AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA

AKU DILAHIRKAN UNTUK SIAPA
24


__ADS_3

Syifa meninggalkan rumah nya bukan karena ingin meninggalkan putri nya atau pun tidak menyayangi nya, hanya saja saat ini dia hanya ingin menenangkan pikiran dan hati nya, yang sudah terluka begitu dalam karena suami. sepanjang perjalanan Syifa hanya bisa menangis dan sesekali mengelus perut nya yang masih datar.


"Kamu harus tumbuh menjadi anak yang kuat ya nak, maafkan ayah karena sudah menyakiti mu.tapi percaya lah bunda akan mengorbankan nyawa bunda hanya untuk mempertahankan mu.kata Syifa yang tidak henti-hentinya meminta maaf pada titipan Tuhan yang belum tau wujud nya ini.


Tidak lama kemudian mobil yang dikendarai Syifa sudah berhenti di depan rumah yang penuh kenangan indah bersama orang tua nya.dengan langkah ragu Syifa menekan bel rumah nya walaupun jauh di lubuk hati nya dia takut kalau ayah nya akan syok melihat kedatangan nya.


Ting tong tong


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu nya terbuka.


"Maaf non tadi bibi lagi nyuci"ucap BI murni sambil membawa koper yang ada di tangan Syifa


"Tidak apa-apa BI,ayah ada kan?"tanya Syifa sambil melangkah masuk kedalam rumah


"Ada non ,tuan ada di taman belakang"jawab BI murni


"Iyah sudah bibi lanjutkan saja pekerjaan nya"kata Syifa sambil berjalan menuju taman belakang rumah nya.


"Assalamualaikum ayah"ucap Syifa sambil tersenyum


"Walaikumsalam nak"jawab pak Dinata sambil merentangkan kedua tangannya


Syifa pun langsung menghambur ke dalam pelukan ayah Nya,saat ini hanya lelaki tua ini lah yang bisa mengerti akan kesedihan nya.


"Sudah jangan menangis seperti ini nanti calon cucu ayah akan ikut bersedih"kata pak Dinata yang ikut merasakan bagaimana kesedihan Putri Nya


"Ayah untuk sementara biarkan aku tinggal disini,"ucap Syifa


"Kau tak perlu mengatakan hal seperti itu nak,ini rumah mu juga tempat untuk kau kembali."jawab pak Dinata sambil menuntun Syifa masuk ke dalam rumah nya


Satu Minggu sudah Syifa berada di rumah ayah nya dan juga sesekali putri nya datang mengunjungi nya, Syifa berharap suami nya sudah menyadari kesalahannya dan segera menjemput nya.karena dia juga tidak ingin lama-lama meninggalkan anak nya.


Di kantor


"Hendra ada apa dengan mu"?tanya Martin yang sudah tidak tahan lagi melihat sifat sahabat nya itu

__ADS_1


"Apa kau tidak punya sopan santun"jawab Hendra


"Aku tidak membutuhkan sopan santun kepada orang seperti mu"ucap Martin kesal


"Memang nya aku kenapa?"tanya Hendra balik pada Martin


"Sebenarnya aku tidak ingin ikut campur dalam masalah rumah tangga mu ini,tapi kau sudah keterlaluan hen ."kata Martin kesal


"Kau tidak usah ikut campur masalah aku,dan juga sekali lagi kau bicara aku akan memecat mu."jawab Hendra kesal


"Kau tidak akan bisa memecat aku tuan Hendra yang terhormat karena yang menjadi atasan aku sekarang adalah tuan Dinata."ucap Martin


Hendra yang mendengar perkataan sahabat nya itu pun semakin kesal,


"Kau akan menyesal nanti kalau tuan Dinata sudah turun tangan untuk menyelesaikan masalahmu ini."nasehat Martin karena bagaimanapun dia tidak ingin sahabat nya itu hancur


Hendra masih terdiam setelah apa yang dikatakan oleh sahabat nya tadi ada benarnya.padahal ini masih belum jam pulang kantor tapi Hendra sudah pulang karena kepala nya sudah dipenuhi dengan masalah rumah tangga nya.


Sesampainya di rumah Hendra langsung masuk kedalam kamar nya dan mengabaikan teriakan putri nya,ini kali pertama Hendra melakukan hal itu.


"Aku tidak ingin kehilangan istri aku hanya karena kehadiran anak siala*itu"gumam Hendra


Hendra langsung mengambil ponsel nya dan mencari kontak sang istri, karena dia akan meminta maaf secara virtual dulu sebelum nanti menjemput nya.


"**Assalamualaikum"ucap Syifa


"Walaikumsalam sayang"kata Hendra yang begitu merindukan suara istri nya itu


"Ada apa mas?apa Fika sakit?"tanya Syifa khawatir karena suami nya yang tiba-tiba menghubungi nya


"Tidak sayang,aku hanya ingin minta maaf karena sudah menyakiti perasaan mu.aku menyesal telah berbuat seperti itu,kau mau kan memaafkan aku dan pulang ke rumah kita lagi"ucap Hendra


Syifa yang mendengar perkataan suami nya tentu saja bahagia,karena suami nya sudah mau menerima kehadiran calon anak mereka.walaupun sakit yang di rasakan nya belum bisa hilang begitu saja.


"Aku sudah memaafkan mu mas dan aku juga mau pulang ke rumah kita"jawab Syifa yang memikirkan kebahagiaan putri nya juga

__ADS_1


"Baiklah besok pagi aku akan menjemputmu,kau jangan lupa istirahat yang banyak."ucap Hendra yang merasa bahagia karena istri nya mau pulang lagi bersama dirinya**


Setelah panggilan nya terputus Syifa tidak henti-hentinya mengelus perut nya,sambil tersenyum karena kini suaminya mau menerima kehadiran anak yang masih dalam kandungan nya itu.


"Nak kamu juga senang kan karena besok kita sudah berkumpul lagi bersama ayah dan kak Fika. maafin ayah ya nak karena beberapa hari yang lalu ayah tanpa sengaja sudah menyakiti mu"ucap Syifa pada perutnya sambil mengelus nya penuh cinta


tok tok tok


Ketukan suara dari pintu kamar nya membuat lamun Syifa buyar.


"Iyah sebentar"ucap Syifa


Ceklek


"Apa ayah mengganggu istirahat mu nak"? tanya pak Dinata


"Tidak sama sekali ayah,ada apa"?tanya Syifa


"Tidak ada apa-apa ayah hanya khawatir karena tadi kata bibi kau belum makan.ada apa?"tanya pak Dinata


"Ayah jangan khawatir kaya gini dong, Syifa tidak apa-apa kok tadi hanya mual sedikit jadi malas makan."jawab Syifa sambil menggandeng tangan sang ayah turun ke bawah


"Tapi kau juga harus makan agar cucu ayah tetap sehat ."kata pak Dinata


"Ayah ada yang ingin aku sampaikan"ucap Syifa


"Ada apa nak"


"Besok suami aku akan menjemput aku yah,dan dia juga sudah mau menerima kehadiran anak kami."kata Syifa bahagia


Mendengar penuturan putri nya tentu saja pak Dinata bahagia,tapi dia akan menemui menantu nya itu dulu sebelum mengijinkan putri nya untuk kembali kerumahnya lagi.


"Ayah senang mendengar Nya,tapi sebelum itu kau harus makan terlebih dahulu kasihan cucu ayah tidak dikasih makan dari tadi"jawab pak Dinata


"Baiklah Baginda raja ,hamba akan makan sekarang tapi Baginda raja juga harus makan ya."ucap Syifa

__ADS_1


bersambung


jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan vote terimakasih 😊


__ADS_2