti ini istri mu mencari ayah nya."batin Martin yang merasa kecewanya semakin besar pada sahabat nya itu


Tidak berapa lama kemudian akhirnya mereka sampai, bahkan tuan Dinata langsung turun tanpa menunggu mobil nya berhenti sempurna.


Dengan langkah yang dipenuhi rasa khawatirnya tuan Dinata menggedor pintu depan sangat kencang tanpa perduli tangan nya yang sudah merah. Martin yang melihat itu pun dengan tidak sabar menekan bel rumah itu hingga rusak.


"Tuan bergeser lah biar aku coba untuk mendobrak pintu nya."ucap Martin karena pintu nya yang masih belum terbuka


"Apa dirumah ini sudah tidak ada pembantu lagi hingga tidak ada yang membuka pintu"ucap pak Dinata kesal


"Tuan lupa kalau Hendra menyuruh asisten rumah tangga nya untuk tinggal di rumah belakang"jawab Martin karena memang itu lah ada nya


Saat Martin ingin mendobrak pintu nya, tiba-tiba saja pintu terbuka dan memperlihatkan Hendra yang terlihat kesal.


"Apa kau tidak punya sopan santun lagi,ini kah yang kau tau adab bertamu ke rumah orang lain."kata Hendra kesal karena belum melihat mertua nya yang berada di belakang sahabat nya itu


Bugh.


Tuan Dinata langsung memberikan salam sopan santun kepada menantu nya itu.


"Aku tidak perlu memperlihatkan bagaimana adab cara seseorang bertamu."ucap tuan Dinata langsung masuk tanpa memperdulikan Hendra yang masih mematung

__ADS_1


bersambung


jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan vote terimakasih 😊


__ADS_2