Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Kabar Bahagia


__ADS_3

"Aku ada kabar bahagia buat kamu" Kata Dera. Dari nada suaranya terdengar dia sangat bahagia.


"Oh ya kabar bahagia apa?" Tanya Dennis penasaran.


"Aku baru saja lihat pengumuman kelulusan ujian STR, dan ada nama aku disitu" Kata Dera penuh semangat. (STR/Surat Tanda Registrasi wajib dimiliki oleh petugas kesehatan untuk kepentingan praktik, dan merupakan salah satu syarat untuk melamar pekerjaan).


"Oh yaa?? Waah selamat ya Dera-ku yang manis. Aku bahagia banget dengar kabar ini."


"Makasih yaa sayang".


"Terus kamu jadi memasukkan berkas lamaran di Rumah Sakit yang di dekat Perumahan?"


"Iya jadi. Ini sementara mau nulis lamaran. Do'ain aku semoga lulus dan dapat di terima kerja disitu yaa"


"Amiiinnn.... Do'aku selalu menyertaimu Dera-ku yang maniiiss" Ucap Dennis yang langsung membuat Dera senyum-senyum sendiri. "ekh sudah dulu ya, acaranya sudah mau di mulai. Nanti aku telepon kamu lagi. Daahh" Dennis mengakhiri teleponnya.


Acara pembukaan Restoran om Beni pun berlangsung dengan lancar. Tepat jam 14.00 Dennis pulang ke rumah. Sementara Mama papanya masih melanjutkan perjalanan ke Departement Store mereka sambil menikmati jalan-jalan berdua.


Dennis terbangun dari tidurnya. Ternyata sudah jam 5. Dennis ketiduran di sofa. Dilihat sekelilingnya, ada mamanya yang menatapnya sambil tersenyum. Ternyata saat dia tidur mama memangku kepalanya.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun nak?"


"Mama, aku ketiduran sampai-sampai nggak tahu kalau mama sudah datang"


"Mama juga baru sampai setengah jam yang lalu kok. Mama lihat kamu tidurnya nggak pakai bantal, jadi mama pangku deh kamu"


"Iya ma. Lagipula lebih enak pangkuan mama daripada bantal." Kata Dennis manja.


"Hmmm mulai lagi deh. Kamu waktu kecil kalau ada maunya pasti tidur di pangkuan mama terus ngomongin apa maunya kamu"


"Tapi kan sekarang udah nggak lagi ma. Aku kan sudah besar. Sudah punya pa..." Dennis terhenti dari perkataannya kemudian menatap wajah mamanya. Sang mama yang di tatap begitu merasa heran.


"Nggak ma" Kemudian Dennis bangun.


"Kamu tadi ngobrol apa aja sama Stela?" Tanya mama.


"Biasa ma, basa basi aja. Kan sudah lama nggak ketemu."


"Stela tumbuh jadi anak yang cantik ya"

__ADS_1


"Iya ma, sama kayak aku yang tumbuh jadi anak ganteng" Kata Dennis yang di sambut senyum mamanya.


"Iyaa kamu memang anak mama yang paling ganteng." Kata mama sambil mencubit pipi Dennis dengan gemas. "Nanti kamu temani Stela jalan-jalan di Departement Store kita yaa." Sambung mama.


"Kan mama tahu Dennis sibuk kuliah." Tolak Dennis dengan halus.


"Kan belum sekarang sayang. Papanya tadi minta tolong gitu ke mama. Takut anak gadisnya jalan sendirian."


"Nanti ya ma kalau aku nggak sibuk.


Dennis terdiam. Mencari waktu untuk ketemu dengan Dera saja sudah sulit, ini harus menyisihkan waktu untuk jalan dengan Stela. Dennis ingin menolak tapi nggak enak sama mama, apalagi sama om Beni.


Dennis segera masuk ke kamarnya. Di lihatnya ponsel ada chatting dari Dera yang mengirimkan foto dirinya sedang memasak.


"Aku masak mi ayam kesukaan kamu. Nggak kalah sama buatan mas langganan kamu deh" Bunyi chat Dera. Seketika perut Dennis keroncongan.


"Mau donk. Aku jemput yaa" Balasnya. Tampak Dera sudah membaca balasannya.


"Yaa terlambat. Sudah habis di anter sama tetangga. Aku pikir kamu masih di acara, kan banyak makanan disitu jadi nggak kepikiran kalau kamu juga mau. Maaf yaa. Lain kali aku buatin lagi deh buat kamu" Balas Dera.

__ADS_1


"Ok janji yaa" Dennis meletakkan ponselnya.


__ADS_2