Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Dekat


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tak terasa sudah satu bulan sejak perkenalan Dennis dan Dera. Mereka menjadi semakin dekat satu sama lain. Tapi Dennis belum berani menyatakan perasaannya. Hal itu di karenakan perkataan Dera yang menyatakan belum ingin berpacaran sebelum selesai kuliah.


Dan minggu depan adalah hari wisuda Dera. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu Dera dan Ayahnya datang juga. Hari ini Dera berencana akan membeli barang keperluan wisudanya. Dan Dennis berjanji akan mengantarkannya berbelanja.


Sore hari Dera sudah berhenti di depan gerbang perumahan menunggu Dennis datang. Tak berapa lama mobil Dennis mendekat. Segera Dera masuk ke mobil Dennis.


"Kita mau kemana?" tanya Dennis begitu Dera sudah sampai di mobil.


"Ke Pasar Swalayan saja" jawab Dera.


"Di Departement Store keluargaku saja."


"Nggak deh. Takut mahal. Hehe"

__ADS_1


"Yaa sudah kalau gitu."


Mobil pun meluncur menuju Pasar Swalayan. Dera memilih keperluan untuk wisudanya. Mulai dari baju, sepatu, sampai kaos kaki. Setelah selesai memilih, Dera segera menuju kasir untuk membayar. Dennis segera menghampiri Dera dan berkata


"Biar aku aja yang bayar." Katanya.


"Nggak usah. Ini hari bersejarahku, aku nggak mau merepotkan kamu." Tolak Dera dengan sopan. Dan segera dia mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya yang terlihat sudah mulai memudar warnanya.


Setelah itu mereka keluar dari pasar swalayan dan menuju area parkir.


"Ayok. Makan apa?" Tanya Dera.


"Makan di Restoran 'You and Me' saja". Kata Dennis, Dera tampak ragu.

__ADS_1


"Aku yang traktir. Kan aku pernah janji mau traktir kamu makan" Dera pun mengangguk.


Mereka tiba di sebuah restoran keluarga dan langsung duduk di kursi yang kosong kemudian memesan makanan. Tak lama kemudian makanan dan minuman yang mereka pesan datang. Sementara makan mereka ngobrol-ngobrol


"Kamu nggak papa pulang sedikit telat?" Tanya Dennis.


"Nggak papa. Yang penting jangan lewat jam 8 aja. Soalnya nggak bagus anak gadis keluar malem-malem." Jawab Dera sembari menyantap makanannya. Tak sengaja tangan Dera menyenggol minumannya dan membuat minuman itu tumpah di meja dan mengenai hp miliknya.


"Astaga Hp-ku" kata dera segera mengambil hp miliknya dan mengelap menggunakan tisu. Dera mencoba menyalakannya tapi hp-nya tidak mau menyala. "Yaa ampun kok gak mau nyala siih. Pliis jangan rusak donk" Dera tampak sangat cemas.


"Yaa udah kita bawa ke tempat service aja yaa. Atau kalau nggak kamu pakai hp aku aja, biar hp kamu yang ini buat aku saja. Kita tukeran. Gimana?" Tawar Dennis. Dennis berpikir mungkin jika menawarkan HP baru Dera akan menolak, makanya dia menawarkan untuk bertukar HP.


"Nggak mau. Itu HP aku beli dari hasil keringatku sendiri. Aku mengerjakan tugas teman-teman dan mereka membayarku, dan aku mengumpulkannya sedikit demi sedikit, jadi sebisa mungkin aku akan memperbaiki karena itu barang yang sangat berharga buat aku" Kata Dera dengan Wajah cemas campur sedih.

__ADS_1


Sejenak Dennis diam dan tertegun. HP yang baginya bisa dengan mudah minta kepada orang tuanya, menjadi barang yang begitu sulit di dapat oleh Dera. Dennis dapat memahami kegundahan hati Dera.


"Yaa sudah. Kita bawa ke tempat service saja ya sebelum airnya merembes lebih luas. Aku punya kenalan yang kerja di tempat service HP. Kita ke sana yuk" Ajak Dennis. Dera pun segera berdiri dari tempat duduknya dan pergi mengikuti ajakan Dennis.


__ADS_2