Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
Seoson 2 Part 5 Penasaran


__ADS_3

Arletta berjalan mengikuti laki-laki itu dengan rasa kesal akibat diajukan tadi"jawab kek!bikin penasaran tau!"ucap Arletta


"Bukan urusan Lo"singkat laki laki itu."judes amat sih!"gumam arletta seraya terus mengikutinya."lu ngapain ngikutin gue?"teh laki-laki itu namun Arletta hanya terkekeh Arletta terus mengekori laki-laki tersebut karena penasaran, bahkan sudah 10 menit ia berjalan. Kini laki-laki itu sedikit risih dan berhenti secara mendadak.


"Lu aneh! Jangan ikutin gue!"selesai mengucap itu laki-laki itu menghilang tanpa jejak membuat Arletta kebingungan.


"Hilang ke mana tuh cowok?"gumam Arletta


Mendadak ponsel arleta berbunyi menandakan panggilan masuk dari Nadia. Arleta langsung menekan tombol hijau


"Iya nad,kenapa?"


"Let,Lo kemana aja sih?, Cepat ke gerbang gue udah capek nunggunya"


"Iya iya gue ke sana sekarang!"


Mendapat panggilan singkat itu arleta langsung menuju gerbang dan menemukan Nadia "yuk pulang"


Setiba di rumah arlettaa segera kemeja makan untuk minum segelas air putih kemudian duduk di sofa ruang tengah


"Udah pulang ya?"suara Riska yang menghampiri arleta


"Iya Mah, papa mana?"


"Lagi mandi, oh iya di kulkas ada es krim, kalau mau ambil aja"


Riska berjalan menuju rak TV mengambil remote TV dan duduk di sofa"letak ke kulkas ya ma"


Arleta mengambil es krim di kulkas kemudian menuju ke kamarnya. Teringat tentang laki-laki yang ditemuinya tadi arleta benar-benar penasaran.


Baru kali ini laki-laki itu ada di sekolah semenjak arleta punya mata batin tak pernah ada hantu baru di SMA itu


"Pokoknya gue harus cari tahu siapa dia"gumam arleta


.....


"Arga!!"pekik arleta dan Nadia, Arga mencorat coret wajah arleta dan Nadia ketika mereka tertidur di kelas akibat kelelahan


Wajah mereka kini dipenuhi coretan spidol sedangkan Arga sudah duluan kabur entah ke mana. Begitu Arletta dan Nadia keluar kelas semua mata memandangi mereka tertawa pelan

__ADS_1


"Jangan ketawa!"ucap Nadia kemudian menarik lengan arleta menuju kamar mandi


"Huh! Kesel banget sama Arga!"Arletta terus membersihkan wajahnya


"Iya nih,mana gue udah cape makeup lagi"oceh Nadia


Seusai membersihkan wajah, Arletta memutuskan untuk mencari Arga sendirian sedangkan Nadia menunggu di kelas. Saat tiba di laboratorium, laki-laki yang ditemui arleta kemarin ada di sana. Ruang laboratorium sekarang sedang sepi menjadi kesempatan arleta untuk berbicara dengannya


"Hai"sapa arleta namun tak mendapat respon


"Iiih!, Jawab kek! malah diam!"


Laki-laki itu menoleh ke arleta"lu ngapain ke sini? udah cukup ngikutin gue, gue nggak mau berurusan sama orang kayak lu!"ketus nya


"Gue pengen tahu nama lu doang kok!"arleta mencari alasan


"Kalau gue ngasih tahu nama gue lu bakalan pergi?"perkataannya membuat arleta mengangguk"Oke, nama gue Rafael. Mau boleh pergi sekarang"ujar Rafael


"Oke El!, Gue panggil lu itu ya?"


"Terserah lu,gue mau fokus sama PC, lo pergi sekarang juga!"


"Setan main PC? Hahaha"arleta terkekeh


"Iya iya, dadah El!"terletak kemudian lari keluar


Rafael bingung dengan sikap arleta, nama panggilan El terlalu akrab baginya, Rafael bahkan berpikir kenapa arleta selalu mengikutinya"nama bukanlah alasan sesungguhnya"gumam Rafael lalu mengotak-atik sebuah PC yang isinya data-data tersembunyi siswa.


Rafael berjalan ke sebuah rumah besar dan segera masuk ke dalam.ia duduk di sebuah sofa dengan arah mata yang menatap ke atas atap


"Kenapa gue harus mati kayak gini sih?.. Bara bangsad!"umpatnya kesal, lalu iya tersenyum sinis"Ga, gue belum mati.pasti ada cara untuk balik ke tubuh gue.gue males banget harus ke SMA itu lagi, kalau aja Bara nggak di situ nggak bakal gue keliling tuh sekolah mana data Bara di PC kurang detail lagi.."oceh Rafael


Mendadak Rafael teringat akan arleta gadis yang bisa melihatnya"cewek itu namanya siapa ya? Barangkali gue bisa jadi jalan keluar melalui dia.."gumam Rafael


Rafael kemudian masuk ke kamarnya dan menuju ke sebuah meja. Di meja terletak sebuah foto yang di sana terdapat 7 laki-laki berpakaian jaket kulit kecoklatan. Salah satu dari mereka adalah Rafael sendiri juga Arga dan laki-laki bernama Bara


Melihat wajah mereka perasaan Rafael bercampur antara marah dan sedih."gue bakal usaha buat balik ke tubuh gue dan mengungkap si penghianat Bara"ucap nya


........

__ADS_1


Dua minggu kemudian arleta sedang duduk di kafe bersama Nadia dan Arga. Terlihat Arga yang duduk memasang wajah frustasi membuat Nadia dan arleta kebingungan


"Lo kenapa ga?"tanya arleta


"Kita lagi ngumpul refreshing otak nih, ga.. jangan pasang muka kayak gitu dong.., atau Lo lagi galau masalah cewek? ntar gue bantu deh..."oceh Nadia


Arga menyeruput jus di depan nya kemudian memandangi kedua gadis di depannya."gue bukan galau masalah cewek,Nad.., kalian kan tau nih klo gue ketua geng di generasi ini.."ujar Arga


"Terus hubungan nya apa?"tanya Arletta


"Wakil ngilang udah tiga Minggu lebih,kami semua udah berusaha nyari tapi belum ketemu sampai sekarang"jelas Arga


"Di rumahnya kali.."Nadia memasukkan cake ke mulutnya


"Kalau ada di rumah nggak bakalan gue kayak gini, di rumahnya nggak ada orang dia tinggal sendiri jadi kosong"


Saat itu mata arleta tertuju ke arah meja yang tak jauh dari mereka, ada sosok Rafael di sana sedang menatap ke arah mereka bertiga"ngapain dia?"batin arleta


Nadia menoleh ke arleta yang melihat ke arah meja kosong"ada sesuatu let?"tanya Nadia"ah nggak papa kok yang penting dia nggak ganggu"bisik arleta


Tak lama berbincang juga menghabiskan pesanan, mereka segera pulang. Nadia tak bisa pulang bersama arleta Karena Kevin pacarnya Nadia menjemputnya sedangkan Arga mendadak punya misi penting. Terpaksalah atlet tak pulang sendirian dengan mobil miliknya


Ketika arleta berjalan keluar,Rafael duduk di arah yang akan arleta lewati"bisa ikut gue nggak?"travel pelan lalu menuju ke dalam mobil. Di dalam mobil Ravel duduk di kursi belakang.


"Lo kok ada di sini?"tanya arleta


"Asal lu tau aja gue ajak Lo karena gue pengen tahu sesuatu"ketusnya


"Hem?"."Lo kayaknya Deket sama Arga,Lo punya hubungan Sama dia?"


Pertanyaan itu membuat arleta terkejut ia tak menyangka kalau Rafael mengenal Arga"lu kenal Arga ya?"


"Nggak perlu tahu"singkat Rafael"Arga teman sedari kecil gue orang tua gue sama orang tua Dia sahabatan"jelas arleta


"Oh"


"Sejujurnya gue tuh penasaran sama lu. Lu nggak kayak setan pada umumnya Lo persis kayak manusia, terus ngapain di sekolah gue?"ujar arleta


"Itu rahasia gue pribadi,lo juga kayaknya kegatelan sama gue"

__ADS_1


"Sorry ya.. gua kan setan jadi nggak papa dong..!"


"Gue belum tahu nama lu, nama lu siapa?"


__ADS_2