Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
08. Gadis Belanda 1


__ADS_3

Ketika aku membuka mata, tanpa kusadari aku sedang berbaring di ruang UKS di temani oleh Wahyu dan Azka serta Mauliza, juga Nanda pun ada.


" Aku di mana?, kenapa aku ada di sini?" tanyaku bingung.


" Kamu nggak ingat?, tadi jam istirahat kamu pingsan di kelas, untung saja kita cepat balik ke kelas" jelas Mauliza.


" Ah, yang benar aja kalian ini!!".


" Beneran....Riska..!!" jawab mereka serentak.


Perasaan tadi aku seperti di alam lain!, batin ku.


" Sekarang sudah jam 14:20!" ucap Wahyu yang membuat ku terkejut.


" Yang benar aja yu?" ucapku memastikan.


Semuanya mengangguk, aku menggigit bibir ku sangking kagetnya, aku langsung pulang diantar Wahyu. Suasana sekolah waktu itu sangatlah sepi, menurut ku aura sekolah nya pun sangat berbeda.


...----------------...


Keesokan harinya


Aku termenung di kamar sambil fokus menatap hp, sekilas terpikir olehku atas semua kejadian di sekolah kemarin. Tak dapat di percaya bahwa aku bisa melihat mereka semua yang gaib.


" Riska!.., Riska!" suara panggilan.


"Mama memanggil ku membuat diri ku terkejut dan kaget, lalu langsung saja aku beranjak dari atas kasur.


" Iya Ma!, bentar...Riska kesitu!" jawabku. Aku keluar kamar langsung menemui Mama yang sedang berada di dapur.

__ADS_1


" Kenapa sih, Ma?" tanyaku.


" Garam habis nih, tolong beliin bentar ya, kalau misalnya nggak ada di warung depan sana, cariin ke warung lain ya". Aku mengernyitkan keningku, warung yang dekat sini pun itu jauh, apalagi warung lain, namun melihat mama yang sedang memegangi centong itu lumayan mengerikan, membuat aku terpaksa menuruti nya.


" Ya udah iya, Riska beliin .., tapi bagi duit lebih ya?" pinta ku.


" Nih, yang lebih ambil buat kamu, jangan kemana-kemana habis beli garam langsung pulang, mama mau masak".


" Siap Ma!" jawab ku sambil berlalu pergi.


" Ampun deh!, jauh banget lagi.., mana warung yang dekat kehabisan garam lagi" gumam ku. Aku terus berjalan menaiki sepeda, saat sedang berjalan aku tak sengaja aku melewati sebuah pamflet bertulis jalan melati.


Wah, jalan melati? membuatku teringat akan Dylla si hantu gadis belanda itu.


Aku memutuskan masuk ke jalan itu, selang beberapa rumah, aku melihat perumahan yang terdapat angka di setiap rumah.


Rumah yang paling besar adalah milik orang Belanda yang masih pemukim di Indonesia, seperti yang Dylla katakan, rumah nomor 9 adalah rumah yang paling besar di perumahan itu. Aku berdiri menatap rumah itu, tak lama kemudian seorang pria Belanda keluar dari rumah tersebut, ia mengenakan jas hitam serta sebuah topi, di depan rumah terlihat seorang wanita berdiri memandangnya masuk ke sebuah mobil bersama seorang Gadis.


Keesokan harinya.


Secara kebetulan aku bertemu dengan gadis itu di taman, saat aku dan Wahyu jalan-jalan sore.


Pada saat Wahyu pergi ke toilet aku memanfaatkan waktu untuk mendekati dan berbicara selagi gadis itu masih berada di sana.


" Permisi...!,boleh aku duduk?, ada yang ingin aku bicarakan bersama mu!" pinta ku. Gadis itu menoleh ke arah ku lalu mengangguk, dia mempersilakan diriku duduk di sebelahnya


" Apa yang ingin kau bicarakan?"


" Ah..., kamu mirip sekali dengan seseorang, apakah kamu adiknya Dylla?" tanya ku.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari ku, matanya rada terkejut mendengar ku. Aku bertambah penasaran padanya dan segera bertanya lagi.


" Memangnya benar, ya? kamu adiknya Dylla?"


" D..dari mana kau tahu soal itu?"


Aku memiliki menceritakan semua yang terjadi pada ku, tentang aku bisa melihat Dylla, tentang Dylla berdarah-darah dan minta tolong untuk bantu dia, gadis itu tiba-tiba mengeluarkan air mata, membuatku panik.


" K..kamu kenapa?" tanya ku sangat panik.


" Kau memang benar, aku ini adik Dylla, kakak ku Dylla di bunuh oleh papa, alasannya karena kakak ku menolak perjodohan, mentah-mentah ia menolak Papa di depan keluarga yang ingin di jodohkan, Papaku sangat malu, lalu kemudian memaksa kak Dylla, tapi kak Dylla tetap bersikeras menolak perjodohan itu!" jelas gadis itu panjang lebar. Gadis itu menceritakan semua yang telah terjadi pada kakak nya sambil menangis.Tampa aku sadari ternyata aku juga mengeluarkan air mata. Ia juga mengatakan bahwa sekarang ia juga mau di jodohkan. Aku mengatakan ingin mengungkap kejahatan ayah nya, memang kalau perjodohan di bolehkan, tapi tidak dengan membunuh, apalagi yang di bunuh itu putri nya sendiri. Aku melihat gadis itu bercerita sepenuh hati.


Aku sempat menanyakan nama gadis itu, ternyata namanya Cathrin.


Cathrin menyatakan kesanggupannya untuk membantu ku. Aku juga sempat menanyakan tentang wanita yang bersama Cathrin saat itu, wanita tersebut adalah ibu mereka. Aku juga mengatakan nama ku. Wahyu kembali dari toilet yang membuat ku harus pergi. Cathrin memberitahu ku sebelum dia pergi, bahwa ia akan menemui ku tiga hari lagi sebelum mereka berangkat ke belanda, lalu ia beranjak dan pergi menaiki sebuah mobil mewah seraya menghapus sisa air mata miliknya.


Aku melihat dari jauh, hingga mobil nya tidak kelihatan lagi.


" Hai, Ris..! siapa tadi itu?" tanya Wahyu padaku yang dari tadi dia melihatku memperhatikan mobil mewah yang melaju itu.


" Nggak, itu cuma temanku, tadi kami ketemu disini dan berbicara sebentar, udahlah aku pingin es krim nih!, kita makan eskrim yuk" ajak ku mengalihkan pembicaraan Wahyu.


" O..gitu ya, ayuk kita beli eskrim nya sekarang, habis itu kita kemana lagi Ris?" tanya Wahyu kepada ku.


" Kita pulang aja ya!" takut nanti kelamaan, dan mama mencari ku.


" Iya deh! anak mami!" jawab Wahyu dengan candaan nya.


Aku dan Wahyu membeli eskrim, kemudian pulang kerumah masing-masing di karenakan aku sanggup jalan-jalan lagi. Malam itu aku malas keluar kamar, walaupun mama berulangkali memanggilku, namun aku tetap menolak nya dengan beralasan sangat mengantuk. Pikiranku sangat kacau memikirkan bagaimana nanti aku menjalankan tugasku untuk membantu Dylla untuk membongkar kesalahan ayah nya yang membuat anaknya terbunuh. Dari tadi hp ku tidak berhenti-henti Chat masuk dari Azka dan Mauliza, namun aku cuma melihat aja tapi malas untuk membacanya. Aku melamun sendiri menatap langit-langit ruangan, hingga tanpa aku sadari kedua mataku terpejam dan lelap dalam mimpi.

__ADS_1


Bersambung lagi ya....


Hai.. teman-teman jangan bosan-bosan dukungannya ya, tinggal kan jejak kalian dengan cara vote karya saya dan like & komen.


__ADS_2