Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Kenalan


__ADS_3

Dennis tampak terburu-buru keluar dari mobil. Dosen yang di jadwalkan berhalangan masuk tiba-tiba memberi kabar lewat telepon bahwa Beliau akan segera masuk kelas. Dengan berlari-lari kecil Dennis segera menelusuri koridor kampus menuju ke kelasnya dan tiba-tiba..


BRUK


"Aduuuhh" tanpa sengaja Dennis menabrak seseorang hingga jatuh terduduk di lantai.


"Maaf maaf nggak sengaja, saya terburu-buru." Dennis segera bangun dan berusaha membantu orang yang di tabraknya. Dennis kaget saat melihat bahwa orang yang di tabraknya adalah Si gadis angkot alias Dera. Wah Dennis dapat jacpot pagi-pagi nih.


"Nggak papa kok. Saya juga salah nggak lihat-lihat karena saya juga terburu-buru" Kata Dera sambil berusaha untuk bangun.


"Mau saya bantu berjalan?"


"Nggak usah nggak apa-apa, saya baik-baik saja" kata Dera.


"Sekali lagi maaf ya, Dera" sapa Dennis sambil melihat sekilas papan nama yang tersemat di baju Dera.


"Ah iya sama-sama" kata Dera sambil tersipu saat mendengar namanya disebut. Dera berbalik dan kemudian berjalan menuju kelasnya sementara Dennis masih menatap Dera yang berjalan menjauh. Sungguh kejadian yang tak terduga dapat bercakap-cakap langsung dengan Dera.

__ADS_1


Angin siang berhembus sepoi-sepoi. di taman kampus tampak Dennis dan kedua sahabatnya sedang duduk-duduk sambil menikmati ice cream.


"Jadi kamu sudah berhasil ngobrol sama Dera tadi pagi?" kata Ari memulai pembicaraan.


"Yaa gitu deh. Sebenarnya nggak sengaja sih. Hehe" Sahut Dennis sambil tersenyum.


"Kira-kira bakalan ada perkembangan gak ya??" ledek Fery.


"Yaa ampun baru juga sekali ngobrol, itupun nggak sengaja, terus udah maen tanya perkembangan aja" sahut Dennis.


"Kalau butuh bantuan bilang aja. Kita gak segan-segan bakal membantu. Ya kan Fer?" kata Ari.


Tepat pukul 16.00 Dennis keluar dari ruang kelasnya. Segera dia berjalan menuju tangga karena Kelas Dennis terletak di lantai 2. Sembari menuruni tangga tiba-tiba HP-nya berdering. Segera Dennis membuka pesan yang masuk dan membalasnya. Karena terlalu serius melihat HP, Dennis salah menginjak anak tangga dan jatuh ke bawah. Beruntung itu sudah anak tangga kedua dari bawah sehingga tidak menimbulkan cidera serius. Hanya saja dia merasa perih di bagian lututnya yang terantuk lantai.


Dari kejauhan tampak seorang gadis berlari menghampiri Dennis.


"Kamu nggak papa?" sapanya saat sudah berada di dekat Dennis. Dan ternyata gadis itu Dera.

__ADS_1


"Eh Dera ternyata kamu, aku nggak papa, bukan masalah serius kok. Hanya sedikit perih di bagian lutut" Kata Dennis.


"Coba aku lihat." kata dera sambil membantu Dennis untuk duduk di kursi yang tersedia disitu. Pelan-pelan Dera mengangkat celana Dennis sampai bagian lutut.


"Tuh kan luka, makanya terasa perih. Aku obatin ya." Kata Dera sembari mengeluarkan obat merah dan tisu dari dalam tasnya.


"Kamu selalu bawa obat di tas kamu?" tanya Dennis.


"Iya, kan aku perawat. Kalau ada kejadian tak terduga begini setidaknya aku bisa memberikan pertolongan pertama" jelas Dera. "Tahan dikit ya" kata Dera sembari menyapu luka Dennis dengan tisu kemudian memberikan obat merah. Tampak Dennis menyeringai menahan perih.


"Dah selesai, lain kali hati-hati ya" Kata Dera sambil mengisi obat merah ke dalam tasnya.


"Makasih ya Dera. Oh ya aku Dennis. Kan nggak enak aku tahu nama kamu tapi kamu nggak tahu nama aku" kata Dennis sambil tersenyum.


"Iya sama-sama." Dera membalas senyum Dennis.


"Aku akan sangat berterima kasih kalau kamu mau menerima ajakan aku untuk mentraktir kamu makan. Anggap saja sebagai ucapan terima kasihku karena pertolongan kamu kali ini"

__ADS_1


"Yaa terserah kamu atur saja waktunya. Selagi aku nggak sibuk, aku bersedia" Jawab Dera


__ADS_2