
"Ma pa maaf aku terlambat. Tadi kena macet di jalan" Kata kakak Dennis, Della begitu tiba di ruang perawatan Dennis. "Bagaimana keadaan adik sekarang?" tanyanya.
"Kaki kirinya patah dan harus di operasi. Besok jadwal operasinya" Jelas papa.
"Mbak, aku takut" Kata Dennis. Mbak Della pun segera mendekat menenangkan adik satu-satunya itu. Dennis memang jarang sakit, makanya dia paling tidak tahan di saat sakit meskipun itu hanya demam saja. Dia selalu manja saat jatuh sakit, apalagi kali ini sakitnya harus sampai masuk ke meja operasi.
"Mbak akan disini menemani kamu operasi besok." Kata mbak Della.
"Keyla gimana?" Tanya Dennis.
"Sementara Keyla sama Nenek dan kakeknya dulu. Nanti kalau kamu sudah selesai operasi, mbak janji akan panggil Keyla ke sini. Makanya kamu juga harus janji sama mbak, kalau kamu bakal baik-baik saja saat operasi besok" Jelas mbak Della sambil menahan air mata. Tak tega rasanya melihat adik yang paling disayanginya itu harus menahan sakit.
"Teman-teman yang bareng sama kamu sudah pulang? Tadi mereka langsung menghubungi mbak loh. Mbak mau ngucapin terima kasih karena telah menolong adik mbak"
__ADS_1
"Mereka sudah pulang mbak. Kasihan kalau harus menjaga aku sementara mereka juga harus konsul proposal mereka." Jelas Dennis.
"Ooh gitu. Sudah pokoknya sekarang kamu fokus di kesembuhan kamu aja. Nanti soal konsul proposal, mbak akan berusaha bicara sama pihak kampus untuk meminta keringanan." Kata mbak Della sambil membelai rambut adiknya itu.
"Nih mbak bawain baju ganti kamu. Mbak taruh di sini ya" Kata mbak Della sambil mengatur baju di lemari yang tersedia. "Aku juga membawa baju ganti untuk mama sama papa. Tadi aku sempetin mampir ke rumah. Makanya sedikit telat." Sambungnya.
"Mama sama makan dulu ya, biar aku yang jaga Dennis" Kata mbak Della.
"Mama mau disini saja. Biar papa saja yang makan." Kata mama
"Ayolah ma. Toh ada Della. Kita cari makan di dekat-dekat rumah sakit aja ya" Ajak papa. Akhirnya mama pun mengikuti kemauan Della untuk pergi makan.
Tak selang beberapa saat setelah mama dan papa pergi, tiba-tiba terdengar pintu di ketuk. Rupanya itu adalah Ari, Fery, Meta dan Sindi. Tampaknya mereka langsung menuju rumah sakit begitu pulang dari kampus.
__ADS_1
"Den, kamu nggak papa kan? Kita khawatir banget" Kata Sindi langsung menghampiri Dennis setelah sebelumnya mengucapkan salam ke mbak Della. Wajah keempat sahabatnya itu tampak sangat cemas.
"Udah mendingan kok. Dokter udah ngasih aku obat pereda nyeri."
"Kami mendengar dari Indra dan Roni, katanya kamu mau di operasi besok ya?" Kata Fery tak kalah paniknya.
"Iya. Do'akan aku ya semoga operasinya berjalan lancar"
"Amiiinnn..." kata Mereka berempat bersama-sama.
"Kami bawa buah buat kamu. Aku sempat baca di Internet kalau buah itu baik untuk masa penyembuhan. Di makan ya" Kata Ari sambil menyerahkan parcell yang berisi aneka buah.
"Makasih ya. Aku tahu kalian capek baru saja pulang dari kampus. Tapi kalian masih sempat-sempatnya mengunjungi aku. Bahkan bawa buah segala lagi" Kata Dennis.
__ADS_1
"Sebenarnya sudah dari siang kita mau kemari. tapi ni cewek-cewek kuliahnya sampai sore jadi kita tungguin deh." Jelas Fery.
"Nggak papa. Kalian disini saja aku sudah seneng kok." Kata Dennis. Dia sangat bersyukur sekali karena di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.