
"Sebenarnya ini ada apa sampai ayah memukul aku tiba-tiba"ucap Hendra sambil memegang pipinya
"Sebenarnya kau manusia seperti apa yang menginginkan kematian anak mu sendiri, bahkan bintan*jauh lebih mulia dari pada orang seperti mu.selama ini aku diam bukan bukan berarti aku tidak tau apa yang terjadi,dan Ingat ini baik-baik kalau terjadi hal buruk pada putri dan cucu aku ,maka aku bersumpah sampai mati pun aku tidak akan pernah memaafkan mu".ucap pak Dinata sambil melangkah kaki nya meninggalkan Hendra
Hendra masih tercengang di ambang pintu karena kejadian yang baru saja terjadi, melihat mertua dan sahabat nya datang kerumahnya tengah malam seperti ini membuat nya menjadi penasaran.dia bisa melihat wajah sang mertua yang di penuhi amarah,bahkan karena keributan tadi membuat putri nya bangun.
"Ayah ada apa?"tanya nya dengan menatap heran apa yang terjadi di rumah nya
"Tidak apa-apa nak,kau kembali masuk kedalam kamar mu ya"jawab Hendra sambil menyuruh BI Marni untuk membawa kembali kedalam kamar
Tanpa menunggu putri nya masuk dia langsung mengikuti langkah mertua nya yang berjalan kearah kamar nya.
Tuan Dinata yang sudah sampai di depan pintu kamar putri nya itu pun dengan tidak sabar membuka nya,hati nya begitu sakit melihat anak yang begitu dicintai nya tergeletak di lantai dengan darah yang sudah membasahi tubuhnya.dunia nya seakan berhenti saat ini melihat kondisi putri nya .
Tubuh nya yang renta di paksakan nya untuk membawa tubuh putri nya yang sudah dingin itu dengan sekuat tenaga nya,air mata nya sudah seperti air terjun yang tidak bisa berhenti.melihat tuan nya yang hampir terjatuh membuat Martin mengambil alih putri majikan nya itu,bahkan sudah sedari tadi dia minta agar dia yang membawa Syifa.
Mereka Melawati Hendra yang masih mematung di depan pintu kamar nya,bahkan Martin dengan penuh amarah menyenggol tubuh Hendra agar bergeser.mungkin kalau saat ini dia tidak lagi menggendong istri dari sahabat nya itu , tentu saja dia sudah akan melayangkan tinjunya
"Kakek bunda kenapa"tanya Fika saat melihat bunda nya berdarah
Tuan Dinata tidak menjawab pertanyaan cucu nya itu tapi dia menyuruh BI murni untuk menjaganya.karena saat ini yang paling penting untuk nya adalah keselamatan nyawa putri nya.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit pak Dinata tidak henti-hentinya mengajak sang putri bicara berharap kesadaran putri nya kembali.
__ADS_1
"Nak bangunlah ayah tau kalau putri ayah begitu kuat,jadi ayah mohon bertahan lah "ucap pak Dinata dengan suara nya yang sudah parau karena dari tadi dia menangis.
"Ayah tidak akan pernah memaafkan suamimu itu kalau sampai terjadi sesuatu pada mu ayah janjikan itu"
Martin melajukan mobil yang dikendarai nya dengan cepat,karena dia pun tidak ingin terjadi yang tidak mereka ingin kan.
"Martin cepatlah tubuh putri aku sudah semakin dingin"ucap pak Dinata dengan lemah
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di depan rumah sakit, dokter yang sudah menunggu nya dari tadi langsung melarikan nya keruangan operasi.karena tadi sebelum nya Martin sudah menghubungi dokter pribadi tuan Dinata
"Dokter tolong selamatkan nyawa putri saya"ucap pak Dinata yang kini sudah menjatuhkan diri nya di lantai yang dingin itu tanpa memperdulikan reputasi atau harga dirinya lagi
Melihat hal itu membuat Martin langsung membantu atasan nya itu untuk berdiri.
"Tuan tidak perlu seperti ini ,kami akan melakukan yang terbaik karena itu sudah menjadi kewajiban kami."jawab dokter Richard
Tuan Dinata tidak mengindahkan perkataan Martin tadi,dia malah berjalan mondar-mandir di depan ruang operasi yang baru saja di mulai itu.bahkan dia sudah memulai menyiapkan hati nya untuk kejadian hal terburuk sekalipun.
Dirumah Hendra
Hendra kini hanya bisa menangis melihat kondisi istri nya tadi yang mengenaskan.dia masih jelas mengingat bagaimana dia mendorong Syifa hingga terjatuh. darah yang masih berceceran di lantai di sentuh nya dengan penuh amarah.
"Kau lah yang menyebabkan hal ini terjadi,kau yang membuat aku berulang kali menyakiti nya dan karena kehadiran mu membuat nya seperti ini."gumam Hendra seakan menyalahkan bayi yang tidak berdosa itu
__ADS_1
"Ayah bunda kenapa"tanya sang putri yang membuat kesadaran Hendra kembali. di tatap nya mata indah itu yang kini menangis membuat nya bertambah marah.
"Akan aku pastikan kau tidak akan hidup lama di dunia ini anak siala*" batin Hendra sambil memeluk putri nya
setelah menenangkan putri nya akhirnya Hendra menyusul kerumah sakit dimana sang istri kini berada. Sepanjang perjalanan Hendra selalu dihiasi dengan pertengkaran mereka tadi.dia membentengi diri nya kalau kejadian ini bukan lah kesalahan nya melainkan kesalahan anak yang tidak pernah di inginkan nya itu .
Sesampainya di rumah sakit langkah nya begitu besar karena dia juga sudah tidak sabar melihat bagaimana kondisi sang istri.tapi baru saja dia tiba sahabat nya sudah memberikan nya bogem mentah.
"Aku tidak pernah tau kalau selama ini aku memiliki sahabat yang punya hati iblis seperti mu"ucap Martin menggebu-gebu,dia sadar kalau tidak seharusnya dia ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain tapi jiwa kemanusiaan nya yang menyuruh nya untuk melakukan itu
"Bangsat,kau tidak berhak ikut campur di dalam rumah tangga aku ini,apa kau iri karena aku bisa mendapatkan semua ini dengan mudah."ucap Hendra ngelantur
"Kau ternyata begitu picik jadi orang,mulai saat ini aku memutuskan hubungan persahabatan kita."kata Martin
"Kau tidak perlu sombong seperti itu karena aku pun tidak sudi punya sahabat yang Munafik seperti mu,asal kau tau aku pun tidak rugi jika kehilangan orang sepertimu."jawab Hendra yang kini sudah meninggal mantan sahabat nya itu
"Ayah bagaimana dengan keadaan istri aku"tanya Hendra saat melihat ayah mertua nya yang duduk sambil menutup mata
Karena tidak ingin membuat keributan saat ini tuan Dinata hanya mengabaikan nya,karena saat ini putri nya sedang bertarung nyawa untuk Bertahan hidup.
"Tuhan aku mohon selamat kan putri dan cucu aku, jangan kau ambil mereka dari aku.sungguh aku tidak akan bisa memaafkan diri aku jikalau engkau mengambil nya saat ini."batin tuan Dinata
Lampu yang tadi nya berwarna merah kini sudah berubah jadi hijau,itu tanda nya operasi nya sudah selesai.melihat orang yang berjubah putih keluar membuat jantung mereka tidak tentu arah.
__ADS_1
bersambung....
jangan lupa password nya yah 😊 like coment dan vote terimakasih. kalau gak bisa ngasih vote ngasih hadiah juga boleh kok 😊😘