Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
44. Kepala Jatuh


__ADS_3

Baru saja aku memakan chease cake milikku,Wahyu tiba-tiba datang bersama neffa ke meja kami.


“Wah-wah.. siapa ni? Kok kayak kenal.." ujar Wahyu


“Ram, kamu dengar suara nggak?,ada suara tapi gak ada orang nya.." ujar ku pada kiram “Entahlah, ngak peduli kok.." ujar Kiram tersenyum “Buta Lo,ya.. jelas-jelas disini ada orang.." jawab neffa


“Kalau buta, ngak mungkin aku bisa liat sampah yang entah dari mana datang, lagian ngapain sih kalian kesini?merusak suasana aja tau nggak?" Ketusku “Baru 1 bulan di tinggal rajif udah sama dia aja," ledek Wahyu. “Baru 2 bulan samaku dulu, udah sama dia aja, udah ah, Ram! pergi yuk.." Aku dan Kiram segera pergi dari sana setelah membayar dan segera menjauh dari mereka


“Dia siapa,Ris?" Tanya Kiram sewaktu di jalan.


“Mantan," Jawabku.


“Sebenarnya kamu punya berapa mantan, sih?"


“Empat, semuanya sampah selokan yang mudah jalan ketika air baru datang"


“Banyak amat, dah!."


“Makanya Jangan di tambahin dong, pokoknya aku pengen kamu tuh yang terakhir!" Ucapku tak mau tau.


“Aku janji, tenang aja"


Tidak terasa kami sudah sampai di depan rumah, aku segera turun dan Kiram membalikkan motor miliknya lalu segera pergi, Arian berdiri di depan pintu menatapku yang mulai berjalan mendekatinya


“Udah clear, pr nya?"


“Udah, dong.."


“Memang nya Abang nya sendiri ga bisa gitu di minta ajarin?, mesti sama Kiram?" Ketus Arian


“Huff...,kalau aja bisa bang, kerjaan Abang tuh padat sekolah penuh dengan tugas OSIS, pulang dari sekolah, makan minum habis itu tidur pulas udah kayak orang mati aja!" Timbal ku kesal. Arian hanya terkekeh pelan melihatku lalu masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa.


...----------------...


“Aku ngak akan biarin hidup kamu tenang..,Mira udah di penjara kini giliranku menggantikan tugas nya, hahaha!."


“Siapa kamu?." Seorang laki-laki muncul di depanku dengan sebuah boneka, ia kemudian menusuk kepala boneka itu


“Aaaaa!!" Kepalaku mendadak sakit dan kakiku di tarik oleh banyak tangan.


“Lepasin!!,lepasin!”


“Riska!, sadar Riska!”


“Lepasin-lepasin”


“Riska!”


Aku membuka mataku dan mendapati Mama duduk di sampingku di ruang tv “Ma,kok Riska disini? apa yang terjadi?”

__ADS_1


“Kamu kan ketiduran disini tadi, terus kamu teriak-teriak ngak jelas," Ujar Mama.


“Oh..gitu, ya udah"


“Mandi sana udah sore ini”


“Iya Ma," Aku beranjak bangun dan masuk ke kamar mandi.


“Aahaha..., pada hari Minggu pak tani beli lembu. lembu nya hilang pak tani beli layang,


Aku terus bernyanyi seraya sampoan di dalam kamar mandi,di tengah lagu tiba-tiba ada suara orang lain yang mengikuti suaraku, membuat ku berhenti bernyanyi dan mendengarkan nyanyian itu.persis,suara itu persis seperti suara ku


“Suara siapa nih" gumamku.


“Riska..”


“Riska..”


“Riska..”


Panggilan itu terulang-ulang, entah dari siapa itu. Kebutulan di kamar mandi ada cermin dinding membuat ku menoleh kesana. Seseorang berambut panjang dengan kulit pucat berada di sana.


“Masyaallah" ucapku kaget


“Eh,ya Allah" ucapku setelah teringat kalau sedang di kamar mandi.


“Eh!astaghfirullah!"


“Hahahahaha!!-hahahahaha!" Wanita itu tertawa puas melihatku seperti itu dan aku sangat kesal padanya.


“Apa ketawa-ketawa?!, diam disitu!” Setelah mengucapkan itu, wanita itu diam aja dan aku segera keluar dari kamar mandi, mataku tertuju pada ayu yang duduk di meja belajar milikku


“Ris,lama banget sih di kamar mandi," ujarnya


“Tau tuh!, Gara-gara setan jahanam itu" ketusku lalu membalurkan handuk itu di kepalaku.


“Setan peniru suara di kamar mandi,kan?, dia baru aktif kemarin setelah lama ngurung diri di pohon dekat hutan"


“kenapa?”


“Patah hati, kayaknya..."


“Oh.." ,“aku mau ngasih tau, nih.. penting banget..” ujar ayu


“Apaan?”


“Si Mira..,dia punya abang" ucap ayu, aku mendadak bingung apa hubungannya dengan Abang nya?.


“Lho,memangnya kenapa? apa hubungannya?" Tanyaku penasaran.

__ADS_1


“Abangnya juga dukun, Ris..,dan sekarang di ngincer kalian dia dendam gara-gara kejadian Mira" jelas ayu sampai-sampai mata ku terbelalak.


“Tunggu-tunggu, tadi siang aku sempat mimpi, ada laki-laki megang boneka santet, pas dia nusuk Kepala boneka itu, kepalaku mendadak sakit"


Ayu berang mendengarnya, ia langsung menyatakan ciri-ciri laki-laki itu dan aku mengatakan kalau laki-laki itu berciri-ciri tubuh kekar, sorot matanya tajam, dengan alis tebal.“Dia orangnya, Ris."


...----------------...


Aku melirik jam di dinding, pukul 11.01, tidak lama lagi jam istirahat tiba, namun satu kelas sudah mulai merasa bosan karena pelajaran yang di gurui oleh Mr Sam.


“Pak..udah boleh istirahat, enggak?"tanya salah seorang siswa.


“Belum, masih ada dua puluh menit lagi"


“Membosankan!”


“Kenapa sih bahasa Inggris sebosan ini.." keluh siswa lainnya.


“kayaknya kalau ada kerasukan bakalan seru, deh.." gumamku seraya menatap ke arah jendela


Tiba-tiba saja,dara bertingkah aneh di pojok sana,ia tertawa tak jelas layaknya orang tak waras. Ia juga menjerit dan menghantam dinding dengan kursi duduk miliknya Satu kelas mulai heboh, sedangkan diriku merasa sangat bingung, padahal tadi ia hanya bergumam, namun benar-benar terjadi.


Aku mencoba mendekati dirinya yang tengah di pegangi dua orang dari teman kelasku yang cewek.


“Lepasin!!,aku laper!!, Pengen bakso, nasi goreng!,gorengan!!


Cepat Lepasin!!" Teriak dara membuat se isi kelas bingung


“Bakso?” tanyaku


“Nasi goreng?” Azka ikutan.


“Gorengan?" Tanya ardi.


Kiram merebahkan kepalanya di pangkuanku, Mauliza dan Azka juga Rama dan Nanda terkejut melihat Kiram seperti itu, Kiram yang di kenal galak dan dingin itu kini seperti kucing jika dekat dengan ku.


“Ekhem.." goda Azka. Kami kini berada di rooftop sekolah, jam istirahat ke dua lebih menyenangkan jika berada di rooftop.


“Ris, elusin, dong" pinta Kiram


“Wakatos..,bikin iri deh.." ujar Rama.


“Iri? Memangnya aku ga dianggap gitu?" Tanya Azka


“Gak gitu, sayang...,kan pengen juga digituin." Azka langsung menarik kepala Rama ke pangkuannya.“Udah,kan?" Rama hanya mengangguk seraya tersenyum puas, dan ternyata Nanda juga. Setelah itu tak ada omongan lagi diantara kami, hanya suara desiran angin yang terdengar, beberapa menit kemudian, bell masuk berbunyi aku segera membangunkam Kiram. Dengan keterpaksaan Kiram bangun, padahal ia terlanjur nyaman tidur seperti tadi


“Jangan gitu, ih..,ke kelas yuk..kamu wakatos, lho"ujar ku ketika melihat wajah Kiram yang sepertinya masih ingin disini.


Baru saja kami semua ingin turun, sebuah kepala jatuh melewati wajahku lalu menggelinding di tanggga dan menghilang membuatku terkejut.

__ADS_1


“Aaaa!!" Teriakku


Hanya aku yang dapat melihatnya, sedangkan yang lain selain Azka, Mauliza dan Kiram kebingungan.


__ADS_2