Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
53. Seoson 2, Part 1


__ADS_3


Arletta...?


Arletta,seorang gadis sma berusia 17 tahun.Ia yang menjalani sekolahnya tanpa ada masalah namun kini ia mendengar kata terlambat untuk pertama kalinya.Dan apakah benar ia sungguh terlambat?.


''Letta! bangun sayang!!, udah jam 07.10,lho!''


Arletta tersentak mendengar ucapan mamanya. "Apa?!''ia dengan segera meluncur dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.


''plis, semoga gue gak telat…!''batin Arletta seraya membasuh bedan nya.Tak lama kemudian gadis itu keluar dari kamarnya dengan baju sekolah yang terlihat rapi menuju ke meja makan.


''Pa, ayo berangkat…!''ucap Arletta dengan segala kesiapan nya.


''Buru-buru banget, sih..''ujar papa seraya meminum segelas kopi dengan santainya.''letta udah telat, Pa…!''


''Hah?'' papa menyerngit bingung. ''inikan baru jam 06.30'." ucapan papanya berhasil membuat Arletta menatap mama nya yang cekikikan.' "Mama! ,mama sengaja kan?''Arletta kini duduk di dekat papa nya dengan wajah yang kesal.


''Udah dong...jangan marah-marah, ntar cantiknya ilang…,mama kan cuma bercanda...biar kamu gak kesiangan'' ujar mama Arletta seraya menahan tawa.''Tapi kan letta kesel jadinya...''ujar gadis dengan jepita di rambut indah nya.


Mama kemudian mendekati Arletta dan mencubit gemash pipi Arletta.''Aw!''.''Hh, mukanya jangan jutek dong...,sebagai permintaan maaf ntar mama bikinin cake kesukaan kamu plus cokelat di atasnya, gimana? mau gak?''rayu mama.''Seriusan?!''tanya Arletta.''iya."


''Yess!, beneran ya, Ma...awas kalo boong…!''


''Iya sayang, iya...''


Papa yang menyaksikan sedari tadi hanya bisa tersenyum dan kemudian menyuruh Arletta untuk menghabiskan sarapannya.


''Gak ada yang ketinggalan, kan?''tanya papa memastikan.


''Gak ada kok pa...,aman, hehe'' Arletta terkekeh pelan.


kemudian mobil bergerak meninggalkan perkarangan rumah menuju SMA KOTA JUANG.Di sisi lain, mama Arletta menatap mobil yang perlahan menjauh dari rumahnya itu seraya tersenyum.


''Gue harap ga ada perubahan di keluarga ini''ujar mama Arletta.


''Semoga aja ya, Ris…,aku ga mau lagi liat kehidupan masa SMA kamu dulu. tapi… gimana kalau letta minta di turunin kemampuan mata batin milik kamu?'' Ayu sedari tadi menatap ke arah Riska, mama Arletta.


''Gue gak pengen,sih..itu bahaya soalnya..tapi kalau gak ada pilihan lain dan letta bersikeras...gue bakalan turunin asalkan dia siap aja. Untung nya kemampuan dari cewek gak langsung turun ke keturunannya ga kayak bang Ari..., anak cowok nya yang kini warisin tuh kemampuan yang memang biasa nya anak pertama duluan kena, sih…,tujuh turunan'' jawab Riska Panjang lebar.


''Anak cewenya udah tutup tuh kemampuan ya? tinggal yang anak cowoknya,siapa ya namanya...?Mio panda?''


''HH,RIO GEVANDA'' Riska terkekeh.


''Nah itu dia..RIO GEVANDA dan adik kembarnya RIA GEVANA''

__ADS_1



...****************...


"Pagi letta!" Sapa teman letta


"Pagi juga"


"Morning letta? "


"Morning"


Banyak sapaan yang datang begitu Arletta sampai di sekolah, baik teman seangkatan maupun adik kelas. Arletta cukup populer sebagai salah seorang anggota OSIS, lebih tepatnya wakil ketua OSIS


"Letta! " pangil Nadia, teman dekat Arletta


"Nadia..!, tumben banget lo sama dia" ujar Arletta seraya menunjuk seorang cowok di sebelah Nadia.


"Mobil gue lagi di bengkel, otomatis gue bareng Nadia" ujar cowok itu


"Lho?, motor lo mana? " tanya Arletta


"Di pinjam sepupu gue" jawabnya spontan.


"Udah dulu, ya... Gue mau naro tas dulu" Arletta berbalik badan menuju ke arah kelas. "Gue ikut, let'' Nadia menarik lengan Arletta.


" Seperti biasa, kepada seluruh anggota OSIS harap segera memeriksa atribut para siswa "Suara kepala sekolah terdengar menggema membuat seluruh anggota OSIS termasuk Arletta bergegas ke setiap barisan siswa non OSIS untuk memeriksa atribut lengkap mereka.


" let, plis... Gue jangan di berdiriin, ya.. "Ucapan itu terus terang keluar dari mulut Arga


" ya gaboleh lah, wajib patuhi peraturan?!, lo ga pake topi, kan.. Maju sana! "Titah Arletta pada Arga" plis let!, plis! "


"Kagak! Sana lo ke deket buk Rima, atau gue lapor ke kepala sekolah"


"Iya deh iya.., dasar ga berperikemanusiaan! " gumam Arga.


"Bilang apa lo?."


"kagak ada gue bilang apa apa." Dengan segera Arga menuju barisan siswa yang tidak memakai atribut lengkap


"Wah liat deh.. Bebep Arga! Gans banget kan?.. Pengen deh berdiri deket dia" ujar seorang siswi. "Iya, sama.. Gue juga mau, kita lepas aja salah satu atribut yuk! "." Yuk! "


Dua siswi itu segera melepaskan salah satu atribut mereka namun diketahui oleh Nadia. "Ekhem! "


"Eh nadia.. Kita ga lengkap atribut nih.. Hehe"

__ADS_1


"Ga lengkap pala lo!, jelas jelas depan mata gue lo lepas"


Kini upacara telah usai, kelas Xl IPA-A tak ada guru yang masuk. Akibatnya banyak siswa yang ke kantin termasuk Arga yang lari dari hukuman.


"Lho? Kenapa siswa kelas ini pada bubar?, kemana semua? " tanya seorang guru, pak Andi.


"Gak tau Pak..., mereka tadi udah kami bilangin jangan keluar tapi malah ngeyel.. " jawab Mita selaku ketua kelas


"Aduh Duh..! Gimana sih?kok malah keluar..., besok besok jangan biarin lagi, kamu ketua kelas lho... "


"Iya pak, maaf..., lain kali ga gini lagi deh pak.. "


Ditengah itu, Arletta dan Nadia yang sedang duduk santai bersama melirik pak Andi


"Enak ya..., klo sama pak Andi ga perlu khawatir ama panik banget.., soalnya ya pak Andi tuh orangnya ga suka marah marah.. Beda sama buk Rima dan buk Sisi.. " ujar Arletta spontan.


"Iya, gue juga dukung deh, memang iya" sahut Nadia


Arletta memutar pandangan nya ke taman yang jauh dari ia duduk, melihat temannya yang saat itu sedang membaca sebuah comic yang terkesan agak horor. Mendadak ia kepikiran tentang mata batin


"Lo kenapa let? " tanya Nadia. "Gapapa kok, gue cuma lagi mikirin sesuatu aja"


"Apaan tuh? Cowok? Masa depan? Belanja? Belajar? "


"Ish apaan dah..., bukan itu... Gue lagi kepikiran kemampuan bang Rio lho.. Kayaknya bakalan seru deh gue bisa ngeliat a--"


Dengan cepat Nadia menutup mulut Arletta.


"Shhtt!, berapa kalau coba lo udah cerita tentang itu let.. Gue bosen dengernya, lagian itu bahaya pasti, denger denger.. Orang yang punya kemampuan itu sering di rasukin.. Terus berurusan sama dukun dukun, kan ga lucu klo lo jadi kayak gitu.. "


"Masa sih? Bang Rio kayak nya ga tuh.. "


Mungkin bukan sekarang.. Suatu saat nanti pasti ngalamin. Kak Ria aja udah tutup kemampuan itu kan.. "Nadia meregangkan tangan nya yang sedikit pegal akibat menulis tiada henti sedari tadi.


"Gue lepas, sekalipun gak liat sih.., mau gimana? "


"Gue kagak ngerti" kini Nadia merasa sedikit pasrah


"Maksud gue gini lho.. Nad, gue sekali aja ga pernah liat.. Mana bisa ague percaya ama gituan."


Nadia kini memilih membuka ponsel milik nya karena merasa tak sanggup lagi berdebat dengan Arletta yang begitu keras kepala.


"Gini aja ya let.., lo tanyain ntar sama bang Rio juga sama kak Ria. Kayaknya sepulang sekolah bisa deh.. "


"Ah iya, ya.. Pas istirahat aja kali ya.. Pulang sekolah masih lama"

__ADS_1


Serah lo deh.. Tapi gue kasi tau lo ya.. Itu kemampuan agak bahaya.


__ADS_2