Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Tentang Dia


__ADS_3

"Meta, Sindi kalian kenal sama dia?" tanya Dennis begitu Meta dan Sindi tiba di tempat mereke.


"Siapa??" Meta tampak kurang paham dengan pertanyaan Dennis.


"Dia itu tadi yang bareng sama kalian pas kesini" Jelas Dennis.


"Ooh Dera. Kenapa memang?" Sambung Sindi.


"Teman-teman dia itu si gadis angkot yang aku ceritain sama kalian." kata Dennis sambil menatap satu-satu ke arah teman-temannya seolah-olah ingin meyakinkan?


"Serius??" kata Ari dan Fery bersamaan.


"Iya?? Aku aja sempat kaget" kata Dennis penuh semangat.


"Kalian ngomongin apa sih? Si gadis apa yang kalian maksud?" Meta tampak kebingungan begitu juga Sindi.


"Jadi gini ya cewek-cewek. Beberapa hari yang lalu Dennis melihat seorang gadis di angkot dan si gadis itu langsung mencuri perhatiannya." Kata Ari.

__ADS_1


"Naah berhubung si gadis mengenakan baju berwarna putih, jadi Dennis berpikir si gadis itu kerja di toko bakery, dan kita nyari di seluruh toko bakery untuk memastikannya" Sambung Fery.


"Tapi seiring berjalannya waktu Dennis sadar kalau ternyata itu bukan seragam bakery, melainkan seragam seorang perawat" Ari menimpali. "Dan tanpa sengaja ketemu tadi dan dia ngobrol-ngobrol sama kalian. Nyebelin nggak sih? Bayangin aja kita udah muter-muter keliling kota keluar masuk toko bakery dan hasilnya zonk" sambungnya panjang lebar. Sementara Dennis hanya menyimak penjelasan kedua temannya.


"Dan ternyata si gadis yang kita cari itu satu kampus sama kita dan uniknya lagi kenal sama kalian berdua" Sambung Ari.


"Yaa tapi positifnya kita nggak perlu berpetualang lagi nyari si gadis kan?" Dennis menimpali.


"Jadi yang kalian maksud gadis yang barusan ngobrol sama kita yang pakai baju serba putih tadi?" Tanya Meta setelah paham dengan penjelasan mereka di sambut dengan anggukan kepala ketiga perjaka itu.


"Dia itu namanya Dera. Teman sekolah Sindi sewaktu SMA." Jelas Meta.


"Dia anaknya pinter banget. Satu-satunya siswa dari sekolah kami yang masuk universitas ini melalui program beasiswa loh. Hebat kan??" Sambung Sindi penuh semangat.


"Ooh jadi dia yang sering kamu ceritain kalau kamu lagi kesulitan mengerjakan tugas, kamu selalu menghubungi dia?" tanya Fery.


"Iya bener banget. Barusan juga kita konsultasi soal tugas dan rencananya lusa sepulang kuliah bakal kerja bareng" Jawab Sindi.

__ADS_1


"Waah pinter juga kamu ngincar cewe ya Den" kata Ari. Sontak kata-kata Ari langsung di respon Meta sang pacar dengan mencubit gemas pipi Ari. Ari pun memgang pipinya sambil mengelus rambut Meta sembari menenangkan meta yang sedikit dongkol.


"Nggak tahu kenapa pas pertama kali lihat, dia tuh langsung mencuri perhatianku. Makanya aku berusaha banget cari tau tentang dia" jelas Dennis. "ngomong-ngomong kalian tahu nggak dia tinggal dimana?" Sambungnya.


"Dia tinggal di perumahan mawar bersama Ayahnya. Ibunya sudah lama meninggal dan dia tinggal berdua saja dengan ayahnya." Jelas Sindi.


"Ooh makanya kamu sering lihat dia di angkot dari arah selatan, ternyata memang kediamannya disitu" kata Fery.


"Sin, Met kalian bisa kan bantu aku. Tolong kenalin donk aku sama dia. Pliiss.." kata Dennis sambil memohon.


"Imbalannya apa??" kata Meta sok jual mahal.


"Apa aja deh. Tapi jangan yang neko-neko ya"


"Udah bantu aja. Daripada dia jumblo selamanya" Kata Ari.


"Ya udah deh. Tapi janji ya kalo semuanya lancar ajak kita makan di All You Can Eat" kata Sindi.

__ADS_1


"Setujuuu" mereka semua bersorak bersama-sama dan Dennis mengangguk tanda setuju.


Mereka pun masuk mobil dan menuju ke lapangan futsal.


__ADS_2