Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
35. Kampung Ateuh


__ADS_3

Keesokan paginya kami segera pergi dari daerah itu karena merasa kalau tempat itu sedikit tidak aman. Kami terus saja berjalan hingga menemukan sebuah desa, desa itu sangatlah sepi dan tidak ada tanda-tanda kehidupan. "Aneh banget, kenapa ada desa di sekitar sini?" Gumamku.


Ada seorang wanita tua lewat di depan kami yang lagi memikul kayu bakar, wanita tua itu kemudian menghampiri kami.


"Kalian pasti para pendaki," ujar wanita itu. "Iya nek!, kebetulan kami melihat ada desa disini dan kami pun tertarik mengunjunginya," ujar Aprili.


"Kalau begitu, mari kerumah saya aja," Ajak wanita tua itu dan kami langsung mengikutinya menuju sebuah rumah di ujung desa. "Uwah ..., sepi ...."


Ternyata wanita tua itu tinggal seorang diri dirumah tersebut. Desa tempat tinggal wanita tua itu bernama 'Ateuh'. Namanya desa itu sendiri diberikan karena desa tersebut berada di pengunungan, banyak wanita yang berada disana, sedangkan laki-laki hanya sekitar tiga puluh orang saja karena banyak kasus menghilangnya laki-laki. Dan yang mengganjal di pikiranku, mengapa desa ini begitu sepi?, bukankah banyak wanita di desa Ateuh?.


Kami berkeliling di desa Ateuh melihat-lihat sekitar desa itu, beberapa laki-laki keluar dari rumah mereka, kami hanya melihat aktivitas mereka dari kejauhan saja. Hanya beberapa wanita tua yang berada di luar rumah, sedangkan para gadis tidak ada satu pun di antara mereka.


"Ni, desa aneh banget dah," gumam Vino. Tiba-Tiba ada seorang gadis diam-diam keluar dari salah satu rumah dan pergi bersama seorang laki-laki di sana dan mereka pun sangat buru-buru hingga cepat sekali menghilang dari pandangan kami. "Pacaran kali ," Batinku.

__ADS_1


Kami memutuskan kembali ke rumah wanita tua yang mengajak kami kerumahnya, rasa penasaran kami semakin menjadi hingga pada akhirnya kami bertanya segala sesuatu tentang desa Ateuh.


"Di desa ini memiliki sebuah peraturan yang harus dijalani oleh setiap orang," Ungkap wanita tua itu tentang tabir desa Ateuh. " Disini semua laki-laki dilarang keluar ketika matahari terbenam, sedangkan para gadis dilarang keluar rumah pada matahari terbit, kecuali para gadis itu dijaga oleh laki-laki dari keluarga mereka sendiri," Jelas wanita tua itu.


"Tapi ..., kenapa Nek?" Tanya Arian. "Laki-laki yang keluar pada ketika matahari terbenam akan mati oleh wanita paling cantik di desa ini. tidak ada yang bisa lolos darinya, karena kecantikannya dapat memikat para laki-laki," Ucapnya lagi.


"Dan ..., Kenapa wanita muda tidak boleh keluar pada ketika matahari terbit?" Tanya Mauliza.


"Karena para gadis yang keluar ketika matahari terbit, mereka akan di culik dan kembali ke rumah dalam keadaan hamil atau membawa bayinya," Semua tabir dibuka oleh wanita tua itu. "Oh, desa yang aneh," Gumamku. "Kalian, tinggallah semalam disini, aku akan menjelaskan pada kalian tentang jalan yang akan kalian tempuh nanti. Oh ya, kalian panggil saja namaku dengan sebutan Mbak Milah," ujar wanita tua itu. Malam pun tiba, semua wanita keluar melakukan aktivitas seperti belanja, menjemur pakaian serta aktivitas lainnya. Aku, Aprili juga Mauliza berjalan-jalan melihat suasana malam di kampung Ateuh, sedangkan Arian dan yang lainnya tetap di rumah mbok Milah, karena mereka tidak diizinkan untuk keluar rumah. Tiba-Tiba ada suara nyanyian wanita, nyanyian itu pernah aku dengar didalam mimpiku. Maka kami melangkah mencari suara nyanyian itu, ternyata benar seperti dugaanku, disana ada seorang wanita yang sangat cantik tengah bernyanyi dan wanita itu persis seperti yang pernah aku mimpikan malam itu.


"Lho, kok pergi?, kita liat ini dulu ...," Mauliza ingin melihat wanita itu bernyanyi dengan merdunya. "Ngak ah, Za, kita pergi aja, perasaanku ngak enak, nih!," Mauliza terpaksa ikut pergi karena ia tahu kalau aku peka dengan hal-hal yang berbau mistis.


Akhirnya kami pun mulai menjauh, aku mencoba menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya aku ketika melihat lima laki-laki tewas di depannya. "Persis dalam mimpi!" batinku. "Kak Aprili, Mauliza, cepetan kita pergi!," perasaanku semakin tidak tenang. "Kenapa?," tanya keduanya bingung. "Lari aja!," Mereka ikut berlari bersamaku.

__ADS_1


Pada ketika kami berlari, entah kenapa tiba-tiba kami berlari menuju ketempat tadi terasa seperti dimensi terputar.


"Kenapa kita malah kesini?," tanyaku pada ruang yang kosong. "Bulu kudukku pada merinding, nih ...," Wanita itu tersenyum melihat kami yang ketakutan. Kemudian ia pun menghilang dan muncul dengan wajah seramnya dari belakang kami.


"Aaaaa!!!," Teriak kami bertiga secara serentak. kami mencoba kabur dari sana, namun kami terperangkap dengan pepohonan yang entah dari mana asalnya menghadang kami.


"Plis!, aku belum nikah sama Nanda!, plis!" Mauliza berteriak mengucapkan itu. Aku menatap sorot mata wanita itu dan entah kenapa sorot matanya menunjukkan kesedihan dan kemarahan sekaligus membuatku tercengang sebentar.


"Apa maumu?!," Tegasku dengan memberanikan diri. Tapi dia tidak menjawab, aku mengulangi sekali lagi pertanyaanku. "Apa maumu?!, kenapa kamu mengincar kita?!" Aku mengeraskan suara. "Bantu aku," Ucapnya membuat kami terkejut.


...****************...


Seorang gadis cantik dari desa Ateuh menjadi idola para kaum laki-laki di sana, wajahnya yang cantik bak bidadari, suaranya yang sangat merdu terpukau jagat raya. Ia sering kali mengelilingi desa seolah-olah memamerkan kecantikannya, tapi itu bukanlah suatu keinginannya melainkan keinginan sang Kakak laki-lakinya yang terus menemaninya di sepanjang perjalanan. Kakak laki-lakinya ingin memamerkan adik perempuan yang cantiknya bagikan bidadari.

__ADS_1


Hingga suatu hari kakak laki-lakinya meninggalkan dia si suatu tempat yang dikerumuni laki-laki, ia segera berlari menjauh dari mereka yang mulai mengejarnya. Tiba-tiba teman perempuan nya muncul dan menghadang gadis itu di dekat hutan yang ditujunya, lalu memukulnya hingga terjatuh dan menggores- gores wajahnya dengan ranting berduri. Teman wanita itu ternyata memiliki sifat iri melihat gadis itu sehingga timbul niatnya untuk membunuhnya, dan mayatnya di biarkan terkapar begitu saja yang bersimbah darah, dan tidak ada satu orang pun yang melihatnya, bahkan dari pihak keluarganya pun tidak ada yang mencarinya. Hingga saat ini tidak ada yang tahu nasibnya, kalau ia sudah mati, sekarang timbul amarah dan balas dendamnya, dengan penampakkan wajah cantiknya semua para laki-laki mendekati lalu ia ingin melenyapkan semua laki-laki yang mendekatinya dengan memperlihatkan wajah mengerikan yang penuh coretan ranting yang berdarah-darah dan berbau amis yang menyengatkan, hingga laki-laki tidak sanggup melihatnya dan terbunuh dengan ketakutan sendiri.


__ADS_2