Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Rindu


__ADS_3

Semangat Dennis perlahan mulai bangkit mendengar nasihat dari teman-temannya. Meskipun sulit tapi Dennis akan mencoba. Bukannya Dennis tak ingin memperjuangkan hubungannya, tapi wajah kedua orang tuanya selalu terbayang di pikirannya. Dia tak ingin melukai hati orang tuanya. Toh kalau memang berjodoh mereka pasti bersatu. Tapi untuk saat ini mengikuti perkataan orang tuanya adalah solusi terbaik. Meskipun belum sekarang Dennis mengakhiri hubungannya dengan Dera, karena bagi Dennis butuh waktu untuknya memikirkan cara perpisahan tanpa menyakiti Dera, meskipun dia tahu itu sulit.


Waktu menunjukkan pukul 07.00. Dennis masih berguling di tempat tidur. Badannya masih malas untuk beranjak dari kasur.


Rrrrrrr....


Dennis melihat ponselnya, ada 1 pesan masuk.


"Aku rindu" Bunyi pesan dari Dera. Dennis tersenyum sendiri membaca pesan itu.


"Sama. Aku juga" balasnya.


"Ketemuan yuk.."


"Kapan??"


"Nanti sore bisa??" Tanya Dera.


"Bisa. Aku selesai kuliah jam 3."


"Ok kalau begitu aku tunggu kamu di cafe seperti biasa ya."

__ADS_1


"Ok sayang" balas Dennis.


"😍" Dera mengakhiri obrolan mereka.


Tepat pukul 3 perkuliahan Dennis selesai. Dia segera menuju ke cafe dimana Dera sudah menunggu di sana.


Dari kejauhan tampak Dera tengah duduk di sudut ruangan sambil menikmati segelas jeruk peras kesukaannya. Dia tampak cantik dengan dress biru muda yang di kenakannya. Begitu Dera melihat Dennis, dia segera melambai tangan kepadanya. Tampak wajah bahagia yang selalu di rindukan Dennis.


"Sudah lama?" Tanya Dennis begitu tiba di tempat Dera.


"Belum lama kok" Jawab Dera sambil tersenyum. "Gimana kuliah kamu? Proposal sudah rampung belum?" Tanyanya


"Pantas kamu kelihatan tampak kurus. Tapi tetep ganteng kok" Kata Dera sambil membelai pipi Dennis.


Pelayan pun datang membawa makanan pesanan Dera. Ada mi ayam dan juga es teh, menu kesukaan Dennis.


"Kamu sudah pesan untuk aku?"


"Iya dong. Ini makanan kesukaan kamu kan? Aku sengaja bilang sama pelayannya untuk masak saat kamu sudah datang. Jadi masih panas-panas kan. Ayo di makan." Kata Dera.


"Waah kamu memang paling ngerti deh. Sebenarnya selera makan aku lagi kurang bagus, tapi karena makan bareng kamu tiba-tiba aku jadi laper banget"

__ADS_1


"Huuu mulai lagi deh gombalnya."


"Kamu nggak pesan makanan?"


"Aku pesan mi ayam juga. Tapi masaknya nanti kalau punya kamu sudah mau habis"


"Terus sekarang kamu nggak mau makan" Dennis tampak kebingungan.


"Yaa makan lah. Semangkok berdua sama kamu" Kata Dera sambil memasukkan sambal, kecap dan saus tomat ke dalam mi ayam kemudian mengaduk-aduknya hingga merata.


"Nih aku suapin aaaa.." Kata Dera sambil menyuap Dennis. Dan Dennis pun menerima suapan Dera dengan senang hati.


"Waah enak banget. Kamu mencampurnya dengan pas." Puji Dennis.


"Iya dong. Aku akan nyuapin kamu sampai habis. soalnya aku nggak mau pacarku yang ganteng ini jadi kurus" Kata Dera, Sementara Dennis tampak bahagia sekali dimanja oleh Dera seperti itu. Dan mereka pun menyantap mi ayam dengan mesra hingga mangkok kedua.


"Den, aku mau ngomong sesuatu sama kamu." Kata Dera setelah mereka selesai makan.


"Masalah apa?" Tanya Dennis.


"Kemungkinan kita nggak bakal bisa ketemu lagi deh. Aku akan pergi ke kampung halaman ke rumah nenekku. Nenek sudah tua dan dia ingin aku menemaninya". Kata Dera dengan mimik wajah serius.

__ADS_1


__ADS_2