
Keinginan Arletta
Rio dan Ria, sepasang kakak beradik kembar kini terpaksa duduk di meja kantin akibat paksaan dari sepupu mereka, Arletta.
"Napa sih let, padahal kita rencana mau ke lapangan buat latihan basket" ujar Rio pada Arletta yang lagi menatap mereka. "Iya nih!" tambah Ria " Gini, ya.. Sepupu yang cantik sama ganteng, Gue cuma mau nanya sesuatu sama kalian,"Seru Arletta. Rio dan Ria mereka saling menatap kebingungan.
"Nanya paan?" jawab mereka berdua. Lalu Arletta menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya.
"Gue pengen nanya tentang mata batin, nih!, kalian kan orang berpengalaman soalnya tentang mata batin, geu kepo nih!, kayaknya seru deh kalau kayak kalian punya mata batin bisa melihat makhluk tak kasat mata" jelas Arletta sambil senyum-senyum kepada Ria dan Rio harap-harap mereka mau menjelaskan tentang mata batin.
"Ya ampun, Letta... Jadi hanya karena ini kami di suruh duduk di sini?."
"Iya," jawab Arletta.
" Kalau soal itu sih Gue malah bingung mau jelasinnya gimana," ujar Ria.
"Pliss dong!, gue pengen coba..., caranya gimana tuh biar dapat liat dunia lain? tanya Arletta dengan semangat
"Gini ya Letta.., untuk caranya kami kurang ngerti, kemampuan kami kan turunan dari para papa kami. Tapi, kalau soal serem gak serem dunia lain tuh gak bisa dibayangin, Ria aja minta di tutup karena gak sanggup, mata batin tuh bukan sekedar bisa liat hal ghaib, let" jelas Rio.
"Iya bener kata rio, kami bisa tutup bukan turunan " tambah Ria. Arletta semakin tambah penasaran mendengar penjelasan Ria dan Rio.
"Oo begitu?, memangnya seseram apa sih punya mata batin?"Tanya Arletta yang masih penasaran.
" Kita bisa liat segala hal ghaib, dari bangun tidur aja bakal keliatan apalagi pas ke mana-mana atau pun di rumah. kalau mau coba, tanya aja ke tante Riska, siapa tau kamu berubah pikiran tuh" ujar Rio
"Hah?, apa hubungannya sama mama gue? " kini Arletta tambah linglung kebingungan setelah mereka menyebutkan nama mamanya.
"Lo lupa ya.., mama lo sama papa kami kan adek abang, ya pasti mama Lo juga tahu dong tentang mata batin," Arletta terdiam.
" Ah iya-ya.., hehe!, maaf-maaf aku lupa ngak kepikiran sampai situ," jawab Arletta ngeles.
"Tapi letta, itu bahaya, lebih baik kamu gak usah miliki tuh kemampuan."
"Kalian tenang aja ya, Aku cuma mau tahu aja kok, biar aku ngak penasaran lagi." Arletta tetap kekeh ingin tahu banyak tentang mata batin. Dia tidak sabaran pingin cepat-cepat pulang.
__ADS_1
...****************...
Arletta duduk di ruang tv dengan ponsel di tangannya, dia sedang menunggu Riska mamanya selesai membuat cake untuk dia. Tidak lama kemudian Riska datang dengan napan di tangannya
"Nih liat Mama bawa apa?." Riska duduk di samping Arletta setelah meletakkan senapan tersebut di atas meja
"Kayak nya enak nih Ma," seru Arletta.
"pasti dong,"tambah Riska.
"Ting!"
Mendadak ada notif di ponsel Arletta dan notif tersebut berasal dari room chat" Ria"
Ria:
Jangan tanya ke kita dong.. tante kan Mama lu, masa gitu aja nggak berani.. bukannya kami udah ngasih tahu, bahaya let.
"Iya kenapa?"
"Letta mau nanya sesuatu nih.., boleh nggak Ma?" tanya Arletta.
"Hem? boleh, Letta mau nanya apa?." Mendengar jawaban itu Arletta sedikit merasa senang, dia langsung meneruskan niat nya.
"Mama punya mata batin kan?" tanya Arletta. Riska mendadak kaget mendengar pertanyaan dari putrinya.
"Kenapa kamu nanya itu, letta?"
"Letta pengen tahu sesuatu, Ma... kayaknya bakalan seru kalau letta punya mata batin, yang pengen letta tanyain gimana caranya bisa punya mata batin!," Mendengar permintaan Arletta, Riska sangat terkejut.
"Letta itu beresiko loh padahal lebih nyaman jadi manusia normal aja kan?, Gak harus lawan ilmu para dukun, bantu balaskan dendam dan lain-lain"
"Iya.. please Ma, kasih tau dong," Arleta tetap ngotot namun Riska belum pasrah, mungkin akan ada cara mengubah pikiran putrinya itu
"Kamu mau dengar cerita mama? Mama mau cerita pengalaman Mama yang penuh hal mistis." Riska mencoba memulai dengan pengalamannya.
__ADS_1
"Pengalaman? maksud Mama gimana? Mama punya pengalaman dalam mata batin ya?"
"Iya letta."
"Jadi gimana Mah, ceritain dong," Arletta semakin penasaran.
"Dulu waktu Mama masih kecil dari SD sampai SMP, pikiran Mama sama kayak kamu Mama nggak percaya sama hal gituan padahal Mama selalu lihat makhluk gaib."
"Loh? nggak percaya tapi bisa lihat makhluk gaib?" Arletta ini bingung.
"Iya Mama anggap semua itu cuma halusinasi sampai sewaktu-waktu Mama ketemu sama roh penjaga Mama namanya Ayu . Awalnya sih masih nggak percaya tapi Mama langsung percaya ketika dia jelasin semua yang Mama alami, ya setelah itu mama langsung berurusan sama roh dan sering kesurupan sampai kakek nenek kamu kewalahan kadang-kadang"
"Kalau letta boleh tau..apa aja yang Mama alami? tanya Arletta.
"Mama ketemu hantu Belanda namanya Dylla terus ada juga tuh santetan dari dukun dan sampai sekarang mama nggak tahu nasib dukun itu, namanya Mira istri dari abangnya kakekmu Diram. Sampai-sampai gara-gara dia Mama sampai ke pisah sama abangnya Mama"
"Om Ari?"."iya cara kepisahnya tuh dari kecelakaan yang buat mama hilang ingatan dan Mira hasut tante Mama buat bunuh Om kamu yang satu-satunya nggak terluka parah, jadi ya.. tantenya Mama bilang ke Kakek nenek kamu kalau om kamu udah nggak bisa diselamatkan"
"Jadi Mama nggak dikasih tahu sama kakek nenek kamu. Sampai Mama udah kelas 1 SMA mama ketemu Om kamu, belum dekat sih cuma om kamu aja yang ngerasa kakek kamu yang jemput Mama pas kerasukan di sekolah tuh familiar banget. Pas itu om kamu udah pacaran Mama agak dekat sama pacarnya dan ayu juga ngasih tahu Mama kalau mama punya Abang. Alhasil Mama mulai deh ungkit-ungkit masa lalu Mama di depan Om dan kami bersatu lagi, itu juga berkat pacarnya yang ikut mastiin kalau Om kamu abangnya mama dan hasilnya bener"
"Pacar Om Ari siapa, ma?"
"Tante kamulah Tante Rili "oh.. terus gimana lanjutannya?" Arletta kini asyik mendengarkan cerita dari Mamanya.
"Nggak lama habis itu habis Om kamu balik ke kakek nenek Mama dapat misi buat bantu hantu teman Mama di sekolah, dia meninggal pas daftar di sana. Ah iya Mama keingat daki gunung pertama kali di SMP, mama jadi incaran penguasa gunung akibat mata batin mama. Dan lanjutan tadi ada dukun lain lagi yang mulai teror mama di rooftop mama ngeliat kepala om kamu jatuh dari atas,pas itu mama syok banget. Pada akhirnya papa kamu coba tenangin mama lalu Mama dibawa ketemu Om kamu sama papa dan ternyata nggak terjadi apa-apa"
"Mira pas itu masih nyantet?"
"Dia dipenjarain sama suaminya sendiri, sekarang habis dengar cerita Mama gimana? masih tetap mau?"
"Emm.. kayaknya letta ga berubah pikiran deh Ma..hehe"
Riska akhirnya menghela nafas panjang."kalau gitu tanya papa kamu kalau diizinin boleh. Mama nggak mau sampai debat sama papa kamu"ujar Riska seraya beranjak bangun dari duduknya
"Mau kemana ma?"
"Nyiapin makan malam"
__ADS_1