Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
19. Wahyu Selingkuh


__ADS_3

" Apa sebenarnya Za?" tanya ku penasaran.


" Sebenarnya Waktu kita pulang dari kafe, aku sempat ngeliat IG nya Neffa anak kelas sebelah dan ngelihat cowok yang agak mirip sama Nanda lagi sama Neffa di sebuah diskotik" jelas Mauliza.


On Mauliza's life .....


" Beb.., kamu kemaren hari sabtu habis pulang dari kafe pergi kemana lagi?"


" Dirumah " jawab Nanda.


" Jangan bohong deh?" suara tinggi Mauliza keluar.


" Kok kamu ngegas Za?" Nanda menjadi bingung.


" Siapanya kamu si Neffa ini?" tangan nya meraih hp dan membuka dan memperlihatkan pada Nanda.


" Maksud nyaaa."


Mauliza memperlihatkan foto itu membuat Nanda terkejut dan langsung menyangkalnya.


" Kamu salah faham Za!"


" Apanya yang salah faham, jelas-jelas ini itu baju yang pernah aku hadiah ke kamu!"


" Aku bisa jelasin Za..! coba kamu dengan dulu!"


" Nggak usah kamu jelasin, kamu selingkuh kan?!"


Mauliza lari sambil menangis tanpa memperdulikan pada Nanda yang ingin menjelaskan.


Keesokan harinya, pas hari Senin Mauliza tak peduli pada Nanda hingga jam istirahat Nanda menarik Mauliza untuk menjelaskan masalah kemaren.


" Kenapa kamu narik- narik aku?, lepas Nanda!!"


" Aku pengin jelasin masalah kemarin Za!"


" Ya udah cepat!" cetus Mauliza.


" Orang disitu bukan aku Za, tapi itu Wahyu!" penjelasan Nanda membuat Mauliza melotot.


" Apa maksudmu?, jangan bawa-bawa nama Wahyu deh!"


" Beneran Za, aku berani sumpah Za" tegas Nanda.


Mauliza hanya bisa diam dan tercengang sesaat.

__ADS_1


" Itu baju yang kamu kasih buat aku, di pinjam Wahyu."


" Maksud kamu itu beneran Wahyu?, Wahyu selingkuh dari Riska?"


" Sebenarnya aku sih kurang yakin pertama melihat Wahyu bareng cewek lain..., tapi pas aku lihat foto kemarin, aku jadi yakin kalau itu Wahyu, apalagi dia pinjem baju aku kemarin hari sabtu, aku pikir itu buat jalan-jalan sama Riska " jelas Nanda.


" Kamu serius beb?, Riska...kamu tidak bohong kan?, Riska itu sahabat aku…!, nggak mungkin aku bisa biarin ini semua, kamu pasti lagi cari alasan biar Wahyu sama Riska yang kena."


" Aku serius, coba kamu tatap aku kalau misalnya kamu tidak percaya!"


Mauliza langsung terdiam lalu memeluk Nanda, karena mereka bersalah tanpa sadar air matanya mulai keluar.


" Aku minta maaf ya, aku telah menyalahi kamu tanpa tanpa bukti...aku.."


" Udah, kamu nggak usah nangis, sekarang kita pikirkan Riska gimana?, katanya kamu nggak mau biarin si Wahyu."


From Mauliza's life


" Gitu Ris ceritanya..., kamu nggak papa kan?, jujur aku benci banget sama Wahyu semenjak itu."


Aku hanya terdiam kalau setelah mendengar penjelasan dari Mauliza, sekilas aku tidak percaya kalau Wahyu orang yang selama ini terus di dekatku itu selingkuh. Tapi.., karena Mauliza yang menjelaskan membuat aku sedikit lebih percaya, Mauliza selama ini tidak pernah berbohong tentang urusan yang serius.


" Za, maaf ya tolong bantu aku buat pastiin kalau itu benar Wahyu selingkuh."


Mauliza hanya tersenyum dan mengangguk, rupanya Nanda mendengar semua apa yang kami cerita kan tadi, Nanda menarik kami berdua ke sisi taman yang lain dan memperlihatkan Wahyu tengah berduaan dengan Neffa anak kelas sebelah.


" Wahyu...!" keduanya langsung menoleh padaku.


" Riska?!"


Aku mendekati dua remaja yang sedang duduk di kursi panjang dengan kakiku yang gemetaran, bibirku terasa kaku untuk bicara, namun rasa ingin menikamnya terasa lebih kuat.


" Apa-apaan ini?!, rupanya Mauliza nggak salah menyuruh jatuhin kamu dari aku, sempat aku pikir kamu tuh cowok baik-baik Wahyu, tapi ternyata aku salah!" tegas ku dengan rasa kecewa.


" Ris.. Riska aku bisa jelasin ini semua, kamu sa.."


" Salah faham?, gitu..!, nggak ada sih yang bisa kamu jelasin Wahyu!, mendingan kita udahan aja" perkataan ku membuat Wahyu menggenggam tangannya tanda geram.


" Kamu nggak boleh asal mutusin Riska!"


Wahyu tidak mau kalah, dia tak mau kalah juga.


" Udahlah, aku nggak mau lagi berurusan sama kamu, padahal dulu kamu itu cowok yang pengertian, rupanya aku yang bodoh karena percaya sama tipu muslihat mu!, kamu benar-benar mirip ular berbisa!" tegas ku pada Wahyu.


Aku langsung berbalik badan dan mengatur pernafasan yang mulai tidak beraturan lagi, kemudian Wahyu mencegahku dengan beberapa kalimat yang membuatku menghentikan langkahku yang ingin menuju ke tempat lain.

__ADS_1


" Silahkan lo pergi, lagian lo itu cuma pelampiasan."


Kata-katanya berhasil menusukku, dia juga menggunakan kata " Lo" yang berarti dia tak lagi menganggap ku, aku langsung bergegas pergi yang kemudian di susul oleh Mauliza dan Nanda dari belakang.


ternyata biasa saja orang yang paling kita percayai itu berkhianat, padahal ia sudah menyakinkan perasaan dengan segenap jiwanya untuk kita percaya namun pada akhirnya takdir tak selalu indah.


" Riska!" Mauliza memanggil ku dengan suara bergetar yang juga kemudian di panggil oleh Nanda.


" Ris.., kamu baik-baik saja kan?" Nanda memastikan aku.


Aku yang sedang berjalan berhenti dan membalikkan tubuhku yang terasa berat setelah mendengar suara panggilan mereka.


" Udah lah.., jangan lebay deh, aku tu nggak papa, memang Wahyu udah dari awal cowok nggak bener, jadi aku berusaha aja karena untuk apa harus di pertahankan cowok kayak gitu" ujar ku seraya tersenyum seolah-olah tak terjadi apa-apa.


Tiba-tiba ponselku berdering membuat aku menyorongoh tas ransel yang biasa aku bawa jalan-jalan lalu mengambil benda pipih dari sana dan aku melihat terpapar tulisan papa.


Aku menguatkan diri dan langsung bicara.


📱" Halo Pa!"


📱" Riska, kamu di mana sekarang?" suara terdengar dari seberang sana.


📱"Di taman kota Pa, bareng Mauliza dan Nanda."


📱" Papa mau bilang, sekarang papa sama Mama lagi di rumah tante Silva, kemungkinan pulangnya besok sore atau malam, tadi kami buru-buru karena ada keperluan agak mendesak."


📱" Keperluan?, emang ada keperluan apa sih Pa?"


📱" Tante Silva lahiran, suara kamu kok agak berat?, kenapa?" tanya Papa. " Gawat nih, kalau papa tahu" batinku.


📱" Nggak Pa, tadi keselek cemilan" alasan ku.


📱" Ya udah, kamu ajak teman aja nginap di rumah, asal jangan teman cowok, terus jangan buka pintu ke siapapun ya, lihat dulu dari jendela.., kalau ada yang kamu nggak kenal telepon papa, ingat itu pesan papa."


📱" Iya, Pa.."


Aku memberikan ponsel, kemudian memasukkan kembali ke dalam tas di bahuku


" Siapa Ris?, papa kamu?" aku hanya mengangguk membenarkan. " Za, nginap di rumahku ya..!" ujar ku pada Mauliza. " Boleh aja, memangnya kenapa?" tanya Mauliza.


" Ortu ku lagi di rumah tante Silva, pulangnya besok malam, Tante ku habis lahiran" jelasku.


" Oo begitu..!, anaknya cowok atau cewek?" tanya Mauliza, aku hanya menggeleng kepala.


" Nggak tahu, ke rumahku yuk."

__ADS_1


Bersambung.....


Terima kasih atas dukungan teman-teman semua jangan lupa like dan komen.


__ADS_2