Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
Seoson 2 Part 4 mata batin terbuka


__ADS_3

"Bagus kamu ke sini letta"ujar arian membuat Arletta bingung"kenapa?"


"Letta kamu pengen punya mata batin kan?"tanya Kiram"i-iya pa.."jawab Arletta


"Kalau gitu kamu harus ikut tes dari Om dulu leta"Arian memegang pundak keponakan nya itu


"Tes? Tes apa?"


"Tes kelayakan apa kamu bisa memiliki mata batin atau enggak"


"Gimana om? Leta mau!"Arletta kegirangan


Arian melihat sekelilingnya, Riska dan Kiram mengangguk pelan secara bersamaan. Arian menyuruh Arletta untuk meminjamkan mata kemudian Arian mengelus kelopak mata Arletta.


"Sekarang apa yang kamu lihat di sana?"tanya Arian


Kelopak mata atas serasa berat untuk dibuka, ditambah lagi ia melihat sesuatu yang menyeramkan. Ada banyak hantu mengelilingi Arletta di tengah kegelapan. Wajah mereka sangat menyeramkan membuat Arletta takut"waktunya cuma 5 menit, kalau sampai kamu pingsan berarti kamu gagal mungkin hanya 60% yang berhasil dari tes ini"ujar Arian. Arleta mencoba untuk tetap tenang namun hantu itu mendadak menghilang"ha!"jadi bahan wanita berambut panjang muncul tepat sejengkal dari wajah Arletta. Jantung arleta berdetak tak karuan akibat terkejut ditambah seramnya wajah wanita itu. Tak lama wanita itu menghilang tapi gangguan belum berakhir. Muncul hantu anak-anak menempel pada kaki Arletta membuat Arletta terkejut


"Ini mah senam jantung namanya!"menolog Arletta


Hantu anak-anak itu menghilang, Arletta mencoba menenangkan diri.tiba tiba ada tangan di bahu Arletta, begitu Arletta menoleh sesosok kepala tepat di bahu nya


"Deg!."


Arleta mencoba untuk kuat, tinggal 2 menit 30 detik lagi."letta lo nggak boleh kalah sama beginian!, Lo harus yakin kalau rintangan ini bukan kayak tadi lagi dan masih ada rintangan lain. Tunjukkan sifat keras lo letta!"menolog Arletta


Tiba-tiba ada seorang laki-laki berpenampilan seperti dukun berdiri di depan Arletta. Laki-laki itu membaca sesuatu dan keluar sesosok kuntilanak


"Eh! Ternyata ada mbak kunti toh, belum tahu aja nih dukun sisi gelapku"arleta menyeringai


Erleta maju mendekati Kunti itu dengan percaya diri"Kunti bajumu ini aja ya? Nggak ada yang cantik gitu? Oh iya lupa kalau Kunti kan harus pakai paku dulu biar cantik.. entar ke rumah aja ya banyak tuh stok di rumah"ujar arletta seketika kunti tersebut menghilang


"Kamu apakan peliharaan saya?"tanya dukun itu


"Nggak diapa-apain kok, oh iya bapak dukun bisa bisa ketemu nggak lain kali kita tik tok kan bareng.."


"Tik tok palamu! Tugas saya tuh bantu or_"


"Bantu bikin beban kan? Sebenarnya tas ini bikin senam jantung tapi kalau soal genre horor kayaknya ya juga sih.."Aceh Arletta

__ADS_1


"Awas kamu! Matahari seakan gelap tertutupnya cahaya bulan gunung tinggi menjadi bukit dan bukit menjadi gunung"dukun itu seakan merapalkan sebuah mantra yang membuat Arletta heran. Aleta segera menggagalkan rencana dukun itu dengan mengolok-olok mantra serta mengganggu konsentrasi dukun itu


"Blak!"


Mendadak semua itu menghilang, Arletta bisa melihat Arian yang menatap nya tajam serta lainnya


"A-apa letta berhasil?"tanya Arletta


Arian menoleh ke arah adiknya seraya menggeleng pelan membuat Riska dan lainnya terkejut


""D-dia berhasil?!"batin Riska


Arian memandangi Arletta lalu mengangguk kepala membuat Arletta tersenyum


"Akhirnya..!,ma,pa.. kalian izinin kan kan?"tanya Arletta


Dengan berat hati Riska dan Kiram mengangguk karena tak mungkin mengecewakan Arletta yang sudah berusaha


"Makasih ma,pa!"ucap Arletta kegirangan.


Arletta duduk diam di dekat pohon halaman rumahnya, suasana hatinya kini sangat senang karena ia akan segera mendapatkan apa yang ia inginkan


"Letta,buka mata kamu sekarang"pinta Riska


Begitu Arletta membuka matanya yang langsung dapat melihat sesuatu yang selama ini tak dapat ia lihat, pemandangan itu lah yang pertama kali menjelaskan pada Arletta kalau mereka semua itu ada


"I-ini semua..."gumam Arletta


"Apa yang kamu lihat letta?"tanya Kiram


"Letta lihat banyak banget sosok di sini di sekitar kita, bahkan ada yang cantik juga "Arletta kini terfokus pada Ayu yang ada di sebelah Riska. Riska yang menyadari itu langsung mengenalkan Ayu pada putrinya itu.


"Letta yang ber-dress biru itu namanya Ayu, ia penjaga tubuh mama yang udah nemenin mama dari masih kecil dulu "Riska tersenyum seraya melirik Ayu


"Ayu ya...,"gumam Arletta


"Walaupun aku menjaga Riska bukan berarti aku tak akan bermain dengan orang lain ya..!"ujar Ayu


"Pokoknya letta sangat berterima kasih deh sama kalian ya udah nurutin kemauan letta!"letta memandang seluruh keluarga nya

__ADS_1


"Orang tua kamu benar-benar peduli sama kamu, pokoknya kamu jangan sampai kecewain mereka" ujar Aprili menasehati Arletta


"Iya Tante"


Sebulan berlalu dengan cepat, Arletta kini sudah bisa beradaptasi dengan sekitarnya.Arletta juga lebih sering melihat hal mistis seiring berjalannya waktu


Suatu ketika Arletta berjalan jalan sore di lapangan sekolah nya bersama Nadia. tak sengaja Arletta menginjak bola kasti hingga membuatnya terpeleset


Ketika hampir jatuh, seseorang laki-laki datang menarik lengan Arletta agar tak terjatuh. Nadia bingung dengan apa yang terjadi karena melihat Arletta seolah ada yang menarik nya.


"M-makasih ya udah nolongin gue.."ucap Arletta pada laki-laki tersebut"hah?!,lo bisa liat gue?"tanya laki-laki itu


"Let,lo ngomong sama siapa?"tanya Nadia


"Lho?, ini kenapa?apa maksudnya?Lo ga liat ada cowok di depan gue? berarti dia setan dong!"Arletta tampak kebingungan.


"Loh ini kenapa? Apa maksudnya? Lu nggak lihat ada cowok di depan gue? Berarti dia setan dong!"Arletta tampak kebingungan


Nadia segera mengangguk mengiyakan ucapan Arletta. Arletta nyaris tak percaya kalau laki-laki depannya adalah setan


"Kok ada setan kayak dia?, tapi Juga sama sih.."batin Arletta tercengang


"Lu bisa lihat gue?"tanya laki-laki itu dan Arletta mengganggukinya


"Iya gue bisa lihat lo"pandangan arleta tak luput darinya. Nadia yang melihat itu merasa merinding dan merasa ingin segera pergi dari tempat itu


"Pulang yuk.. merinding nih.." Nadia menarik lengan area tanaman dihentikan oleh Arletta


"Lo duluan aja"


"Kalau lu kenapa gimana?"Nadia khawatir


"Gue ada keperluan bentar, lu duluan aja tunggu di gerbang"bisik Arletta


"Yakin nih?"tanya Nadia memastikan"100% yakin!"Aleta mengacungkan ibu jarinya sedangkan laki-laki itu tak memperdulikan keberadaannya


Nadia berpikir sejenak"gue di gerbang ya"usai mengucap itu Nadia langsung pergi."lu ngapain di sini?"ketus laki-laki itu melihat arleta masih berada di depannya


"Gue cuma jalan-jalan sore kok,em.. gue baru liat lo.lo kenapa ada di sini?"Arletta bener benar ingin jawaban dari laki-laki itu namun laki laki itu mengacuhkannya dan pergi.

__ADS_1


__ADS_2