
“Om, gimana keadaan Kiram?" Tanya Arian pada Edi(papa Kiram). “Kiram masih dalam keadaan melawan kritisnya"
“Arian?, kamu tau dari siapa kalau Kiram masuk rumah sakit" tanya Shifa.
“Riska,Tante"
“Riska?" Shifa terlihat bingung
Merasa terpanggil, aku segera beranjak mendekati mereka. Aku sempat merasa mengantuk tadi namun tertunda karena kedatangan Arian.
“Riska, kamu kenapa ada disini?,dan kenapa kamu tau Kiram kritis gini?" Segala pertanyaan terlontar dari Arian
“Kalian saling kenal?" tanya Edi
“Iya, Om" jawab Arian
“Sebenarnya aku yg bawa Kiram kesini, kebetulan ponsel Kiram ga rusak jadi aku bisa hubungi orang tuanya.."
“Riska, Kiram kecelakaan kenapa?"
“Ditabrak mobil",“huff..,bAbang sempat khawatir kenapa kamu ga pulang-pulang juga terus-terusan suruh buat hubungi kamu".ujar Arian
“Aku, ngak ga ingat buat megang ponsel pas itu..., kebetulan Abang hubungi aku tadi, jadi..ya gitulah.." jelasku
“kalian cukup dekat,ya?" Tanya Shifa masih dengan suara parau.
“Iya,Tante,Riska adiknya Arian, Arian pikir Kiram udah ceritain semua.."
“Ah, iya..Kiram memang pernah cerita kalau pacarnya adik kamu,Tante lupa.." Arian terdiam sejenak kemudian tersenyum.
“Aduh..! Gawat nih.." bantinku khawatir. Arian mendekati Kiram yg terbaring di sana,ia menggenggam tangan Kiram lalu tersenyum hambar
“Cepat sadar ya,Ram..Lo pasti bisa" lirih Arian kemudian izin keluar sebentar untuk mengambil sesuatu.
“Riska, kamu gak lelah?,dari tadi kamu urus data Kiram tanpa istirahat ataupun minum" ujar shifa khawatir melihat wajahku pucat, “Gak, apa-apa kok,Tante sudah seharusnya Riska gini"
Tak lama harian datang, ia membawa beberapa air mineral untuk kami semua. Sejam kami berbincang-bincang Arian mengajakku pulang dan berpamitan pada Edi dan Shifa
“selalu mampir ya,Riska?kalau sempat.." ujar shifa padaku
__ADS_1
“Riska usahain Tante.."
Di dalam mobil tak ada satupun di antara Arian dan diriku untuk berbicara, Arian sibuk menyetir sedangkan aku menatap kaca jendela mobil yang di seluncuri air hujan.
“Riska," Arian seperti nya akan memulai percakapan
“Iya,bang.." jawab ku spontan, “Kamu pacaran sama Kiram?" Tanya Arian berhasil membuat ku terkejut, “i-iya.." jawabku jujur terbata-bata, “berapa lama?"
“Dua bulan...,Abang marah,ya?,aku minta maaf.." lirihku.
“Kenapa kamu sembunyiin?" Bukannya menjawab pertanyaan ku tapi Arian malah bertanya balik,aku hanya diam tak menjawab “jawab Riska.."
“Aku takut kalau abang bakalan marah nanti.., rasa suka memang berat, bang... berhubung Kiram juga sama, kami mutusin buat pacaran aja.." ujar ku gugup ,“Huff..," Arian hanya menghela nafas.
“Abang marah,ya?,ak-" , “Riska..,Abang ga marah kok, seharusnya kamu ga usah sembunyiin ini dari Abang.." Arian tersenyum.
“Beneran??",“iya..,tapi kamu nggak apa-apa kayak gini?, Kiram dinyatakan koma, Abang harap kamu nggak terlalu sedih nantinya...,dan yakin bisa nunggu dia sadar?"
“Iya, aku bakal nunggu kok bang diantara semua yang pernah ku pacari, kiram lebih baik dari mereka" lirihku
“semua?, memangnya punya berapa mantan,kamu?"
Tak lama kemudian ada sosok laki-laki berdiri di tengah jalan. Laki-laki itu menyerupai Arian, aku tidak terpancing seperti Kiram, Arian menaikkan kecepatan dan menerobos sosok itu hingga kami sampai di rumah.
“Huff.." hela nafasku, “bang..pusing tau!" Protesku
“Maaf-maaf,mau gimana lagi?" Arian terkekeh. Mama menghampiri kami yang sibuk berdebat, Mama kelihatan sedikit khawatir entah kenapa
“Arian, Riska" ujar mama
“Mama? Padahal baru aja kita mau cari" ujarku
"Kalian dapat kabar dari papa?" tanya Mama
“nggak,kenapa,ma?" Jawab Arian , “jadwal papa pulang seharusnya minggu lalu.., tapi sekarang belum ada kabar.." ujar mama, “ah,iya..bener juga.." tambah Arian.
“Mama nggak usah khawatir, mungkin dalam beberapa hari ini papa bakalan pulang..." ujarku kemudian mengajak Arian dan mama untuk masuk. Ayo duduk di dekatku yang sedang memeluk bantal sedari tadi.“Udah dong sedihnya.." bujuk ayu,“gara-gara tuh setan, Kiram belum sadar selama seminggu ini.."
“Kalau gitu... Biar aku yang urus tuh setan gimana" tawar ayu
__ADS_1
"emang bisa?"Setahuku..,setan sama setan ga akan kalahin satu sama lain...
"Aku beda..,kami turun temurun ditugaskan masuk ke tubuh Orang yang memiliki kemampuan khusus kayak kamu" jelas ayu." Aku terdiam sebentar lalu mengingat hal yang terjadi disaat perjalanan. Pulang dari rumah Sakit Minggu lalu.
“Ayu, waktu aku pulang dan rumah Sakit waktu itu... Sosok Penyerupa.
itu muncul lagi ditengah jalan dengan rupa bang Ari,tapi aku gak kepancing, kami terobos tuh setan..,kenapa ya?"
"Itu karena mata batin, kalian gak bakalan kepancing Sama dia"
“jadi gitu..."
"Aku Pegi dulu ya,Cari tuh setan" Pamit Ayu lalu menghilang. " Hufff... "Aku Menghela nafas panjang. Aku memutuskan untuk tidur Saja, ketika tidur
Tragedi waktu itu terulang kembali. Dimana Kiram menerobos hujan dan.... “kiram!!"
Aku bangun dengan rasa terkejut keringat
dingin bercucuran dan nafas terengah-engah
Aku menatap ke arah Jendela kamar jam didinding Sudah Jom 17.02. Aku memutuskan mandi dan beribadah
sebentar lalu ke ruang tv.
Sebulan berlalu dengan cepat, tak ada yang membuka mata antara Kiram dan mauliza. Sehabis menjenguk mauliza, aku menuju ke ruangan di lantai dua di mana Kiram dirawat tak sadarkan diri
“Tante, Riska bawain makanan,nih.." ujarku pada Shifa yang terlihat kurang sehat lalu menatap sayup pada Kiram sesaat.
“Makasih banyak Riska.. kamu terlalu peduli sama tante... Seharusnya kamu fokus aja sama sekolahmu, nggak lama lagi kalian ujian kan?" Ujar shifa “Tante.. wajah tante pucat lho..., Masih aja mikirin kesibukan Riska.., yang penting sekarang tante harus jaga kesehatan, jangan sampai Kiram bangun dan khawatir gara-gara lihat tante sakit.."ujarku seraya tersenyum
“Tante, Riska mau berangkat sekolah dulu, ya... Dua puluh menit lagi masuk.." pamitku diangguk Shifa, “hati-hati",iya"
Aku dan Azka bangun pagi-pagi sekali hanya untuk menjenguk dua orang ini serta membawa sarapan pagi untuk orang tua Kiram dan mauliza, Untung saja saat tiba di sekolah kami tepat waktu
“Pagi yang.." sapa Rama pada Azka, “pagi juga.." balas Azka
“pagi, Ris.."Rama juga menyapaku, “pagi"
Biasanya pagi-pagi begini mauliza juga Kiram sudah ada di sini kami menebar tawa satu sama lain, namun sudah sebulan lebih mereka tak ada di sisi kami
__ADS_1
Terlihat Nanda berjalan melewati kami membuatku menatap dingin ke arahnya, “andai aja Lo ga cari Masalah,nda pasti Mauliza ada di sini sekarang.." ucapku membuat langkah Nanda berhenti sesaat, begitu banyak perubahan semenjak kedua orang yang kusayangi koma, kini yang biasanya aku menggunakan kata “aku-kamu" beralih ke kata “lo-gw", Alka tetap bersikap biasa saja perihal perubahan ini, ia tau kalau perubahan ini disebabkan oleh nanda dan sosok yang membuat Kiram koma, hal itu hanya berubah pada teman bukan keluarga.