Antara Dua Alam Yang Berbeda

Antara Dua Alam Yang Berbeda
18. Mauliza Ada Masalah


__ADS_3

Bel pulang sekolah pun berbunyi, murid-murid keluar berhamburan dari gedung sekolah menuju pintu gerbang, ada yang langsung pulang, ada juga yang ke kantin dan ke perpustakaan. Aku berjalan melangkah sambil menatap kakiku yang terus bergerak hingga berhenti di satu tempat. Aku melihat Wahyu sedang berbicara dengan anak kelas sebelah di depan minimarket.


" Lagi ngapain Wahyu sama dia, ogah ah!, aku pulang aja deh..!"


Tiba-tiba saja ponsel ku berdering memaparkan tulisan " Mama" membuat aku langsung menerima panggilan itu.


📱"Halo Ma!"


📱" Riska, sekarang kamu lagi di mana?"


📱" Riska baru pulang sekolah Ma!"


📱" Minyak goreng di rumah habis .., tolong beliin bentar ya, pakek duit mu dulu, nanti Mama ganti ya!"


📱" Iya Ma, Mama ganti nanti ya...",


📱" Iya-iya, cepetan Mama mau masak, udah dulu ya"


Tit..tit..., Mama sudah mematikan ponselnya.


" Iiih... Mama kebiasaan deh!, main matiin aja..!"


Aku kemudian langsung ke minimarket, waktu aku masuk ke minimarket Wahyu sudah tidak berada lagi di sana, aku langsung saja mencari minyak goreng pesanan Mama.


" Riska!!" tiba-tiba saja Ayu mengagetkan aku di deretan rak minyak goreng.


" Astaga..kaget!!"


" Hhhh...hahaha" Ayu tertawa kesenangan.


" Ayu..!, pliss deh, jangan ngagetin bisa?" ujar ku sambil memegang jantungku.


" Lagi ngapain sih?"


" Naik odong-odong!, ya belanja lah..."


" Beli apaan?"


" Minyak goreng..!, kenapa mau?"


" Pilih yang ini aja.., dijamin deh masaknya nggak perlu banyak minyak plus hemat"."


" Kok malah mengiklan?"


...****************...


" Ris, besok bukannya Wahyu ulang tahun ya..?" ujar Nanda ketika duduk bersama aku dan mau,di teras rumah ku, sedangkan Azka sedang memetik mangga tepat di dekat pagar rumah ku. " Ah, iya aku hampir lupa.."


" Mau ngasih hadiah apa nih Ris?"


" Aku belum tahu mau ngasih hadiah apa, bagusnya apaan ya?"


Mama datang membawa minuman lalu menyuguhkan pada kami. " Nih.., di minum ya..jangan sungkan-sungkan."

__ADS_1


" Makasih tante" jawab Mauliza.


mama melihat ke atas pohon mangga yang dipanjat Azka.


" Azka!!, hati-hati itu pohon manganya tinggi!" teriak mama.


" Iya tante!, Tante tenang aja Azka bakal hati-hati kok!" ujar Azka di atas pohon, lalu Mama pergi masuk ke dalam.


" Eh, si Azka tuh resek banget, entar kalau jatuh baru tahu rasa" ujar Mauliza.


" nggak papa lah.., aku aja sampai kepuncak tuh memanjatnya."


" Udahlah.., tadi konsep kita kan ultah nya Wahyu nih!"


" Ah, iya-iya jadi gimana nih?, aku beli apa ya?" ujar ku.


" Gimana kalau beli kemeja aja?" usulan Mauliza.


" Bisa sih, kira-kira Wahyu bakalan suka ngak sih ya?"


" Pastilah.., kita lihat aja besok" cetus Mauliza.


...----------------...


Keesokan harinya.....


" Gimana nih?, ada bawa hadiahnya nggak?" tanya Mauliza sewaktu hendak masuk kelas. " Ada dong...!"


Kami masuk kelas dan belajar seperti biasanya, aku tidak sabar menunggu jam istirahat dan kemudian jam pulang sekolah. Beberapa jam kemudian.


" Mereka romantis ya" gumam Azka sendiri.


" Cari pacar sana Ka.." ujar Mauliza.


" Iiih.., Mauliza apaan sih...!"


" Hhhh..!"


"Oh ya, beberapa hari belakang ini si Wahyu sudah jarang nampak ya..? ujar Mauliza.


" Iya, ya.., akhir-akhir ini cuma kita berempat yang selalu ada" tegas Azka lagi.


" Udahlah..., kita pulang yuk, mau makan aku.. soalnya sudah laper nih" ajak Azka.


Setelah satu jam menghabiskan waktu dengan Wahyu, kemudian aku pun pulang.


Beberapa hari kemudian kami ngumpul bareng di kafe dekat dengan rumah Nanda. pada waktu itu Wahyu tidak ikut serta bersama kami, katanya lagi ada kerjaan penting yang harus dia kerjakan, sedangkan Nanda selalu ikut kemanapun Mauliza pergi. Seusai dari kafe kami pun pulang ke rumah masing-masing.


...----------------...


Di Sekolah....


" Eh, Mauliza sudah datang...tumben nggak sama Nanda, biasanya kan pulang pergi sama Nanda lengket bak perangko.." ujar Azka.

__ADS_1


" Iya nih Za, Nanda kemana?"


" Jangan bahas tentang dia!, males banget aku dengar nama dia" cetus Mauliza.


Mauliza memasang wajah kesal membuat kami penasaran dan berfikir apa yang telah terjadi antara mereka berdua, tidak lama kemudian Nanda pun datang dan langsung ke tempat menghampiri Mauliza.


" Mauliza.., kamu jangan gini dong!!"


" Udahlah jangan dekat-dekat!, aku jijik liat mukamu" tegas Mauliza.


Kami memutuskan untuk pergi saja dari mereka dan kembali ke meja masing-masing, dan tidak lama kemudian guru pun masuk kelas dan memulai pelajaran.


Kriiiinggg.... kriiiinggg....bel istirahat pun berbunyi.


" Ka, menurutmu mereka kenapa ya?" ujar ku menyambung pembahasan tadi pagi.


" Nggak tau, ke kantin aja yuk" ajak Azka.


"Ya udah!, yuk Za kita ke kantin " ajakan ku pada Mauliza juga.


Kami bertiga ke kantin dan memesan makanan , aku dan Azka menghindari pembicaraan tentang Nanda karena takut ia akan marah. Tidak berapa lama kemudian, Nanda pun datang dan langsung menarik lengan Mauliza mengajak pergi dari kami.


" Udahlah, kita biarin aja mereka menyelesaikan masalahnya" ujar Azka. " Iya, kurasa juga begitu"


Pada ketika masuk kelas, anehnya Mauliza dan Nanda sudah kembali akur, entah apa yang telah terjadi pada mereka membuat kami bingung.


" Eh, coba liat mereka sudah baikan lagi Ris..."


" Iya, aku juga liat kok."


...----------------...


Seminggu sudah berlalu, dalam Minggu ini Mauliza selalu saja melarang ku untuk terlalu dekat dengan Wahyu, tanpa sebab dan alasan yang akurat.


Aku memutuskan untuk ketemuan dengan Mauliza untuk meluruskan apa yang terjadi sehingga dia melarang aku dekat dengan Wahyu.


Secara kebetulan Azka sedang sakit, jadi kami punya kesempatan banyak untuk berjalan-jalan berduaan saja dengan Mauliza ke taman.


" Za, kamu coba deh!, jujur ke aku ada apa sebenarnya? tanya ku sambil menarik lengan Mauliza dan segera menjauh dari Nanda.


" kenapa Ris?, aku nggak ngerti" jawab nya seolah-olah bingung.


"Sebenarnya apa yang terjadi sih sama kamu?, minggu kemarin kamu marahan sama Nanda terus tiba-tiba sudah baikan, lalu kamu nyuruh aku agar aku menjauh dari Wahyu padahal kamu sendiri tahu kan Wahyu itu sudah lama jadian sama aku" jelas ku pada Mauliza.


Mauliza hanya diam saja sambil melihat ke bawah menghindari dari tatapan ku.


Aku terus memaksa Mauliza sampai dia mau berterus terang dan menceritakan apa sebenarnya yang telah terjadi.


" Za!, plis deh cerita dong!!, jangan kamu buat aku jadi penasaran begini, Ayuk cerita" aku terus-terusan memaksa dia, hingga akhirnya...


" Se...se.. sebenarnya.....!


Bersambung..!!!

__ADS_1


Terima kasih kepada teman-teman yang sudah selalu mendukung karya saya.


__ADS_2