
“Kiram!!, kembaliin pitaku!!” teriakku di taman “Coba ambil dong” Kiram berdiri tegak dengan tangan lurus ke atas memegang sebuah pita merah jambu “iih!, kesel deh..” aku langsung duduk di kursi taman “Dih ngembek,haha." Kiram langsung menyepilkan pita itu ke rambut ku. “jangan ngembek dong...”
“Gak ngambek,tuh..."
“Tuh kan ngambek..,ya udah kalo ngambek ga dapat ice cream." Perkataan Kiram langsung membuat ku menatap nya.
“Serius? Ga boong,kan?”
“Iya.."
“Oke deh, ga jadi ngambek."
Kiram terkekeh dengan sifatku tadi dan langsung membeli ice cream dan memberikan padaku
“Kamu gemesh banget,sih..."
“Gombal!" Ucapanku membuat Kiram terkekeh
“Ekhem!" Nanda dan mauliza tiba-tiba datang di sertai Azka dan Rama.
“Ciee...! mesra nih ya." Aku memasuki rumah seusai dari taman, rumahku begitu sepi entah kamana orang nya
“Ma!" Panggilku “Mama!”
Tidak terdengar jawaban apa pun membuatku menyengitkan kening, “Papa!,Abang!!" Panggilku lagi namun tak mendapat jawaban yang kemudian aku menuju ke kamar
Arian ternyata sedang tidur pulas.
“Ish!, ternyata-ternyata..” batinku. Aku langsung menuju kamar dan duduk di atas ranjang merasa sedikit janggal di kamar Arian ,aku akhirnya kembali ke kamar Arian, benar saja, ada roh di sekitar ranjang Arian
“Anjim! Ni kamar apa rumah hantu, sih..?ngeri banget.."
“Riska" ayu tiba-tiba muncul di belakangku setelah sekian lama menghilang dan menitip si kembar.
“Ayu!, kangen banget,tau!"
“Hhh, sorry ya...aku lama..soalnya banyak urusan, sih...."
“Cil, kalian harus balik sesegera mungkin" ujar ayu pada si kembar. “Nggak, ah..udah betah disini..."
“Harus! Tugas kalian disana belum selesai..!”
“Plis, yu..,izinkan kita kita lama disini dong..."
“Kalian udah cukup disini..,lagian kalian ada yang belum siap kan?" Ujarku. “Iya" serempak si kembar
“Ayu, jadi mereka bakal pergi?" Tanyaku pada ayu
“Iya" “kalau nggak pergi?" “gak bisa?." Dengan penuh paksaan akhirnya si kembar pergi juga, aku duduk di atas ranjang menatap ayu yang sedang merapikan rambutnya di cermin
“Setan kok dandan" ucapku
“Setan juga perlu cantik dong.. bukan manusia aja"
“Iya deh,iya..”
Aku mengambil ponselku yang tergeletak di samping lalu mengotak atiknya.
__ADS_1
“kamu pacaran lagi,ya?" Tanya ayu menoleh padaku
“Iya..tapi kali ini beda..,biasanya aku gak suka sama cowok sebelum di tembak.., sekarang malah suka duluan" ujarku seraya fokus pada ponsel
“Huff..,entah berapa cowok kamu pacarin.."
<- Kiram Anggra s⭐
Online
Ram...
Iya,kenapa?
Sibuk nggak?
Lagi nggak nih..
Maksudku besok
Kayaknya nggak Deh.. untuk apa?
Bantuin bikinin Pr..plis..
Em...Boleh,ya..
Ya udah,sepulang Sekolah,ya.. tapi Dimana tempatnya?
Di cafe,gimana?
Boleh
Iya-iya..apa Yg enggak sih Buat ayang..
Gombal!
Ayu menatap ku yang terus senyum-senyum sendiri, membuat nya bingung, “Kenapa? Kok senyum-senyum sendiri?" Tanya ayu
“Ada deh...ga usah tau.."
“pasti cowok barumu yang namanya Kiram, itu kan?"
Pertanyaan ayu membuat mataku melotot, bagaimana bisa ayu bisa tau tentang itu?,sedangkan ayu selama ini sibuk melakukan tugasnya di alam lain.
“Kok bisa tau?"
“Kamu pikir aku ini siapa? kamu lupa aku tuh penjagamu?"
“Ah,iya.." ucapku terkekeh kecil.
Keesokan harinya ....
Aku dan teman duduk di kantin seraya menikmati berbagai jajanan yang sudah kami beli tadi di tambah obrolan biasa kami
“MAJU LO KALO BERANI,BANGSAT!!"
tiba-tiba ada dua cowok yang saling bogem di wilayah kantin membuat suasana jadi heboh
__ADS_1
“LO PIKIR GW TAKUT SAMA LO?! NAJIS TAU GAK?!"
Ternyata saat kami menonton dari dekat,dua cowok tersebut ialah Vino dan Nanda
“Nanda!!" Panggil Mauliza namun tak di gubris oleh Nanda karena terlalu sibuk berantam dengan vino
“MENTANG-MENTANG LO KAKEL GW, JANGAN SOK KERAS!"
“GW KAKEL LO! DASAR ANAK KEMAREN SORE,LO!"
“HEI KALIAN!" tiba-tiba Arian datang menghampiri mereka membuat vino dan Nanda berhenti sejenak.
“Kalian ini apa-apaan,sih?! Kalian pikir ini lapangan bogem?" Tegas Arian sedangkan vino dan Nanda hanya diam saja seraya saling menatap sini keduanya
“Lo juga, vino! Lo bukan anak-anak lagi!, Nanda juga! Kalian berhenti atau gw laporin kalian ke kepala sekolah!"
“Laporin aja, lagian gue udah pernah dulu pas gelud sama si Kiram hanya karena satu cewek" ketus vino
“Plak!"
Tamparan mulus mendarat di pipi vino,Arian menamparnya membuat vino terkejut sejenak “Lo jangan buat gw ingat kejadian yang berengsek Lo yang memalukan nama baik sekolah kita,Vino!” ujar Arian tegas.
Sepertinya Arian marah pada vino karena kejadian beberapa bulan yang lalu, berhubung sekarang ia sudah tau kalau aku adalah adiknya
“Nanda!" Mauliza mendekat
“Plak"
Sebuah tamparan mulus dari Mauliza mendarat di pipi nya Nanda, “Kamu tau nggak berapa kali aku manggil nama kamu tadi pas kalian berantem?,tau gak?!" Nanda hanya diam saja, “Kenapa diam?,jawab nda!" Nanda tetap diam
“Oke jelasin ke aku nanti kenapa kalian berantem gini" ketus Mauliza lalu pergi bersama ku dan Azka.
“Kesel banget tau gak?!, kesel, kesel, kesel!!" Oceh Mauliza.
“Udahlah, Za..kamu tenang dulu..nih minum" ujarku memberikan es teh padanya. “Bener tuh kata Riska,za..kamu tenang dulu." Setelah sekian lama kami bicara,aku merasa ingin ke toilet sebentar di temani Mauliza dan Alka,ketika baru memasuki wilayah toilet,aura-aura mengerikan terasa di sana. Aku terus masuk ke toilet tak mengubris aura itu dan bagitu keluar, seorang gadis berseragam SMA kota juang berdiri di dekat salah satu WC disitu. Pandanganya yang tak lepas dari ku membuatku merinding sendiri, bell masuk berbunyi,aku segera pergi dari sana dan menuju ke kelas bersama Azka. Pulang tiba, seluruh siswa menuju gerbang sekolah begitu juga denganku yang langsung duduk di bonceng Kiram, Arian tidak curiga karena memang kami selalu pulang bersama
Sesampainya di cafe, aku segera mengeluarkan buku pr bahasa Inggris juga sebuah pulpen ke atas meja.
“Mau pesan apa?" Tanya Kiram padaku “Em..chease cake aja sama lemon tea" Kiram langsung memesan dan kami segera membahas tentang pr yang harus ku kerjakan.
Ponselku tiba-tiba bergetar ketika pr ku hampir selesai,Arian menelfon “siapa?" “Abang”
“Dek"
“Iya bang, kenapa?"
“Kamu lagi dimana? Kok ga nyampe di rumah?"
“lagi buat pr,kok sama bang Kiram di cafe light"
“oh, ya udah...siap itu langsung pulang,ya.."
“Iya, tenang aja..Mama sama Papa ada di rumah?"
“Ada tuh,papa lagi nyuci mobil sedangkan Mama lagi masak"
“Oh..,ya udah ya Bang.. tanggung nih tiga soal lagi"
__ADS_1
“Iya"
Aku mematikan ponsel dan lanjut membuat pr hingga nomor terakhir dan selesai. “Akhirnya siap juga nih pr" gumamku.