
Aku menatap ponselku yang menunjukkan jam 19.01 wib itu berarti hari sudah malam, tiba-tiba terdengar Mama memanggilku.
"Riska!!, Riska, kesini bentar!!" suara Mama memanggilku.
" Iya, Ma!"
Aku berjalan ke luar kamar, kemudian aku ke ruang TV.
" Kenapa ma?"
" Kamu mau ikut kita nggak malam ini ke rumah Tante kamu, nggak baik kan anak perempuan malam-malam sendirian di rumah, apalagi anak perempuan satu-satunya" ujar mama.
" Benar kata Mama kamu" sambung Papa.
" Eem... boleh deh!"
" Riska..! panggilan itu membuat aku terkejut lalu menoleh ke belakang, aku dapati mama dan papa lagi menatapku.
" Lho..!, Mama dan Papa kok di sini? bukannya tadi lagi duduk di sofa?"
" Mama, Papa baru nyampe di rumah Riska..!" ujar papa.
Aku langsung menatap ke sofa lagi, kemudian terlintas di pikiranku siapa tadi malam yang di sofa. " Kamu ngapain tadi ngomong sendiri?" tanya Mama.
" Bukannya kita tadi lagi bicara ya?"
" Kita baru sampai rumah Riska..!, mama habis dari rumah Tante."
" Jadi..., yang tadi itu siapa Ma..?"
" Udahlah.., kebanyakan halu kamu, yuk makan kue, tadi mama sempat beli kue" ujar Mama.
" Iya.., iya."
Rasa kantukku tiba-tiba saja datang tidak tertahankan, membuatku buru-buru masuk kamar lalu merebahkan diri seraya menatap langit-langit kamar. Tiba-tiba saja wanita dress biru itu datang lagi membuatku langsung beranjak duduk.
"Kamu siapa sih?, kenapa kamu selalu muncul?"
Dia hanya tersenyum saja, membuat aku bingung sekaligus takut. Aku terus bertanya tanpa ada jawaban hingga ia mengucap sesuatu.
" Apa kau percaya adanya alam yang berbeda?, yang kau lihat selama ini adalah alam yang jauh berbeda."
Setelah ia mengatakan demikian, dia pun langsung hilang entah kemana.
Aku langsung tidur karena tidak ingin mendapatkan hal buruk lainnya. Bangun dari tidur aku beraktifitas seperti biasa tidak melihat hal-hal yang aneh.
Ketika malam datang, mungkin malam ini yang paling berkesan. Malam ini akan terungkap siapa diriku sebenarnya.
" Riska, ni h cemilannya."
__ADS_1
Mama meletakkan cemilan di ruang TV, kami duduk sambil ngobrol-ngobrol sekeluarga papa dan mama, wanita itu tiba-tiba muncul tepat di depan tv membuat aku terkejut, tubuhku menggigil mengeluarkan keringat dingin.
Papa sepertinya sangat peka terhadap apa yang terjadi padaku, lalu papa melihat ke depan tv kemudian menghampiriku.
" Riska..?, kamu liat apa?"
" Nggak kok pa, nggak papa."
" Jujur Riska.., wanita rambut panjang dengan dress biru, kamu lihat itu nak?, coba bilang sama papa" perkataan papa membuat aku terkejut, aku berfikir bagaimana papa bisa tahu, aku hanya mengangguk membenarkan perkataan papa tadi.
" Pa..!" panggilan Mama seperti sebuah pertanyaan, Papa hanya mengangguk saja.
" Riska, selama ini kamu pernah lihat yang aneh-aneh nggak?" tanya mama, kali ini aku memberanikan untuk jujur pada mereka.
" Iya, Riska pernah lihat ma!"
Perkataan ku membuat Mama dan Papa saling bertatapan. Tiba-tiba aku merasa lagi seperti pada ketika Dylla menguasai tubuhku, kali ini wanita itu. Tubuhku kembali terkunci, namun aku sadar akan apa yang terjadi.
" Siapa kamu?" Papa bertanya pada tubuhku.
" Penjaga putri mu, aku Ayu."
" Penjaga?" Mama kaget dan bingung dengan kata penjaga.
" Putri kalian memiliki mata batin seperti dirimu, tentunya dia memiliki penjaga sendiri dan itu adalah aku." mulut ku bergerak sendiri.
" Sejak kapan anak ku memiliki mata batin" tanya Papa.
" Ketika dia berusia enam tahun mata batinnya sudah terbuka, Indra melihatnya akan tajam karena sudah bertemu dengan penjaganya."
" Ketika kau memutuskan atau menghilangkan, tapi keturunan mu tetap mewarisi bukan?"
" Jadi, sekarang gimana?, Riska bisa menghilangkan mata batinnya bila ia mau?" pertanyaan mama membuat kepala ku mengangguk.
" Tapi dia tak bisa lagi melihatku."
" Huff.., sudahlah putri ku akan lemah jika kamu terlalu dirasuki, sekarang sebaiknya kamu keluar dari tubuhnya " Papa ingin ayu segera keluar dari tubuhku.
" Tentu" jawab Ayu lalu menghilang. Tenaga ku seperti terkuras ketika dia keluar, kepalaku pusing rasa ingin muntah seketika muncul.
" Riska..!" panggil Mama.
" Pa, Ma, ayu sudah pergi?" tanyaku dengan mata tertutup.
" Iya, tapi kamu tahu dia?"
" Iya, ma..!"
Aku duduk berhadapan dengan Papa yang menatapku seperti ingin bertanya sesuatu.
" Riska"
__ADS_1
" Iya Pa"
Sekarang kamu cuma punya dua pilihan, tetap atau tutup."
Aku terdiam sejenak kemudian memilih untuk tetap karena aku ingin tahu lebih tentang Ayu itu.
...****************...
Keesokan hari....
" Riska!!, udah telat!!!" alarm Mama berbunyi setiap pagi.
Aku cepat-cepat mandi, makan, lalu berangkat sekolah dengan cepat secepat-cepatnya.
" Lho, kok sepi?, jangan-jangan udah pada pulang lagi."
Aku tidak melihat seorang pun di sekolah, aku terus melewati koridor kemudian masuk ke kelas. Tak di sangka-sangka Ayu sudah ada di sana.
" K..Kau..Ayu?"
" Iya, hah kau datang begitu cepat pagi ini."
" Maksudmu?"
Ayu duduk di atas meja lalu mengayunkan kakinya seraya tersenyum.
" Kamu nggak lihat itu, jam disana?" perkataannya membuat aku melihat ke dinding bagian atas papan tulis, jam pukul 06.04 wib terpapar di sana, itu berarti hari masih sangat pagi.
" Ya ampun..., mama boong dong!" ucapku sangat kesal.
" Haha..haha" Ayu tertawa terbahak-bahak layaknya manusia. Aku heran melihat Ayu tertawa, lalu aku mendekati dirinya.
" Kamu kan setan, kok bisa-bisanya kamu ketawa kayak manusia sih, biasanya ya, setan itu kalau ketawa serem kayak di film-film horor" ujar ku sambil ngeledek.
" Bukan begitu konsepnya bego!" Ayu menunjuk ke atas kepalaku yang tiba-tiba kepala ku seperti habis di tonjok.
Aduh..!, sakit tau." ucapku sambil memegang kepala sakit ku.
" Rasain tuh!" ucap Ayu lalu dia menghilang.
" Lho, Riska?, tumben cepat hari ini " tanya Azka yang datang melihat ku di kelas sendirian.
" Di kerjain mama.." jawabku kesal.
" Serius..?,, tapi baguslah, biar kamu cepat ke sekolah, piket menunggu lho.." ujar Azka.
" Ya udah ..!, yuk kita piket."
Aku mulai menyapu lantai sedangkan Azka membersihkan debu. Ayu terus mengganggu ku dengan mengolok-olok dari ujung kelas hingga kedepan kelas.
Aku merasa seperti sudah lama mengenal ayu, karena dari sifatnya tadi itu mirip seorang teman yang sudah lama berteman juga sangat akrab.
__ADS_1
Mungkinkah aku bisa menerima juga dekat dengan Ayu karena sifatnya, sekarang aku mulai menyadari, bahwa aku ini berada di tengah-tengah dua alam yang berbeda.
Terima kasih buat teman-teman atas dukungannya, permintaan dobel update belum bisa terpenuhi karena kesibukan padat, tapi kedepannya akan di usahain. terima kasih....🙏🙏