
Dennis kembali ke rumahnya dengan perasaan yang penuh kegembiraan. Hatinya sangat bahagia sampai-sampai seperti ingin meledak saking bahagianya. Dia berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia tak akan membiarkan Dera pergi darinya untuk kedua kali. Cukup sekali saja dia merasa kehilangan.
Seminggu berlalu begitu saja sejak pertemuan Dera dan Dennis di Departement Store. Meskipun mereka jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, tapi komunikasi tetap terjaga dengan baik. Bahkan bisa di bilang lebih baik dari sebelumnya.
Sore itu Dera tengah bersantai di rumahnya. Dia baru saja selesai memasak. Bapaknya sedang berjalan menelusuri kompleks perumahan.
Dera tampak kelelahan setelah memasak. Dia hanya mengenakan daster dan duduk sambil mengipasi tubuhnya yang kepanasan. Saking asiknya, dia tidak menyadari ketika mobil masuk di pekarangan rumahnya.
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Dera bangkit dari tempat duduknya dan membuka pintu. Dia sangat kaget karena ternyata yang memberi salam adalah papanya Dennis yang datang bersama mama Dennis dan juga Dennis.
"Mari masuk." Dengan sigap Dera mempersilahkan mereka masuk. Dera tampak malu-malu karena orang tua Dennis datang di saat dia tengah dalam keadaan yang kotor karena baru saja selesai memasak.
__ADS_1
"Waah Dera cantik ya meskipun tidak sedang dandan" Kata papa Dera. Sementara Dera hanya bisa menahan malu. Dennis sang pujaan hati sesekali meliriknya sambil tersenyum. Namun senyuman itu membuat Dera geram. Ya geram karena dia tidak memberi tahu bahwa kedua orang tuanya akan datang ke rumahnya.
"Bapak kamu masih kerja?" Tanya mama Dennis.
"Bapak lagi jalan-jalan ke kompleks. Sebentar lagi juga akan pulang kok." Kata Dera.
"Permisi saya buatkan minum dulu ya" lanjutnya sambil pergi ke dapur.
Tak lama kemudian Dera sudah datang membawa minuman dan beberapa camilan. Dia juga sudah berganti baju dan tidak memakai daster lagi. Dera juga telah menghubungi bapaknya untuk segera pulang ke rumah karena kedatangan tamu.
Selang beberapa saat bapaknya Dera pun tiba di rumah.
"Tidak pak. Kami yang seharusnya minta maaf karena datang tidak memberi tahu lebih dahulu. Ini juga karena Dennis yang meminta untuk memberi kejutan ke Dera" Jelas mama Dennis.
Mendengar itu Dera langsung menatap sinis ke Dennis. Sementara Dennis hanya menatapnya sambil senyum kegirangan.
__ADS_1
Kemudian mereka saling memperkenalkan diri berhubung ini adalah pertemuan pertama antara orang tua Dennis dan orang tua Dera.
Akhirnya pembicaraan mengarah ke yang lebih serius.
"Jadi begini pak, maksud kedatangan kami hari ini, kami ingin meminta Dera anak bapak untuk menjadi pendamping anak kami Dennis" Kata papa Dera.
Bukan hanya Dera yang terkejut dengan perkataan papa Dennis, tapi bapaknya juga terkejut.
"Maaf kalau permintaan kami ini tiba-tiba, kami hanya menuruti permintaan Dennis saja" jelas mama Dennis.
"Maaf ya Dera dan juga bapak. Saya ingin serius dengan Dera, makanya saya tidak enak jika harus mengutarakan sendiri. Karena alasan itulah saya langsung mengajak orang tua saya kesini" Jelas Dennis.
Tampak bapak Dera terdiam sesaat mendengar permintaan kedua orang tua Dennis untuk melamar Dera. Waktu berlalu begitu cepat. Dera kecil kini telah tumbuh dewasa bahkan siap untuk berumah tangga.
Bapak Dera menarik nafas panjang dan berkata,
__ADS_1
"Kalau soal itu saya serahkan langsung kepada Dera, karena dia yang akan menjalaninya."
Baik kedua orang tua Dennis dan juga Dennis sendiri menatap Dera menunggu jawabannya..