AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
40


__ADS_3

Sore ini langit terlihat begitu mendung seakan tau kalau saat ini Bintang lagi berduka, Acara proses pemakaman sang kakek akan segera di lakukan. Banyak orang-orang datang ke pemakaman kakek nya untuk mengantarkan nya ke peristirahatan terakhir nya. Bintang hanya menyaksikan tubuh kakek nya yang sudah hampir tertimbun tanah itu dengan wajah datar nya.


Bayangan kenangan indah bersama kakek nya terlintas di pikiran nya, bagaimana kakek nya membahagiakan diri nya dari kecil.bagaimana kakek nya selalu menghibur diri nya saat teman-teman nya meledek nya karena tidak punya orang tua, bagaimana cara kakek nya mengatakan kalau diri nya anak yang istimewa karena memiliki kepintaran yang luar biasa.


Mungkin setelah ini diri nya akan jadi anak yang pendiam, karena tidak akan ada lagi orang yang membela nya nanti. Bintang menaburkan bunga diatas makam kakek nya tidak ada lagi air mata karena dia sudah berjanji pada kakek nya untuk tidak menangis.


"Binatang menangis lah , kakak tau kalau adik kakak ini sedang tidak baik-baik saja."ucap Fika menyentuh lengan adik nya


"Bintang sudah janji sama almarhum kakek kalau Bintang tidak akan menangis."jawab binatang


Martin ikut duduk di samping gadis malang itu,dan berniat untuk membawa nya untuk pulang tapi belum sempat mereka melangkah Hendra sudah menghentikan langkah mereka.


"Kau mau bawa kemana anak sialan itu"kata Hendra yang baru datang


"Tutup mulut mu itu Hendra,Jagan keterlaluan seperti ini."jawab Martin geram


"Kau jangan coba-coba untuk membawa nya pergi karena yang berhak membawa nya pergi adalah aku."kata Hendra sambil melepaskan kacamata hitam nya

__ADS_1


"Kau ingin membawa nya pergi karena ingin mengambil warisan yang diberikan kakek nya kan,"ucap Martin


"Kau pikir apa lagi,kalau bukan karena harta itu aku tidak akan Sudi melihat wajah nya."kata-kata Hendra sudah tersimpan di memory terdalam Bintang


"Kau benar-benar iblis,bahkan tanah ini masih basah tapi kau sudah ingin menguasai yang bukan hak mu.


Fika yang sudah tidak tahan mendengar omongan ayah nya yang selalu menyakiti adik nya akhirnya buka Suara.


"Sebenarnya apa yang ayah ingin kan,kalau hanya karena ingin memiliki Harta peninggalan kakek ayah Ambil saja bagian Fika.tapi Fika mohon stop bicara yang menyakiti perasaan adik aku.ayah Jagan lagi menyakiti hati nya karena Bintang juga putri ayah."ucap Fika sambil mengatupkan kedua tangannya


Hendra yang melihat putri tercinta nya menangis pilu akhir membawanya masuk kedalam mobil, karena dia tidak ingin melihat gadisnya itu bersedih karena nya. Setelah Fika masuk kedalam mobil dia menghampiri anak yang tidak di inginkan nya itu lagi.


Martin sudah tidak tahan melihat gadis malang itu di tuduh seperti itu langsung memberikan bogem mentah pada Hendra,tidak hanya sekali tapi beberapa kali. sementara Hendra yang tidak tau akan diserang hanya bisa meringis kesakitan.


"Sayang dengarkan paman baik-baik,apa pun yang di ucapkan pria itu tidak lah benar.kau bukan anak seperti itu kau adalah anak yang begitu pintar jadi jangan pernah menyalahkan diri mu."kata Martin memeluk Bintang yang hanya diam dan menyaksikan yang di lihatnya


Bintang tidak memberikan reaksi apa pun ,saat ini dia masih berduka akan kepergian kakek nya. tapi sang ayah sama sekali tidak menunjukkan rasa kasihan nya sedikit pun terhadap diri nya.

__ADS_1


"Paman akan mengantarkan mu pulang sekarang dan besok paman akan menjemput mu, karena masih ada hal yang harus paman utus."ucap Martin sambil menggendong tubuh kecil itu dan melewati Hendra begitu saja


"Kau akan merasakan apa akibatnya nanti."batin Hendra merogoh ponsel nya dan meminta orang suruhan nya untuk mengerjai Martin


"Paman apa Bintang tidak boleh ikut sekarang kerumah paman"tanya Bintang yang akhirnya membuka suara saat mereka sudah sampai di rumah yang tidak pernah menginginkan kehadiran nya itu


"Nak bersabar lah hanya menunggu besok pagi , malam ini paman ada pekerjaan jadi tidak bisa mengajakmu.paman janji besok pagi akan menjemput mu dan membawa mu pergi jadi bersabarlah."jawab Martin yang tau perasaan gadis kecil nya itu


Bintang hanya diam dan menurut saja lagi pula hanya menunggu beberapa jam saja. Setelah memastikan Gadis kecil nya itu masuk kedalam kamar nya Martin langsung pergi karena ada hal penting yang harus di kerjakan nya malam ini


bersambung


kira-kira apa yang akan di lakukan Hendra?


ada yang tau !?😊


jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan Vote dan jangan lupa Bintang lima juga

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2