Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
22. Tersandung Masalah


__ADS_3

" Wah, wah Cemen Lo!, hahaha pakek sembunyi di belakang lagi. Eh! Lo tahu nggak dia itu cewek gue." Ujar Abang kelas yang mengejarku tadi pada Siswa OSIS. " Apa kamu bilang Vino, Cewek Lo?." Ujar Kiram yang bangun menghadangnya. Ternyata Abang kelas namanya Vino. " Bohong kak, orang baru kemarin masuk sekolah kok. Lagi pula aku belum kenal pun sama kamu dan nggak bakalan mau pacaran orang sepertimu." Tegasku dengan sangat kesal.


" Oi kamu menghina ya?" Vino mencoba menarik tanganku lagi. " Plak!" Kiram memberikan satu tamparan buat Vino yang membuat kami semua terkejut.


" Lo kesini buat sekolah, bukan untuk ganggu adik kelas. Gara-Gara Lo sekolah kita bakal punya nama jelek, ngerti!" tegas Kiram. " Lo pikir Gue takut sama Lo?, jangan mentang-mentang Lo itu OSIS disini seenaknya main nampar aja." Cetus Vino.


Mereka berada bogem, Kiram adalah wakil OSIS yang disegani di sekolah itu. Ia adalah siswa teladan yang menjaga nama baik sekolah. Tak heran ia selalu menonjok siswa yang melakukan kesalahan diluar batas.


" Ada yang berantem, ada yang berantem." Siswa lain mulai berdatangan melihat keributan, diantara mereka ada yang memanggil Guru. " Ya ampun, gimana nih, ini semua salahku." Gumamku merasa bersalah pada Kiram.


Pada ketika kegaduhan terjadi tak lama kemudian ketua OSIS Arian Nafis Ramanda pun datang ketempat kegaduhan. " Apa-Apaan ini, hei kalian semua berhenti!." Tegas Arian melerai perkelahian mereka. " Apa yang kamu lakukan sampai Kiram menonjokmu?" tanya Arian pada Vino. " Kalau kamu tak bersalah nggak mungkin Kiram menonjokmu." Vino terdiam. " Dia mencemari nama baik sekolah Bang." Ujar Kiram menjelaskan pada Arian. " Hei, mentang-mentang kalian ini anggota OSIS bisa seenaknya ikut campur urusan orang." Ujar Vino yang merasa tertindas. "Plak." Satu tamparan dari Arian melayang ke pipi Vino dan membuat Vino bertambah marah.


Tidak lama kemudian guru pun datang dan langsung melerai masalah. Kiram berbicara langsung dengan Pak Anwar kemudian kasusnya di laporkan kepada Kepala sekolah, lalu kami pun dipanggil keruang Kepala sekolah. " Kalian bisa bubar." Tegas Buk Siti pada kerumunan siswa-siswi. Azka dan Mauliza yang turut hadir di kerumunan hanya mampu melihat dan tidak bisa berbuat apa-apa karna aku sudah duluan di panggil ke dalam ruangan kepala sekolah.

__ADS_1


Di ruangan kepala sekolah dimintai keterangan asal mulanya terjadi keributan, Aku menjelaskan dari awal hingga akhir. Keputusan yang tepat jatuh pada Vino, ia di skor selama seminggu.


Begitu keluar Azka dan Mauliza sudah menanti di depan pintu, mereka tersenyum lega melihat aku keluar dari ruangan kepala.


" Ris, Kamu kenapa harus ketiban masalah. Padahal kami semua nungguin Kamu di kantin lho." Mereka sangat khawatir. " Ceritanya panjang deh, tapi aku harus keruang UKS dulu ya." Ujarku sambil bergegas meninggalkan mereka.


Terlihat di dalam ruangan UKS beberapa siswa cowok lagi mengobati Kiram. " Au... pelan-pelan dong." Kiram mengerang kesakitan. Lagi-Lagi aku merasa bersalah, ini semua salahku. " Bisa Aku bantu?" Aku menawar bantuan. " O...mau bantu? boleh-boleh silahkan." Ucap Arian sambil menyodorkan kapas pembersih luka padaku. " Makasih." Aku mengambil kapas dan alkohol lalu membersihkan luka memar pada Kiram. " Maaf ya gara-gara aku kamu jadi seperti ini." Kiram hanya diam sambil menatapku yang lagi sibuk mengobati luka di tangannya.


" Aw, pelan-pelan dong." Kiram meringis kesakitan. " Iya-Iya ini udah pelan-pelan kok." Ujarku melanjutkan pengobatannya.


Pada ketika Aku beranjak mau pergi, tiba-tiba terasa hawa yang dingin di sebelahku. Hawa tersebut bukan datang dari Kiram. Aku menoleh kesamping, deg! jantungku berdetak. Seketika detak jantungku tidak normal. Aku sangat terkejut dengan sesuatu yang berdiri tepat di depan wajahku. Bayangan hitam dengan bola mata merah melotot ke arahku.


Aku langsung menenangkan diri agar mereka tidak ada yang curiga. " Kamu kenapa, seperti orang kaget." Tanya Arian yang sempat melihat aneh gelagatku. " Nggak kok Bang, nggak papa aku duluan ya." Mengelak dan berpamitan meninggalkan mereka di ruangan UKS, aku langsung bergabung dengan Azka dan Mauliza.

__ADS_1


" Gimana Ris, dapat gebetannya" tanya Mauliza yang usil. " Apaan sih, aku cuma ngobatin aja kok. Yuk kita ke kantin" ajakku. " Emang masih sempat? tiga menit lagi masuk lhoh." Ucap Nanda. " Beli jajan doang" ujar Azka. Dalam perjalan ke kantin aku masih terbayang sosok hitam yang mengaketkanku tadi.


...----------------...


Pada saat jam pulang tiba, Mauliza, Azka dan Nanda memintaku untuk menjelaskan permasalahan tadi. " Brengseknya Abang kelas itu." Cetus Mauliza dan Azka. " Shitt jangan kencang kali suaranya." " Jadi sekarang bagaimana nasib Abang kelas itu?" ujar Nanda. " Namanya 'Vino' dia diskor selama seminggu. " Baguslah, biar tahu rasa tuh Vino." Tegas Azka yang kesal. " Kamu nggak ada rencana kasih tahu ke Papa Ris?" tanya Mauliza. " Sepertinya jangan dulu deh, lain kali aja, lagian ini baru masuk sekolah. Aku khawatir nanti mereka kepikiran waktu aku ke sekolah." Jelasku pada mereka.


Nanda beranjak dari tempat duduk dan mengajak kami untuk beli minuman. Di sekitar sekolah terlihat ada toko jualan bermacam minuman kami menuju ke arah toko tersebut. Di perjalanan aku melihat ada anak kecil lagi berdiri seraya memegang-megang rambutnya yang di kepang dua, matanya melihat ke arah kami yang sedang berjalan. Baju anak itu penuh dengan lumuran darah, ia juga bisa tembus ketika mobil melintas di jalan. Aku berpikir, sepertinya anak itu tidak lain adalah korban kecelakaan lalu lintas dan mati dengan ruhnya tidak tenang. Aku melihat Mauliza dan Azka sepertinya mereka tidak menyadarinya bahwa anak makhluk tak kasat mata lagi mengintai kami. Akhirnya kami pun memasuki toko tersebut dan mulai memilih-milih minuman yang cocok di lidah dan pas diminum disiang hari.


Setelah merasa puas dengan minuman yang bersoda, aku pun pulang dengan jemputan Papa, sedangkan Mauliza, Azka serta Nanda masih setia menunggu datangnya jemputan dari orang tuanya masing-masing.


Sesampainya dirumah, aku merasa sangat lelah dan capek atas masalah yang aku hadapi hari ini, semoga hari-hari berikutnya tidak ada lagi masalah.


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan teman-teman yang masih setia menunggu aupte, jangan bosan-bosan memberi like dan komentarnya.


__ADS_2