Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Kampung Halaman


__ADS_3

"Kemungkinan kita nggak bakal bisa ketemu lagi deh. Aku akan pergi ke kampung halaman ke rumah nenekku. Nenek sudah tua dan dia ingin aku menemaninya". Kata Dera dengan mimik wajah serius.


Dennis diam terpaku mendengar ucapan Dera.


"Hanya aku yang pulang. Bapak tetap disini karena urusan pekerjaan. Tapi bapak juga akan pulang jika dapat cuti." Terusnya.


"Berapa lama? Terus kerjaan kamu?" Tanya Dennis.


"Aku juga tidak tahu berapa lama. Kalau soal kerjaan, aku bisa melamar kerja di puskesmas di dekat tempat tinggal nenekku" Ujarnya. "Dan juga di tempat tinggal nenekku signal sangat jelek jadi kemungkinan kita tidak bisa melakukan komunikasi." sambungnya. Dennis kaget mendengar kata-kata itu.

__ADS_1


"Jadi kita kehilangan kontak dong, dan itu juga nggak tahu untuk berapa lama." Kata Dennis.


"Iya. Nggak papa kan? Ini juga demi nenek aku" Kata Dera. Lagi-lagi Dennis terdiam.


"Aku akan selalu ada di sini" Kata Dera lagi sambil menunjuk dada Dennis. "Kamu juga akan selalu ada di hati aku. Selama kita saling mencintai, meskipun berjauhan tapi hati kita akan selalu berdekatan" Kata Dera menenangkan kegundahan hati Dennis.


Memang mama Dennis menyuruh Dennis untuk mengakhiri hubungan dengan Dera, tapi Dennis tak menyangka akan secepat ini Dera meninggalkannya. Meskipun bukan berarti mereka putus, tapi tidak bertemu untuk jangka waktu yang lama dan tidak ada komunikasi, itu sama saja dengan putus.


Dera tersenyum. Dengan senyumnya itu seolah-olah dia ingin mengatakan bahwa tidak terjadi apa-apa dalam dirinya. Dan dengan senyum itu dia ingin meyakinkan Dennis bahwa semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu dengan tulus. Kamu juga cinta pertamaku. Dan semoga kamu juga jadi cinta terakhirku." Dera menarik nafas panjang. "Namamu akan selalu hadir dalam setiap do'aku. Harapan hubungan kita nanti akan selalu jadi permintaanku kepada sang Rabb dalam sujudku." Sekali lagi Dera tersenyum. Matanya menatap mata Dennis. Mata lelaki yang telah meluluhkan hatinya.


Begitu juga Dennis, menatap erat mata Dera, gadis yang telah mengisi ruang di hatinya selama beberapa bulan terakhir ini.


"Aku akan mengantar kamu ya. Kamu mau berangkat naik apa? Bis, Kereta atau pesawat?" Kata Dennis sambil memegang tangan Dera.


"Nggak usah. Kamu fokus saja di proposal kamu. Aku bisa berangkat sendiri kok. Nanti aku akan mengabari saat aku sudah dekat dengan kampungku. Kalau ponselku sudah nggak aktif berarti aku sudah sampai di lokasi" Kata Dera.


"Ya sudah aku antar kamu pulang sekarang ya." Dera pun mengangguk. Sambil saling berpegangan tangan mereka pun menuju ke area parkir.

__ADS_1


Setelah Dennis pergi, Dera segera masuk ke kamarnya. Dia tak kuasa lagi menahan air mata. Tangisnya pecah. Sekarang dia benar-benar tak bisa menyembunyikan kesedihannya harus berpisah dengan kekasihnya itu. Di pikirannya terbayang almarhum ibunya, bapaknya yang letih bekerja dan mamanya Dennis.


Mamanya Dennis?? Apakah ada hubungan kejadian hari ini dengan mamanya Dennis??


__ADS_2