Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Salah Sangka


__ADS_3

Akhir pekan telah selesai. Saatnya kembali ke aktivitas semula. Begitu juga dengan Dennis dan keluarganya. Pagi ini papa dan mama Dennis sengaja berangkat duluan karena ada pertemuan penting dengan para koleganya sekaligus dengan sarapan bersama. Sementara Dennis masih berguling manja di kasurnya. Jadwal kuliah pagi kosong karenanya dia belum juga beranjak dari tempat tidurnya.


Jam sudah menunjukkan jam 9.00. Perlahan Dennis turun dari ranjangnya dan menuju kamar mandi. Setelah mandi dan ganti baju, segera dia menuju meja makan. Di meja makan telah tersedia nasi goreng beserta telur dadar kesukaannya. Sudah jadi kebiasaan jika hanya Dennis yang sarapan maka bi Inda hanya memasak nasi goreng saja. Bi Inda sudah sejak Dennis kecil menjadi ART di Rumah Dennis jadi sudah sangat hafal dengan hal-hal yang menjadi kebiasaan di rumah.


Dennis langsung melahap habis nasi goreng hingga tak tersisa. Dia pun lalu keluar rumah dan menuju mobil kesayangannya dan menuju ke kampus. Kedua temannya Ari dan Fery ada kuliah pagi sehingga mereka sudah berangkat lebih dulu. Biasanya setelah pulang kampus mereka baru pulang sama-sama.


Di perempatan dekat kampus, Dennis menghentikan mobilnya karena lampu merah telah menyala. Ponselnya berdering, Dennispun mengambil headset dan segera mengangkat telepon.


"Yaa ma" Ternyata telepon dari mamanya.

__ADS_1


"Kamu udah dimana? sempat sarapan kan?" Tanya mama.


"Ini udah di perempatan dekat kampus ma, lagi berhenti karena lampu merah. Aku udah sarapan, bi Inda buatin nasi goreng kesukaanku"


"Ya udah dek kalo gitu. Mama kira kamu gak sempat sarapan. Selamat belajar ya syg"


Telepon terputus, Dennis segera meletakkan kembali headsetnya. Dennis melihat ke papan "Traffic light" masih ada 30 detik tersisa, kemudian dia melihat sekitar dan tampak angkot. Kemudian matanya kembali tertuju di salah satu penumpang angkot, ternyata si gadis yang mencuri perhatiannya. Sama seperti kemarin si gadis juga mengenakan pakaian putih polos, namun kali ini dia tidak tertidur. Terlihat jelas kecantikan wajahnya di meskipun dia hanya mengenakan baju dan make up yang sederhana. Dennis mengingat kembali perjalanannya ke semua toko bakery mencari seragam yang mirip seperti yang di kenakan si gadis tetapi tak menemukannya. Mungkinkah si gadis bekerja di toko bakery kota lain?


Bunyi klakson menyadarkan Dennis dari lamunannya. Segera dia menjalankan mobilnya menuju kampus.

__ADS_1


Sementara di dalam angkot si gadis terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Dan yang dia keluarkan adalah sebuah kap (topi putih) yang biasa dikenakan oleh para perawat. Segera si gadis mengenakannya di kepala dengan menjepit di bagian pinggir-pinggirnya. Jadi yang selama ini Dennis perkirakan salah? Ternyata si gadis adalah seorang perawat? Oh tidak, Dennis harus segera tahu kabar ini.


Si gadis itu pun segera menghentikan angkot tepar di depan universitas tempat dimana Dennis kuliah. Ternyata banyak gadis-gadis berbaju putih yang sama seperti si gadis kenakan.


"Hay Dera, tumben telat dikit. Ayok buruan ke kelas" sapa salah seorang gadis.


"Iya nih aku kena macet." Jawab si gadis yang di sebut Dera sambil menggandeng tangan temannya. Ooh jadi Nama si gadis itu Dera, dan ternyata mereka satu Universitas.


Sementara di seberang tampak Dennis sedang memarkirkan mobilnya dan langsung menuju ke kampus tanpa melihat sekelilingnya.

__ADS_1


__ADS_2