
"Gue belum tahu nama Lo,nama Lo siapa?"
Arletta nyengir, akhirnya Rafael menanyakan namanya. "Nama gue Arletta, panggil aja letta atau leta," ucap arletta.
Setelah itu mendadak keadaan menjadi canggung,tidak ada lagi topik yang harus di bahas.
"Jalanin mobilnya," ucapan Rafael membuat Arletta terkejut "Hah?, kemana?"Arletta kebingungan.
Rafael diam sejenak sebelum dia melanjutkan pembicaraannya. "Jalan Seroja," ucap Rafael singkat. Mendengar itu, Arletta mengikuti ucapan Rafael." Tidak lama kemudian mereka sampai di jalan Seroja. "Ini jalan Seroja, kita harus kemana lagi?."
"Lurus aja, terus belok kiri" ucap Rafael sambil menunjuk tangannya ke depan.
Aletta terus menyetir mengikuti arahan Rafael hingga tampak sebuah rumah besar berwarna cream." Berhenti, masukin aja mobilnya ke halaman rumah itu," titah Rafael.
"Ini rumah siapa? jangan aneh deh, El!, gue pulang aja"ujar Arletta merasa sedikit takut.
"Rumah gue,Lo nurut aja, gue gak mau macem-macem kok, gue cuma mau nunjukin sesuatu ke Lo," ujar Rafael dengan ekspresi yang datar.
Arleta segera menuruti Rafael." "Kalau hantu nggak mungkin ngelakuin hal yang aneh-aneh kan?"batin Arletta berkeringat dingin.
"Mungkin nggak bisa jadi jalan keluar gue letta, cuma Lo yang bisa bantu gue" batin Rafael melirik Arletta sekilas
Tidak lama kemudian, arleta masuk dan melihat rumah yang tidak memiliki penghuni itu. Di dinding terdapat banyak sekali foto mulai dari foto keluarga Rafael juga foto Rafael bersama Arga dan Rafael sendiri.
"Kenapa rumah ini sepi?," tanya arleta memecah keheningan. "Cuma gue yang tinggal di sini, orang tua gue udah meninggal, "ucap Rafael. Mendengar itu Arletta hanya diam."
"Tunggu bentar gue ambil dulu sesuatu yang pengen gue tunjukin sama Lo," ucap Rafael lalu pergi masuk ke satu ruangan
"Rumahnya sepi sekali, seperti rumah berhantu"gumam Arletta.
Arletta duduk di sofa menunggu Rafael datang. Beberapa menit menunggu akhirnya Rafael datang dengan membawa sebuah foto yang berbingkai dari kamar nya.foto yang berisi 7 orang tersebut di tunjukkan ke Arletta.
"Hah?,Lo anggota inti?" tanya Arletta melihat ada Rafael di foto yang berisi 7 anggota utama di geng nya Arga.
"Yang pengen gue liatin adalah orang ini,Lo kenal nggak sama dia?"ujar Rafael menunjuk seorang bernama bara. Arletta mengangguk" gue kenal dia, dia lumayan dekat sama gue dan Nadia karena dia anggota inti dan lagi kami satu sekolah tapi kok gue baru tahu kalau lo anggota inti yang meninggal?"Arletta menatap Rafael penuh penasaran.
"Nggak ada yang tahu gue udah meninggal karena gue tiba-tiba ngilang waktu itu,lo pasti udah denger cerita dari Arga kalau wakilnya hilang tiba-tiba kan?" mendengar itu Arletta mendadak teringat akan cerita di cafe tadi."iya, tapi apa hubungannya sama Bara? ngapain bara di tunjukin ke gue?" tanya Arletta.
__ADS_1
"Barang yang udah bunuh gue," Perkataan itu berhasil membuat arleta terkejut bukan main "nggak, nggak mungkin! lo bercanda kan?, Bara tuh nggak kayak gitu..!gue udah lama kenal sama dia" Arletta benar-benar tak percaya akan perkataan Rafael.
"Terserah lu mau percaya atau nggak,yang pasti dendam gue masih sama Bara"ujar Rafael yang melihat reaksi Arletta.
Arletta sekarang menjadi bingung, ia harus percaya pada siapa sekarang. Arletta benar benar tak menyangka akan mendengar hal itu.
"Sekarang harus gimana?,gue ga mungkin bilang Bara yang udah bunuh Lo,gue ga punya bukti juga El!"Arletta mencoba menenangkan diri
Rafael menghela nafas kasar"gue cuma perlu balik ke tubuh gue "ucapan Rafael membuat Arletta tercengang"Emang bisa ya?, gimana caranya?"Kepala Arletta penuh dengan tanda tanya
"Karena itulah gue butuh bantuan Lo"
Arleta termenung di sofa ruang tengah,ia terus berpikir tentang Rafael yang ingin kembali ke tubuhnya. Kiram yang melihat arleta termenung itu menghampirinya
"Letta"panggil Kiram namun arleta tak merespon
"Letta"arleta masih tak merespon
"Arletta!"
"Eh!iya pa!"arleta sontak terkejut
Arleta nyengir "nggak pa, letta lagi kepikiran doang kok"ujar arleta.Kiram duduk di sebelah putrinya lalu mengacak lembut rambutnya." mikir apaan sih?"tanya Kiram
"Ada masalah dikit pa..tapi ga serius kok"
"Mikirin cowok ya?"tambah Kiram membuat Arletta menggeleng "letta jompy kok pa" jawab Arletta
"Jompy? apaan itu?"."jomblo happy!"disambung tawa keduanya
Riska datang menghampiri Arletta dan Kiram yang asyik bercanda tawa."gabung boleh?"ucap Riska
"Boleh kok ma"
"Iya sini gabung"tambah Kiram
Tak lama bercanda tawa, Arletta memutuskan untuk mencari tahu sesuatu yang sedang mengusik pikiran nya itu
__ADS_1
"Ma,klo ada jiwa atau roh yang keluar dari tubuh bisa balik lagi gak?"tanya Arletta membuat Riska dan kiram bingung
"Ee...mama kurang tahu soal itu, ngapain tanya tentang itu?"Riska menatap Arletta
"Pengen tahu aja ma."
"Kayaknya papa pernah denger tentang itu.."seketika pandangan keduanya beralih ke kiram.
"Gimana?"
"Roh keluar dari tubuh dan sangat susah kembali tapi biasanya yang hilang hanya satu roh pada orang yang hidup. Kalo untuk yang hilang jiwanya mungkin harus ngelakuin sesuatu atau pergi ke orang pintar"ujar Kiram"gitu ya.."batin arleta.
........
Nadia berjalan menyusuri koridor lantai 1 sekolah tak sengaja Nadia bertemu dengan Bara yang sedang sendirian duduk di tangga membuat Nadia menghampiri Bara
"Hei"ucap Nadia
"Oh..,kirain siapa"ujar bara
Nadia menyodorkan selembar kertas pada Bara"datang ya"ucap Nadia.Bara tersenyum "gue pasti datang kok, nggak usah khawatir"
"Gue ngadainnya malam, gue juga ngundang semuanya"ujar Nadia
"Lo pengen hadiah apa?"tanya Bara
"Apa aja,serah Lo,gue pergi dulu ya..mau bagiin ke yang lain"
Besok malam adalah ulang tahun Nadia,Nadia cukup bersemangat membagikan undangan tersebut.seusai Nadia pergi menjauhi Bara.Bara membuka ponselnya untuk melihat hadiah terbaik untuk Nadia."gue kasih apa ya?" gumamnya
Rafael duduk di jendela sekolah menatap tajam Bara"najis gue lihat lo kayak gitu,Bar!"
Tak lama arleta dan Arga berjalan berdampingan menghampiri Bara.Arletta sempat ragu bercampur takut untuk berbicara pada Bara namun tak mungkin perasaan itu langsung diutarakan pada Bara "kalian mau bawa apa?"tanya Bara begitu melihat arleta dan Arga menghampirinya
"Gue masih bingung nih, pulang sekolah kita beli kado yuk?"ujar Arletta mencoba positif thinking
"Iya,lagian gue juga bingung nih"tambah Arga
__ADS_1
"Gue tunggu pas pulang sekolah"ujar Bara
Arleta melirik Rafael sekilas lalu berpaling ke Bara."ada makna dibalik tatapan lu kan, El..."batin Arletta