
Rumah sakit jadi rumah kedua buat bintang walaupun di hari pertama nya bekerja banyak yang tidak suka pada nya bahkan meragukan kemampuan nya.hingga operasi mendadak yang di tangani nya berhasil membuat teman-teman baru nya mulai bersikap baik pada nya.tidak ada lagi yang slalu mengatai nya yang tidak-tidak.
"Dokter apa tidak lelah kalau harus setia hari masuk?"tanya Vili suster yang selalu mengikuti nya
"Tidak sama sekali"jawab bintang sambil melanjutkan langkahnya
"Dokter boleh tidak kalau aku jadi asisten dokter?"tanya nya penuh harap
"Maaf suster Vili tapi saya tidak ada hak untuk melakukan itu,tapi jika kah mau maka bicara lah pada prof Michael."jawab bintang sambil tersenyum
Bintang merogoh saku celananya saat ponsel nya Bergetar.dan sedikit malas untuk mengangkat panggilan telepon yang selalu mengganggunya.
"Halo kak."ucap bintang
"Kau kenapa tidak pernah membalas atau mengangkat panggilan dari aku"?tanya nya dengan nada kesal
"Maaf bintang tidak bermaksud seperti itu kak,hanya saja bintang sibuk hingga jarang memegang ponsel."kilah bintang
"Kali ini kau akan aku maafkan tapi tidak untuk lain kali,"jawab Brian sedikit menyunggingkan senyuman tipis
"Baiklah kak nanti kalau ada waktu akan bintang hubungi lagi, sekarang bintang masih ada kerjaan."ucap bintang
"Karena kau sudah mengatakan akan menghubungi aku kembali maka aku akan menunggu nya dan satu lagi kartu yang aku berikan pake lah semaumu."jawab Brian sebelum mengakhiri panggilan nya
Bintang yang mendengar perkataan Brian tadi masih bingung karena tanpa uang dari Brian pun dia masih bisa menghidupi dirinya dan juga sang ayah.
"Dokter bintang kenapa?"tanya Gwen heran karena melihat bintang mengoceh sendiri
__ADS_1
"Tidak apa-apa kok."jawab bintang sambil tersenyum
"Baiklah kalau Dokter baik-baik saja,apa kita akan memeriksa keadaan nyonya Xia?" tanya Gwen
"Iyah kita akan memeriksa keadaan nya terlebih dahulu"jawab Bintang melangkahkan kakinya
Jakarta
"Apa ayah akan pergi besok?"tanya Fika pada sang ayah yang kini sibuk dengan laptop nya
"Iyah sayang kenapa?apa kau ingin ikut ayah "tanya balik Hendra
"Tidak ayah ajak Tante atau ria saja."jawab Fika
"Apa kau masih mencari keberadaan adik mu"?tanya Hendra yang kini sudah menutup laptop nya
"Fika tidak akan pernah bosan dan lelah untuk mencari nya , walaupun Fika harus menghabiskan banyak uang dan waktu itu tidak masalah."jawab Fika sedih
"Tidak ada yang Fika inginkan ayah kembali dengan selamat saja Fika sudah bahagia."jawab Fika sambil berlalu meninggalkan sang ayah
Saat tengah termenung Hendra tiba-tiba sadar ketika suara putri bungsunya memanggil nama nya.
"Ayah Ria mau minta uang dong."rengek nya pada Hendra
"Memang nya kau mau kemana?tanya Hendra
"Ria mau pergi ke mall bersama teman-teman."jawab Ria sambil tersenyum
__ADS_1
"Jangan pernah membuat ayah malu nak,kalau kau bisa sedikit saja seperti kakak mu maka ayah akan memberikan apa pun yang kau inginkan."kata Hendra sambil mengambil beberapa lembar uang yang ada di dalam dompet nya
Setelah mendapat uang dari sang ayah Ria langsung pergi dengan hati yang kesal karena lagi dan lagi dia selalu dibandingkan dengan sang kakak yang sempurna di mata ayah nya.
..................................
Mila dan kedua teman nya saat ini sedang melakukan penggalian video bersama adik kecil mereka.banyak cerita yang mereka katakan hingga tidak menyadari kehadiran seseorang di belakang mereka.
"Bintang kenapa jadi diam?"tanya Mila yang belum menyadari kehadiran kakak nya
"Baby apa terjadi sesuatu? sambung Harry yang melihat wajah tegang bintang
Sementara Max yang menyadari kehadiran kakak dari sahabat nya itu Langsung menyikut Mila berharap mengerti dengan lirikan matanya.
"Apa kalian bekerja disini hanya untuk main-main saja."ucap Brian yang membuat suasana hangat tadi menjadi dingin
"Kakak kami kan sedang melakukan panggilan video,bukan sedang bermain-main."jawab Mila gugup
"Kalau kalian masih ingin bekerja disini maka jangan pernah bermalas-malasan."kata Brian
"Kami hany,,,."belum selesai melanjutkan perkataannya Brian sudah memotong perkataan adik nya
"Tidak ada lagi toleransi untuk kalian jika masih saya temukan bermain-main seperti ini."jelas Brian
Saat ketiga nya hendak pergi langkah mereka terhenti saat Brian meminta ponsel yang mereka pakai tadi.dan hal itu membuat Harry mau tidak mau memberikan nya dari pada dia harus dipulangkan ke nengara nya saat ini
Brian mengerutkan keningnya saat membaca pesan yang baru masuk,dan itu dari bintang.
__ADS_1
"Apa kak Brian marah-marah lagi?kalian tidak di pecat kan?kita akan membuat grup saja agar bisa terhindar dari mata elang nya."pesan dari bintang
"Jadi kau membohongi aku gadis kecil,tadi apa yang kau katakan kalau kau jarang memegang ponsel karena terlalu sibuk, bukti nya kau selalu berbagi kabar dengan teman-teman tikus mu ini."batin Brian