Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
45. Setan Kiriman


__ADS_3

Kiram segera memelukku “Kenapa, sayang?” tanya Kiram


“K-kepala,ram..,ada aku disini..kamu tenang,ya? Bujuk Kiram


“ini kenapa,sih?" Nanda menyerngitkan keningnya


“Iya,gw juga bingung,kepala? Kita gak liat apa-apa tuh" ujar Rama, Alka langsung mencubit lengan Rama “Ah!" Petik Rama


“Rama gak tau apa-apa,diam aja!" Ujar Alka seraya berbisik


“Ris...kepala siapa yang kamu liat tadi?" Tanya Mauliza


“Abang,kepala Abangku,za..!" Jawabku seperti keadaan sebelumnya


“Hah?!" Semuanya mendadak kaget,termasuk Rama dan Nanda.


“Lo punya Abang,Ris?" Tanya nanda serius


“Hiks..Ram,Abang Ari dimana?.." tanyaku dengan mata yang berkaca-kaca “bang Ari kayaknya temenin Aprili di laboratorium,kamu mau kesana?" Kiram menyelipkan rambutku di belakang telinga, “iya.."


Kamu turun ke bawah ,Nanda dan Rama ikut karena ingin mengetahui segala yang kami sembunyikan.kiram tak lupa meminta izin ke guru kelasnya


Pintu laboratorium berada tepat di depan kami,perlahan aku membuka pintu tersebut,Aprili sibuk mengetik di komputer,sedangkan Arian mengajarinya sesuatu


Pemandangan ini yang ku inginkan,aku ingin Arian sehat-sehat saja tak apa-apa, apalagi sampai seperti tadi... Aku membuang jauh pikiran itu.segera aku memasuki ruangan tersebut


“Bang..!" Panggilku membuat Arian dan Aprili menoleh sesegera mungkin aku berlari dan memeluk Arian seerat mungkin “Lho?kamu kenapa?kok nangis?" Arian penuh dengan dengan tanda tanya


Arian kemudian melirik Kiram yang berdiri tak jauh dari mereka, “Ram?,Lo apain adek gw?" Tanya Arian


Mendengar itu Nanda dan Rama sentak terkejut


“Adek?!" Serempak keduanya


“Bang,gw harap Lo ga salah paham" ucap Kiram


“bang..,tadi pas kami mau turun dari rooftop ada kepala yang jatuh melewati muka ku..dan terus..mukanya tuh mirip banget sama abang..aku kan jadi takut kalau ada apa-apa sama Abang.." jelasku membuat Arian dan Aprili terkejut “kamu ga salah liat?"tanya Aprili memastikan “nggak..,aku ga salah liat.., jarak kepala sama mukaku cuma sejengkal,bang.." ujarku sambil terisak.


Arian menghapus air mataku yang membasahi pipiku.


“Udah,jangan nangis lagi..ntar cantiknya ilang lho..,lagian Abang sehat-sehat aja nih..gpp,ya?" Ujar Arian mencoba menenangkan ku


“Tapi..ayu bilang ada dukun baru mengincar kita,dia Abang nya dari Tante Mira,dia mau balas dendam karena Mira di penjara.." mendengar itu Arian sentak terkejut


“Mereka selalu aja bikin Masalah,gak adik,gak Abang..sama aja!" Oceh Aprili merasa kesal

__ADS_1


Arian mengecup pucuk kepalaku lalu mengurai pelukan kami."kamu gak usah khawatir lagi..biar Abang sama Aprili yang cari informasi,yakan Aprili?" Arian menatap Aprili “iya, itu bener" jawab Aprili


“Riska,jadi..Lo punya Abang?,dan terlebih lagi itu bang Arian,ini beneran?" Ujar Nanda


“Biar aku aja yang jelasin nanti kalian jangan bikin ulah dulu,ngerti,by?"ujar mauliza


“tapi kapan?" Tanya Rama “pulang sekolah kita ngumpul di taman" tambah Azka.


“Pa,papa yakin harus pergi sekarang?" Tanya Arian


"Iya..jaga mama sama adik kamu,ya?" Papa menepuk bahu Arian, “Iya, pa..papa tenang aja..Ari pasti jaga mereka kok.."


Papa menatapku dan mama lalu tersenyum, “Pa lama pergi,ya.." ujarku, “iya,papa pasti cepat balik mungkin bukan depan..” ujar Papa


“Hati-hati di jalan,jangan lupa hubungi kami kapan pun,kirim kabar selalu.." ujar mama di balas anggukan Papa


“Berangkat dulu,ya.." papa langsung masuk ke mobil dan mobil itu langsung pergi membuat kamu langsung masuk ke dalam rumah


“Kepala,ya.." gumam Arian


“pokoknya kali ini kita harus waspada, Ari.." peringat mama..


“Untuk itu..Ari bakal cari tahu,ma..,Aldi udah cari tuh dukun,tinggal tunggu kabar"


“Bagus"


Kiram meninju seorang siswa membuat suasana menjadi panas “udah Jangan di lanjutin lagi..!,ini sekolah Ram..!" Teriakku namun tak di gubris


“Lagi-lagi Lo pengen sekolah ini malu?! Jawab gw!" Kiram menarik keras baju vino, “Haha,gw pengen menghancurkan Lo sama Arian..gue benci liat kalian!"


“Bug!"


Kiram meninju wajah vino,darah kembali mengalir di sudut bibir “Hahah" vino terkekeh “Bug!" Tinju melayang lagi


“Udah Ram..!"


Seseorang Paruh baya menatap tajam pada vino yang dalam posisi menunduk


“Vino!,kamu pikir ini sekolah punya papa kamu,apa?!" Kertak kepala sekolah,vino hanya diam tak menghiraukan apapun


“Huff..,ini udah yang ke dua kalinya,vino...,jika ke tiga kamu seperti itu lagi,maka saya tak akan segan mengeluarkan kamu dari sekolah ini!"


Satu jam berlalu sejak vino di dalam ruang kepala sekolah. kiram duduk di kursi di dalam UKS dengan luka memar di lengan dan di wajah.


“Udah dibilang berhenti,malah ngeyel!!" Oceh ku seraya membersihkan lukanya

__ADS_1


“Iya..iya..aku minta maaf..,lagian vino udah kelewatan" Aku terus mengobati lukanya tanpa mengubris segala perkataannya “Riska.." masih tak ada jawaban dari ku. “Yang..,aku minta maaf,nih.." aku masih diam,namun tanganku terus mengobatinya


“Aku janji deh..,lain kali bakal dengar kamu..."


“Krieeeet" Pintu UKS terbuka, memperhatikan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang mendekat pada kami.


“Riska?kamu disini?" Tanya Arian begitu melihatku dan di sambut angguka dari ku


“Bang Arian?, kenapa disini?" Tanya Kiram.


“Mau jenguk Lo,bang bang!" Jawab Arian


“Akh!, pelan-pelan dong,Ris.." ringis Kiram ketika aku mulai mengobati sudut bibirnya “Ini juga udah pelan-pelan kok!"


Arian yang melihat merasa aneh sendiri “Enak ya,ram..,diobatin adek gue" ujar Arian tersenyum sinis.


“Jangan gitu,ah..,Riska kan memang suka ngobatin orang,kayaknya bisa nih kita buat di daftar liket UKS ada nama dia" ujar Aprili tersenyum kecil pada Arian


“Gak Mau!,ngobatin bukan hobiku, tau!,aku ngobatin dia karena darurat!" Ujar ku beralasan. Ditengah itu semua, sempat-sempatnya sesosok Kuntilanak yang ada di rumah ku muncul ngejutkan ku dan arian. tangan ku berhenti mengobati Kiram lalu bergerak dengan sendirinya mengarah ke leher ku.


“Akh!" Petikku karna tanganku menekan leher membuat nafas ku menjadi sesak. Mata ku tiba-tiba mengeluarkan air mata dengan sendirinya.


“Riska!" Ketiganya mendadak panik.


“Li!,lepasin tangan Riska dari lehernya sebisa mungkin!,biar aku yang urus tuh setan!" Ujar Arian di sambut anggukan dari Aprili.


“Hiks..hiks.."


Kiram juga mencoba membantuku, ia melupakan lukanya yang masih terasa perih.


“Lepasin adek gw!"


“Hihihi.."


“Lepasin atau..gue buat Lo balik ke alam Lo!"


Arian mencoba memakai kekuatan mata batin yaitu tes mata yang dulu pernah kupakai. Mendadak kuntilanak tersebut berteriak membuat kabut hitam menjalar mengelilingi sekolah


“Ri, gunain kekuatan penuh!,dia bukan setan biasa, dia itu kiriman Suman" ujar Aldi


“Suman?, Siapa Suman?"


“Abang Mira"


Aku mulai tak bisa bernafas lagi, kesadaranku mulai pudar, Kiram mencoba membaca sesuatu juga, mungkin yang dibacanya ialah surat suci. Aprili juga berusaha menarik lenganku di leher dengan sekuat tenaga.

__ADS_1


Begitu Arian dan Kiram menyelesaikan ritualnya, aku terjatuh lemas langsung di dekapan Kiram, pandanganku mulai kabur, perlahan mulai gelap.


“Riska!!"


__ADS_2