
Diluar ruangan dua wanita yang berbeda usia itu saling melempar senyum bahagia, seperti sedang menang undian yang bernilai triliunan. senyum jahat itu terlihat begitu menyeramkan,yang terpancar dari wajah mereka.
"Tunggu lah kehancuran kedua putrimu itu Hendra,kau akan tau dengan siapa kau berhadapan selama ini."ucap Heni penuh dengan percaya diri
"Apa yang akan Mama lakukan?"tanya Ria pada sang Mama yang masih tersenyum lebar
"Apa lagi jika bukan membuat kakak beradik itu saling membenci selama nya"jawab Heni dengan sorot mata penuh kebencian
"Tapi bagaimana kita akan melakukan itu mah,bahkan untuk mendekati saja kita tidak bisa"jawab Ria
"Apa kau lupa siap Mama mu ini nak, Mama janji akan menghancurkan mereka setelah apa yang sudah Hendra lakukan pada kita"kata Heni yang masih tidak tau malu kalau itu semua terjadi karena kesalahannya sendiri
Bintang masih saja diam setelah sampai si ruang rawat sang ayah,tidak sedikit pun terdengar suara dari bibir indah nya.
"Apa kau masih ingin menangis?"tanya dokter Adam membuat Bintang langsung menatap sosok laki-laki tampan yang kini tengah tersenyum indah pada nya
Seakan masih tidak percaya akan kehadiran laki-laki yang mengusik hati nya itu, Bintang langsung berdiri untuk memastikan kalau dia sedang tidak berhalusinasi karena kelamaan menangis.
"Apa dokter Adam nyata?"tanya Bintang sembari menyentuh hidung dokter Adam
Adam yang melihat tingkah laku Bintang pun hanya bisa tersenyum bahagia, karena dengan kehadiran nya bisa sedikit membuat bintang melupakan masalah nya.
"Ini aku dokter Adam,dan kamu sedang tidak menghayal"jawab dokter Adam dengan mengusap kepala bintang
__ADS_1
Setelah bintang sadar dari keterkejutan nya kini dokter hebat itu seketika berubah menjadi gadis yang imut.
"Dokter kenapa bisa ada disini"?tanya bintang dengan tersenyum
"Aku berada disini karena kau juga ada disini,mana mungkin aku bisa membiarkan mu jauh dari aku"jawab dokter Adam yang kini sudah duduk di tepi ranjang ayah calon mertua nya
"Maksud dokter apa bicara seperti itu"?tanya bintang yang masih ingin memastikan perasaan laki-laki yang ada si hadapannya itu
Saat ingin menjawab tiba-tiba saja pak Desta mengeluh kesakitan,dan itu berhasil membuat bintang panik. dan Adam langsung memeriksa keadaan pak Desta, sementara bintang hanya bisa memantau kondisi sang ayah meskipun dia seorang dokter tapi jika sudah melihat orang di cintai kesakitan bisa membuat otak nya kacau.
"Apa jadwal untuk operasi ayah mu sudah di tentukan"?tanya Adam pada bintang yang terlihat begitu sedih
"Sudah dok,besok ayah akan melakukan operasi "jawab bintang setelah mendengar penjelasan dari dokter yang merawat sang ayah dan di bantu oleh dokter Adam
"Saya yang akan melakukan nya dok, karena tidak ada yang berani untuk mengoperasi ayah karena penyakitnya"ucap bintang yang kini menatap dokter Adam
"Saya akan membantu mu besok"ucap dokter Adam, walupun dia tau kalau tingkat keberhasilan nya hanya tiga puluh persen saja tapi dia tidak ingin membuat wanita nya merasa terpuruk.
"Terimakasih dokter karena sudah mau membantu saya"kata Bintang dengan bahagia
Brian yang melihat wajah bahagia bintang pun memutuskan untuk tidak masuk kedalam, walaupun hati nya tidak terima jika laki-laki lain lah yang membuat bintang tersenyum
"Kau bisa tersenyum bahagia seperti itu saat bersama dengan nya, tapi mengapa saat bersama aku senyum yang seperti itu tidak pernah kau perlihatkan."batin Brian
__ADS_1
setelah tadi dia mengantarkan Fika pulang Brian langsung menuju rumah sakit karena khawatir pada bintang tapi nyatanya wanita itu terlihat bahagia.
Setelah Fika siuman orang yang pertama kali dia cari adalah adik nya,tapi dia harus menelan rasa kecewa nya karena dia tidak menemukan Bintang di sekitar nya.
"Siapa yang kau cari nak"?tanya Hendra setelah melihat putri nya membuka mata
"Apa aku masih bisa memanggil dirimu dengan sebutan Ayah lagi"?tanya Fika mengingat bagaimana kekejaman sang ayah pada adik nya
Mendengar pertanyaan dari anak yang selalu dilimpahkan cinta untuk nya tentu saja membuat Hendra terdiam.
"Maafin ayah nak"sesal Hendra
"Bagaimana bisa ayah sekejam itu pada darah daging ayah sendiri, Bintang anak ayah juga tapi ayah memperlakukan nya sangat kejam."cerca Fika yang begitu kecewa pada ayah nya,
"Apa beda nya aku sama Bintang Ayah,kami berdua sama-sama anak ayah yang lahir dari perempuan yang sama.kepergian bunda bukan karena kesalahan bintang tapi itu takdir dari Allah."ucap Fika lagi yang mencoba Untuk tidak membenci laki-laki yang lagi duduk di tepi ranjang nya.
"Ayah tau nak dan sekarang ayah sungguh menyesal dengan semua perbuatan ayah dulu, Ayah juga akan berusaha untuk mendapatkan maaf dari adik mu."jawab Hendra yang terlihat begitu menyedihkan karena inilah buah yang harus dia petik dari kekejaman nya dulu.
"Ayah pergi lah ,Fika mau istirahat"ucap Fika yang ingin menenangkan pikiran nya
Setelah melihat sang ayah pergi Fika begitu ingin tau bagaimana keadaan asik nya saat ini ,apa kah adik nya baik-baik saja atau tidak.saat ingin mencari ponsel nya Fika tidak menemukan nya ,dia pikir Ayah nya lah yang menyimpan ponsel nya.
jangan lupa tinggalkan jejak ya kak,
__ADS_1
terimakasih