Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
59. Seoson 2, Milih Hadiah


__ADS_3

Sepulangnya dari sekolah, Arletta, Bara serta Arga mencoba mencari hadiah yang cocok untuk Nadia. Pada ketika Arletta ingin menuju ke rak bagian boneka tidak sengaja ia bertabrakan dengan seorang gadis yang berpakaian seragam SMP.


"Eh, maaf kak, ngak sengaja!" ujar gadis itu. "Iya, ngak papa kok, santai saja!," balas Arletta. Seusai Arletta mengucapkan itu, maka gadis tersebut tersenyum lalu pergi dengan cowok yang memakai masker hitam.


" Bang, kita kasih arloji aja yuk." Terdengar omongan gadis tersebut pada cowok tadi.


"Ngak jadi kaos?," tanya cowok itu. " Jadi, cetak gambar aja kan?." Seusai itu mereka langsung pergi dan menghilang dari hadapan Arletta.

__ADS_1


"Lo ngak kenapa-napa Let?." Arletta kaget mendengar suara Bara yang tiba-tiba sudah berada di dekatnya. "Tadi Lo kesenggol sama orang kan?," Bara bertanya memastikan, sedangkan Arletta nyengir. "Geu ngak papa kok, oh iya ini bagus juga buat hadiah Nadia?." Arletta menunjukkan sebuah Teddy Bear jumbo yang berwarna pink.


"Bagus, imut Teddy nya. ngomong-ngomong gue belum tahu nih mau ngasih hadiah apa?, bantu gue dong cariin hadiahnya," tambah Bara.


Arletta berpikir sejenak. "kalau gue tidak bantu, entar malah di hadiahin tangan orang lain, atau pisau!, iih ...ngeri jadi ngeri kalau di bayangin, mending gue pilih aja deh buat psikopat ini," batin arletta semakin gemuruh.


"Bang, cetak gambar apa nih?, kita cetak nama bang Rafa aja kali, ya?."

__ADS_1


"Iya, Rafael pasti seneng." cowok di sebelah gadis itu menyempitkan matanya pertanda ia tersenyum di balik masker hitam itu.


"Tapi ...,Bang Rafa kan ngak punya emosi sekarang." Arletta tidak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang itu, nama Rafael tidak asing lagi bagi Arletta. "Huff ...! mungkin aja namanya pasaran," gumam Arletta sambil berlalu pergi.


Semua hadiah sudah terbeli kan, Arletta pulang kerumahnya dan langsung mandi lalu ia makan malam hingga sampai waktunya tidur.


Keesokan hari merupakan hari akhir pekan, sepulangnya sekolah Arletta berniat mengunjungi kediaman Rafael untuk membahas pasal Bara. Pada ketika hampir tiba di gerbang rumah Rafael, tiba-tiba terdengar suara motor yang tidak jauh dari rumahnya Rafael. Arletta sangat mengenal suara motor siapa itu, takut dicurigai nanti, Arletta pun segera memarkirkan mobilnya di mini market yang tidak jauh dari rumah Rafael, lalu Arletta segera masuk ke minimarket tersebut.

__ADS_1


Benar saja, sesuai dugaannya Arga lewat dengan kecepatan rendah di depan rumah Rafael. Arga berhenti sejenak tepat di gerbang rumah tersebut, dia melepaskan helmnya dan memandangi rumah Rafael. Tidak lama kemudian Arga pun segera pergi dari sana, namun seketika motor Arga kembali lagi dan menuju ke mini market. "Sepertinya dia sadar deh ada mobil gue di sini, mana dia kenal sama mobil gue lagi," batin Arletta dag-dig-dug jadinya, dengan cepat Arletta berpura-pura membeli snak.


__ADS_2