Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
12. Mendaki


__ADS_3

Setelah kejadian tadi malam, aku bersama teman-teman siap untuk camping, apalagi mama juga sudah mengizinkannya, jadi tunggu apalagi...?, tinggal go to camping.


Kami melewati lereng bukit-bukit yang terjal, dan juga melewati beberapa hutan kecil.


Sesampainya disana, kami langsung memasang tenda tempat untuk peristirahatan pada waktu malam tiba nanti, mungkin ini hanya tenda sementara karna besoknya kami akan melanjutkan perjalanan. Suasana hari mulai gelap bearti itu pertanda malam akan segera tiba, gemercik api 🔥 unggun menambah serunya camping, untuk menambah keseruan kamu duduk di dekat api unggun sambil menyanyikan lagu-lagu bersama-sama.


Tiba-tiba gerimis pun turun membuat kami sadar yang bahwa sebentar lagi akan segera turun hujan deras, tidak menunggu lama kamu pun langsung memasuki tenda masing-masing. Kami hanya membawa dua buah tenda, salah satu tenda hanya muat dua orang saja. Pada ketika kami berada di dalam tenda hujan pun mulai turun sangat deras membuat api unggun padam.


Malam semakin hening, aku melihat Azka sudah tidur duluan. Aku tidak tahu bagaimana dengan Wahyu apakah dia sudah tidur atau belum?, aku tidak berkoneksi ke tenda sebelah karna takut terganggu tidurnya mereka.


" Ris, suasana hutan kalau hujan emang beda ya..?" ujar Mauliza yang menatap langit-langit tenda seraya berbaring dan aku hanya memandanginya sambil tersenyum. " Pasti suara hujan di dalam tenda kita dengan tenda Wahyu pasti berbeda..., tenda kita kan lebih besar dari Wahyu, makanya tenda kita muat tiga orang bahkan lebih dari tiga orang " ujar ku.


Mauliza menatap ponselnya dan mencoba chat siapa saja yang aktif dari Wahyu dan Nanda, namun tidak seorangpun yang aktif dari mereka. Hu...bosan tahu..!, Ris..ada hal yang bisa kita lakuin nggak sih? bosan nih..!" cetus Mauliza. " Mau ngapain coba?, dihutan malam-malam kayak gini, malah lagi hujan, mana ada sih hal yang seru."


Karena terlalu merasa bosan, aku mempunyai sebuah ide untuk mengatasi kebosanan dan langsung saja aku bisikkan ide ku kepada Mauliza.


" Mauliza, aku punya ide nih!"


" Ide apaan?, ayo buruan bilang.."


" Kerjain Azka yuk" bisik ku pada Mauliza dan dia pun menyetujuinya. " Ok tuh siaap!..,kita mulai yuk, aku ada bawa banyak spidol."


Kami mulai mencoret-coret wajah Azka dengan segala macam gambar, mulai dari membuat kumis kucing 🐱 lalu memberi lipstik dengan spidol merah, membuat alis besar dan lain-lainnya hingga wajah Azka penuh dengan coretan.

__ADS_1


Setelah selesai kami pun memfoto gambar Azka, kami pun tertawa puas sekali.


" Syitttt... jangan keras-keras, nanti Azka kebangun" ujar Mauliza sambil menutup mulutnya dengan dua tangannya.


" Mauliza.., ngantuk nih! tidur yuk" ajak ku. Malam semakin larut, hujan pun sudah sedikit reda, kedua mata kami pun terlelap hingga menjelang pagi.


Keesokan paginya Azka terbangun lebih dulu, dia langsung membangunkan aku dan Mauliza yang masih tidur dengan sangat pulas. "Ris...Riska!!, bangun!, Mauliza...bangun dong!!, sudah pagi nih" ujar Azka dengan menggoyang-goyang tubuh kami. "Eemmm..." aku menggeliat malas membukakan mata karna masih terasa ngantuk. " Ayuk bangun Ris...!!" Azka masih berusaha membangunkan kami sampai kami pun terbangun. Saat kami terbangun, kami melihat wajah yang hampir membuat kami lari. Wajah Azka benar-benar habis dengan tinta hitam yang menutupi wajahnya, namun kami langsung sadar bahwa itu semua ulah kami semalam, kami pun pura-pura tidak tahu.


" Aku keluar bentar, ya..mau cari udara pagi" ujar ku untuk mencari alasan.


" Aku juga ikut Ris..." ujar Mauliza.


Rupanya Azka juga ikut keluar kami mendapati Wahyu dan Nanda sedang memanggang ikan, mereka mengajak kami untuk sarapan pagi bersama begitu melihat kami keluar tenda, namun mereka belum melihat Azka, karena Azka yang berdiri di belakang dan tertutup dengan tubuh Mauliza.


" Tadi subuh."


" Lah, kenapa nggak kalian bangunin kami aja?"


" Sengaja kami tidak membangunkan kalian, ini kan kerjaan cowok, iyakan Nanda?" jawab Wahyu, Nanda yang melihat cuma mengangguk-angguk sambil tersenyum.


" Cewek juga bisa kali..." ujar Mauliza.


" Za, duduk sini.." ujar Nanda pada Mauliza. " Iya"

__ADS_1


Begitu Mauliza duduk, tampaklah Azka di belakang Mauliza yang dari tadi asyik menatap tupai di pohon. Seketika mereka terkejut melihat wajahnya Azka yang penuh dengan coretan.


" Mampus.., kenapa muka lu, Azka?" tanya Nanda yang ketawa-ketawa.


" Hah..? memangnya kenapa?, ada apa?, mukaku kenapa?" tanya Azka panik. Melihat Azka panik, aku dan Mauliza hanya diam saja sambil menahan tawa, namun tetap meledek tak tertahan. Azka berlari dan langsung mengambil cermin di dalam tenda dan langsung berkaca. "Aaaah!!, muka ku..??, kenapa kayak gini?, siapa yang melakukan nya?" raung Azka begitu kesal. Tatapan Azka tertuju pada kami yang terus menertawainya dari tadi, Nanda yang melihat menyenggol Mauliza membuatnya menyadari bahwa tatapan Azka itu tertuju pada kami.


Dengan cepat Mauliza langsung lari seraya menarik lenganku.


" Dugaan ku tidak salah lagi..., pasti ini kalian kan??, Mauliza..!, Riska..!!, kemana kalian?" kejar Azka yang sangat kesal sekali.


Aku berlari dari kejaran Azka, tak tentu arah tujuan, hingga menabrak Wahyu yang sedang memainkan ponselnya membuat ku hampir saja terjatuh, untung saja tangan Wahyu dengan cepat menangkap ku dan saat itu pula terjadilah hal yang tak terduga, mata bertemu mata membuat jantungku berdebar-debar lebih kencang dari biasanya, baru kali ini aku merasakan kejadian yang begitu romantis seperti di film-film. Beberapa menit kami masih saling memandang.


" Ekheem!!, aduh..keselek pohon!!, aduh..aduh!" rayu Mauliza yang melihat kami saling beradu mata.


" Ah, makasih yu..!" ujar ku malu-malu. " Makanya lain kali tuh, hati-hati"


" Iya..,iya!, hehe" aku langsung melepaskan pegangan tangan Wahyu. " Udah, jangan keasyikan dulu, urusan kita belum selesai" ujar Azka.


" Udah lah, Azka.. cuci muka di sana cepat, bentar lagi kita mau lanjutin perjalanan, biar nggak lama-lama disini nanti keburu gelap lagi" ujar Mauliza.


" Huff.., ya udah, aku cuci muka dulu, tapi ingat ya .., urusan kita belum selesai sampai disini, aku akan balas kalian lain kali" ucap Azka begitu kesal sekali , yang membuat kami tertawa dengan perkataannya.


Azka turun ke sungai yang tidak jauh dari tenda tempat kami nginap, setelah mukanya di basuh dengan air muka Azka terlihat sudah bersih lagi. Kami pun menyantapnya ikan bakar yang di tangkap Wahyu dan Nanda, setelah kami merasa kenyang lalu kami membuka semua tenda masing-masing dan membereskan semua perlengkapan camping kami agar semuanya tidak ketinggalan. Kami pun melanjutkan perjalanan Camping kami.

__ADS_1


Hai.. terimakasih kepada teman-teman yang sudah memberikan dukungannya. jangan lupa ikuti terus kelanjutannya ya, jangan lupa like dan komen.


__ADS_2